MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BESSAI BERINTA

Kamis, 24 Mei 2018 00:02
Tuntutan Serikat Buruh Diakomodir
SEPAKAT BERSAMA: Perwakilan pimpinan perusahan proyek pembangunan PLTU 2x100 MW Teluk Kadere, Bontang Lestari melakukan penandatangan kesepakatan bersama di hadapan para demonstran.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Tuntutan yang diberikan oleh Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Bontang dalam aksi demonstrasi pekan lalu mendapat respon. Baik itu dari owner, kontraktor utama, maupun subkontraktor proyek pembangunan PLTU 2x100 MW, Teluk Kadere, Bontang Lestari.

Dalam rapat mediasi yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP), Selasa (22/5) sempat terjadi perdebatan. Lantaran keinginan para pendemo agar pihak perusahaan membubuhkan tanda tangan kesepakatan bersama nyaris tak terwujud. “Kesepakatan tanggal 15 Mei kemarin karena banyak subkontraktor yang tidak hadir maka penandatanganan dilakukan saat mediasi ini,” tegas perwakilan SBSI, Wahyudi.

Bila tidak maka perwakilan pendemo menyatakan perusahaan inkonsisten. Bahkan massa bakal diturunkan lebih banyak lagi di aksi selanjutnya. “Saya duduk dan berbicara di sini mewakili ratusan teman saya. Mohon rapat ini jangan ditutup, saya curiga ini ada pesanan,” tudingnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Pelatihan, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja Ikhwan Agus mengatakan bahwa dalam memimpin rapat ini tidak ada pesanan dari pihak manapun. “Kalau saya ada pesanan, batal puasa saya,” ucap Ikhwan Agus.

Suhu yang tak normal membuat pimpinan perusahaan angkat bicara. Sigit Wibowo, Construction Manager PT D&C Engineer Company mengatakan, tuntutan para demostrasi dirasa tidak ada masalah. “Tergantung PT Wika saya ikut saja,” tutur Sigit.

Ia pun juga meminta kepada pendemo agar tidak mempolitisasi kesepakatan ini dengan hal di luar tuntutan. Terdapat tujuh perusahaan yang akhirnya bersedia menandatangani kesepakatan di spanduk, yaitu PT Graha Power Kaltim (GPK), PT Chengda, PT Wika, PT D&C Engineer Company, PT ZTPI, PT Varia Beton, dan PT BPP.

Adapun tuntutannya ialah mengutamakan tenaga kerja lokal, memberikan upah sesuai UMK, serta melengkapi tenaga kerja dengan BPJS. (ak)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 18:17

Kelurahan Harus Punya Keunggulan

BONTANG – Dana kelurahan yang akan digelontorkan oleh pemerintah pusat…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:16

Mangrove Berbas Pantai Terus Bersolek

BONTANG – Mangrove Berbas Pantai akan menjadi salah satu destinasi…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:15
Pemilu 2019

KPU Pastikan Kotak Suara Kuat

BONTANG – Adanya perubahan jenis kotak suara pada Pemilu mendatang…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:14

Bank Sampah Akan Diaktifkan Kembali

BONTANG –Tidak aktifnya bank sampah ternyata berdampak pada pencemaran laut…

Jumat, 14 Desember 2018 19:05

Stadion Bessai Berinta Hampir Rampung

BONTANG – Meski belum seratus persen, namun wajah baru Stadion…

Jumat, 14 Desember 2018 19:04

Lapas Fasilitasi Pengunjung Disabilitas

BONTANG – Demi meningkatkan pelayanan publik, Lapas Bontang memfasilitasi para…

Kamis, 13 Desember 2018 18:36

Pilerte Rasa Pilkada

BONTANG - Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi semangat…

Kamis, 13 Desember 2018 18:34

Penangguhan Ditenggat 20 Desember

BONTANG - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) menetapkan Upah Minimum Kota…

Rabu, 12 Desember 2018 19:51

Trotoar Diperbaiki, Mudahkan Pejalan Kaki

BONTANG – Keluhan masyarakat terkait banyaknya trotoar yang rusak di…

Rabu, 12 Desember 2018 19:49

Program untuk 2019, Sasar Lima RT di Gunung Telihan

BONTANG – Pemasangan closed circuit television (CCTV) kini menjadi tren…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .