MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BESSAI BERINTA

Kamis, 24 Mei 2018 00:02
Tuntutan Serikat Buruh Diakomodir
SEPAKAT BERSAMA: Perwakilan pimpinan perusahan proyek pembangunan PLTU 2x100 MW Teluk Kadere, Bontang Lestari melakukan penandatangan kesepakatan bersama di hadapan para demonstran.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Tuntutan yang diberikan oleh Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Bontang dalam aksi demonstrasi pekan lalu mendapat respon. Baik itu dari owner, kontraktor utama, maupun subkontraktor proyek pembangunan PLTU 2x100 MW, Teluk Kadere, Bontang Lestari.

Dalam rapat mediasi yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP), Selasa (22/5) sempat terjadi perdebatan. Lantaran keinginan para pendemo agar pihak perusahaan membubuhkan tanda tangan kesepakatan bersama nyaris tak terwujud. “Kesepakatan tanggal 15 Mei kemarin karena banyak subkontraktor yang tidak hadir maka penandatanganan dilakukan saat mediasi ini,” tegas perwakilan SBSI, Wahyudi.

Bila tidak maka perwakilan pendemo menyatakan perusahaan inkonsisten. Bahkan massa bakal diturunkan lebih banyak lagi di aksi selanjutnya. “Saya duduk dan berbicara di sini mewakili ratusan teman saya. Mohon rapat ini jangan ditutup, saya curiga ini ada pesanan,” tudingnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Pelatihan, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja Ikhwan Agus mengatakan bahwa dalam memimpin rapat ini tidak ada pesanan dari pihak manapun. “Kalau saya ada pesanan, batal puasa saya,” ucap Ikhwan Agus.

Suhu yang tak normal membuat pimpinan perusahaan angkat bicara. Sigit Wibowo, Construction Manager PT D&C Engineer Company mengatakan, tuntutan para demostrasi dirasa tidak ada masalah. “Tergantung PT Wika saya ikut saja,” tutur Sigit.

Ia pun juga meminta kepada pendemo agar tidak mempolitisasi kesepakatan ini dengan hal di luar tuntutan. Terdapat tujuh perusahaan yang akhirnya bersedia menandatangani kesepakatan di spanduk, yaitu PT Graha Power Kaltim (GPK), PT Chengda, PT Wika, PT D&C Engineer Company, PT ZTPI, PT Varia Beton, dan PT BPP.

Adapun tuntutannya ialah mengutamakan tenaga kerja lokal, memberikan upah sesuai UMK, serta melengkapi tenaga kerja dengan BPJS. (ak)


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 09:27

Ngakunya Pemkot Sanggup Kelola Pelabuhan

BONTANG – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) ditargetkan terbentuk tahun ini.…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:39

130 Item Disalurkan ke 62 RT Berebas Tengah

BONTANG - Sebanyak 130 item barang dan jasa disalurkan ke…

Jumat, 21 Desember 2018 18:48

Jika Temukan Praktik Culas di SPBU, Sopir Truk Diminta Lapor Polisi

BONTANG –Pengawasan terhadap pengetap diminta lebih diperketat. Mengingat praktiknya sudah…

Jumat, 21 Desember 2018 18:34

Warga Sulit Cari Gas Elpiji 3 Kg

BONTANG – Mendekati momen Natal dan tahun baru, pasokan gas…

Jumat, 21 Desember 2018 18:33

Dishub Tunggu Perintah Provinsi

BONTANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang mengaku belum menerima informasi…

Jumat, 21 Desember 2018 18:32

Jika Semua Pihak Berkomitmen, Kenakalan Remaja Mudah Diberantas

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta standar operation…

Jumat, 21 Desember 2018 18:30

KTP Invalid Kembali Dimusnahkan

BONTANG – Usai membakar 2.500 keping KTP-el pada tahap pertama…

Rabu, 19 Desember 2018 17:21

4.613 KTP-el Kembali Dibakar

BONTANG – Kemarin (18/12), sebanyak 4.613 Kartu Tanda Penduduk Elektronik…

Selasa, 18 Desember 2018 19:21

CCTV Terus Ditambah

BONTANG – Penambahan Closed Circuit Television (CCTV) di beberapa wilayah Kota…

Selasa, 18 Desember 2018 19:20

Kasus Miras Oplosan Disorot Kepolisian

BONTANG – Maraknya kasus miras oplosan seperti aldo dan koteng…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*