MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Jumat, 25 Mei 2018 00:01
Pemilu 2019
Verifikasi Berkas Caleg Harus Lebih Ketat

Belajar dari Kasus Penggunaan Ijazah Palsu Sokhip

Herdiansyah Hamzah(DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Penggunaan ijazah palsu yang oleh anggota DPRD Kaltim, Sokhip menimbulkan spekulasi bahwa verifikasi berkas calon legislatif (caleg) di Pemilu 2014 belum dilakukan secara teliti. Karenanya, kasus tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi penyelenggara pemilu agar lebih  detail memeriksa berkas caleg.

Hal itu dikatakan pengamat hukum dan politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Herdiansyah Hamzah, Kamis (24/5) kemarin. Kata dia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim perlu menerapkan pemeriksaan yang ketat. Sehingga dapat dipastikan caleg yang bertarung dalam pemilu terbebas dari berkas palsu.

“Justru pemeriksaan berkas ini yang sangat penting. Proses verifikasi adalah cara bagi KPU untuk memeriksa ijazah ilegal atau palsu. Jadi perlu pemeriksaan yang ketat pada saat pencalonan,” ucapnya.

Waktu pemeriksaan ijazah caleg, lanjut pria yang biasa disapa Castro itu, KPU dapat melakukan pemeriksaan di sekolah asal caleg. Salah satunya KPU perlu melihat secara detail nomor ijazah dan memastikan bahwa yang bersangkutan pernah menempuh pendidikan di sekolah atau perguruan tinggi tersebut.

“Padahal mudah saja untuk memastikan ijazah itu palsu atau tidak. Ketatkan saja pengecekan ijazah dan berkas lainnya. Supaya tidak ada lagi caleg yang lolos dengan berkas abal-abal,” imbuh Castro.

Dia menegaskan, kasus yang menimpa Sokhip dapat memberikan efek positif bagi seluruh partai politik (parpol). Salah satunya, parpol akan lebih teliti menyeleksi bakal caleg yang akan disodorkan ke KPU.

“Verifikasi itu bukan hanya semata-mata tugas KPU. Tapi juga tugas parpol. Karena pencalonan itu dimulai di parpol. Partai harus lebih teliti memeriksa berkas calon yang akan diusulkan ke KPU,” katanya.

Verifikasi di partai, sebut Castro, dapat menjadi langkah awal bagi parpol untuk membersihkan berkas-berkas palsu. Dengan begitu, potensi adanya caleg dengan berkas palsu dapat diminimalkan.

“Karena kalau ada caleg yang menggunakan berkas palsu, maka parpol itu sendiri yang rugi. Ketika sudah ada temuan waktu jadi anggota DPRD, yang malu itu parpol,” ucap Castro.

Dia menyarankan, verifikasi di tingkat parpol dan KPU tersebut dapat dilakukan secara berjenjang. Parpol dan penyelenggara pemilu dapat menggunakan tahapan-tahapan verifikasi hingga dapat dipastikan bakal caleg bebas dari berkas palsu.

Selain itu, kasus Sokhip tersebut dapat dijadikan peringatan bagi para politisi yang ingin bertarung di pemilihan legislatif. Pasalnya, penggunaan berkas palsu dapat merugikan caleg dan rakyat.

“Saya berharap ada sanksi tegas bagi pemalsu dokumen. Dia tidak hanya menipu penyelenggara pemilu, tetapi juga menipu rakyat. Karena itu, seluruh caleg di 2019 harus lebih mawas diri dan berhati-hati. Bahwa berkas yang mereka sodorkan harus steril dari dokumen palsu,” tutup Castro.

Diberitakan, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kaltim, Dahri Yasin menuturkan, Sokhip secara sah dan meyakinkan telah menggunakan surat keterangan ijazah palsu. Dasarnya, BK telah mengumpulkan bukti dari kepolisian, SMK Ahmad Yani Bangil, dan sejumlah lembaga di Pasuruan, Jawa Timur.

“Alat buktinya putusan pengadilan yang inkrah bahwa itu terbukti ijazah palsu. Sehingga BK merekomendasikan pada partainya untuk dilakukan pemberhentian atau penggantian. Nanti akan dibawa ke paripurna untuk diumumkan,” kata Dahri.

Ujar dia, sebelum diumumkan di paripurna, keputusan tersebut akan terlebih dulu dibahas di Badan Musyawarah (Banmus). “Nanti di Banmus akan dibahas bagaimana proses selanjutnya,” sebutnya. (*/um)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 01:35
ARUS BALIK

Razia Gabungan Incar Para Pendatang

SAMARINDA – Dalam upaya pengamanan arus balik setelah lebaran, Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) melakukan…

Rabu, 20 Juni 2018 01:35
Pilgub Kaltim 2018

Rapat Umum Dua Paslon Hangus

SAMARINDA – Sebelumnya melalui surat keputusan yang diterbitkan pada 27 Februari lalu, Komisi…

Selasa, 19 Juni 2018 00:08

Dewan Tak Restui Sekwan?

SAMARINDA – Pelantikan Muhammad Ramadhan sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kaltim pada 5…

Selasa, 19 Juni 2018 00:08
Pilgub Kaltim 2018

Debat Publik Paslon Terakhir Berdurasi 120 Menit

SAMARINDA – Durasi waktu debat publik pamungkas Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang…

Selasa, 19 Juni 2018 00:08

GAM Nyatakan Lawan Radikalisme

SAMARINDA – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Muda (GAM) Kaltim menyatakan menolak…

Selasa, 19 Juni 2018 00:08

Semarak Piala Dunia di Aston Samarinda Hotel & Convention Center

Gelaran Piala Dunia 2018 telah dimulai Kamis (14/6) lalu. Turnamen sepak bola terakbar itu akan berjalan…

Senin, 18 Juni 2018 17:38
ARUS MUDIK

Ribuan Armada Diterjunkan Layani Pemudik

SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim meyakinkan jika proses arus mudik dan arus balik…

Senin, 18 Juni 2018 17:37

CSR Bakal Dipungut Zakat

SAMARINDA – Keinginan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menarik pungutan 2,5 persen dana corporate…

Senin, 18 Juni 2018 17:37

Guru Honorer Minta Keadilan Gubernur

SAMARINDA – Forum Tenaga Honorer (FTH) Kaltim menyarankan Gubernur Kaltim membuat peraturan untuk…

Senin, 18 Juni 2018 17:36

Masyarakat Belum Melek Anggaran

SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menganggap saat ini masih sedikit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .