MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Jumat, 25 Mei 2018 00:01
Polemik Izin Pembangunan Hotel Primebiz, Warga Bakal Laporkan Gubernur
Mukhlis Ramlan(MUBIN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Penolakan warga Kelurahan Teluk Lerong, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda terhadap pembangunan Hotel Primebiz masih terus berlanjut. Warga menduga Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak beserta Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Samarinda Zairin Zain telah menyalahgunakan jabatan untuk memuluskan perizinan hotel tersebut.

Kuasa hukum warga, Mukhlis Ramlan menuturkan, salah satu dugaan penyelewengan yang dilakukan gubernur dalam pemberian izin Hotel Primebiz yakni pemakaian label syariat. Berdasarkan keterangan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, MUI belum pernah memberikan izin label syariat untuk hotel tersebut.

“Yang mengeluarkan label syariat itu DSN (Dewan Syariah Nasional) MUI Pusat. Tidak boleh daerah mengeluarkannya. Sampai sekarang, DSN belum pernah mengeluarkan label syariat untuk hotel itu,” ungkap Mukhlis, Rabu (23/5) lalu.

Kata dia, klaim gubernur bahwa hotel tersebut berlabel syariat dapat melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dalam UU tersebut diterangkan, setiap orang tidak diperbolehkan memberikan label syariat tanpa disertai prosedur yang sah.

“Apalagi gubernur sudah mengonfirmasi pada publik bahwa hotel itu berlabel syariat. Karena itu, ini termasuk delik pidana murni. Dilihat dari KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), gubernur telah menipu umat. Hotel tidak ada unsur syariatnya, tetapi sudah diklaim terlebih dulu,” terangnya.

Selain itu, pemerintah daerah dinilai tidak transparan akan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Hotel Primebiz. Terbukti warga yang berdekatan dengan lokasi hotel tidak pernah mendapatkan sosialisasi dokumen Amdal hotel berbintang tersebut.

“Apalagi limbah hotel itu nanti akan dibuang di Sungai Mahakam. Begitu mereka membuang di sungai, jelas itu pencemaran. Itu juga akan berdampak pada warga sekitar. Jadi pembangunan Primebiz tidak ramah lingkungan,” katanya.

Apalagi sejak 2012, seluruh warga Kelurahan Teluk Lerong yang terhimpun dalam Forum Masyarakat Islamic Center Samarinda menolak pembangunan hotel tersebut. Pasalnya keberadaan hotel dapat mengancam ruang hidup warga.

“Warga di sekitar lokasi pembangunan hotel itu sudah puluhan tahun tinggal di situ. Mereka juga pernah mengabdi di PT Inhutani. Kalau nanti ada pembangunan hotel, rumah mereka akan digusur,” sebutnya.

Terlebih dalam perencanaan daerah, tidak pernah muncul wacana pembangunan Hotel Primebiz. Dikatakan Mukhlis, mestinya dalam membangun hotel, pemerintah kota dan pemerintah provinsi mengacu pada dokumen perencanaan daerah.

Dia menerangkan, dugaan pelanggaran lain yang dilakukan pucuk pimpinan Kaltim tersebut yakni pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Dalam pemberian izin hotel, mestinya sengketa dengan warga harus terlebih dulu diselesaikan.

“Itu rekomendasi Komnas HAM. Dalam rekomendasi itu disebut, setiap izin pembangunan harus terlebih dulu diselesaikan sengketa dengan masyarakat sekitar. Nyatanya selama ini masyarakat masih menolak keberadaan hotel itu,” tegasnya.

Karena itu, Mukhlis meminta penegak hukum agar menindak para pihak yang terkait dengan pembangunan Hotel Primebiz. “Gubernur secara terang-terangan telah menipu umat. Dia orang yang paling bertanggung jawab dalam pembangunan Hotel Primebiz,” tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menuturkan, keberadaan Hotel Primebiz akan menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pendapatan itu dapat berasal dari pengunjung di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda.

Kata dia, pembangunan hotel berlabel syariat tidak dilarang oleh MUI. Hal itu didukung dalam peraturan daerah dan undang-undang. “Jelas tidak ada larangan membangun hotel syariat di sekitar tempat ibadah dan undang-undangnya ada itu. Kami libatkan MUI dalam pengawasannya nanti,” tuturnya.

Nantinya Hotel Primebiz akan dibangun sepuluh lantai. Seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh PT Wijaya Utama Lestari, selaku investor proyek. Sehingga tidak menyentuh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.

Pembangunan hotel diperkirakan menelan anggaran sekira Rp 250 miliar. Rencananya akan ada 135 kamar. Namun untuk tahap awal akan dibangun 90 kamar. Selain itu, 60 persen dari mereka yang akan bekerja di hotel ini adalah pekerja lokal.

Sementara itu, Direktur PT Wijaya Utama Lestari EA, Chairun menjelaskan, sistem pengelolaan dan pengamanan hotel akan dibuat sesuai konsep syariat.

"Nanti akan ada perjanjian, mereka yang membawa bukan muhrim akan dipolisikan. Yang wanita ada ruangan khusus, begitupun yang berkeluarga. Setiap tiga bulan sekali akan ada pengawasan dari Dewan Syariat Nasional, jadi jika terdeteksi melakukan penyimpangan, kemungkinan kami akan ditegur dan sertifikasinya dicabut," jelasnya.

Kata dia, untuk memperoleh sertifikat hotel syariat sesuai ketentuan harus melalui proses yang panjang. “Sertifikat syariat diterbitkan Dewan Syariat MUI Pusat untuk sarana dan prasarana hotel harus sesuai aturan sarana dan ketentuan syariat. Setelah terbangun, kembali diverifikasi instansi terkait termasuk MUI Kaltim dan MUI Samarinda,” tandasnya. (*/um)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 22:34
Pemprov Kaltim

SBY: Awang Gubernur Terbaik

SAMARINDA - Kepemimpinan dan kinerja Gubernur Awang Faroek Ishak kembali menuai pujian. Kali ini datang…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14
Pilgub Kaltim 2018

Debat Publik Terakhir Pilgub Kaltim, Paslon Ditantang Isu Korupsi

SAMARINDA – Isu korupsi pernah menimpa empat pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14
Pilgub Kaltim 2018

Survei LSI Denny JA, Empat Kandidat Berselisih Tipis

SAMARINDA – Menyusul survei dari Lembaga Strategis Indonesia (LSI) yang menimbulkan polemik, survei…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14
Pilgub Kaltim 2018

Tak Terdaftar, Bawaslu Bakal Panggil LSI

SAMARINDA – Publikasi hasil survei Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 yang dilakukan Lembaga…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14

Sempat Minim, Harga Kebutuhan Pokok Aman

SAMARINDA – Harga sejumlah barang-barang kebutuhan pokok di Pasar Segiri tergolong aman. Mulai…

Rabu, 20 Juni 2018 01:35
ARUS BALIK

Razia Gabungan Incar Para Pendatang

SAMARINDA – Dalam upaya pengamanan arus balik setelah lebaran, Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) melakukan…

Rabu, 20 Juni 2018 01:35
Pilgub Kaltim 2018

Pemilih Golkar Terpecah?

SAMARINDA – Lembaga Strategis Indonesia (LSI) merilis hasil penelitian terhadap Pemilihan Gubernur…

Rabu, 20 Juni 2018 01:35

DPS Pemilu 2019 Ditetapkan 2,37 Juta Warga

SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk…

Rabu, 20 Juni 2018 01:35
Pilgub Kaltim 2018

Rapat Umum Dua Paslon Hangus

SAMARINDA – Sebelumnya melalui surat keputusan yang diterbitkan pada 27 Februari lalu, Komisi…

Rabu, 20 Juni 2018 01:34

Lampu Hias Setinggi 40 Meter, Patung Kuda, dan Air Mancur

Taman Samarendah akan tampil beda dan lebih menawan. Selain dilengkapi dengan lampu hias setinggi 40…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .