MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Jumat, 25 Mei 2018 00:01
Pemilu 2019
Verifikasi Berkas Caleg Harus Lebih Ketat

Belajar dari Kasus Penggunaan Ijazah Palsu Sokhip

Herdiansyah Hamzah(DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Penggunaan ijazah palsu yang oleh anggota DPRD Kaltim, Sokhip menimbulkan spekulasi bahwa verifikasi berkas calon legislatif (caleg) di Pemilu 2014 belum dilakukan secara teliti. Karenanya, kasus tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi penyelenggara pemilu agar lebih  detail memeriksa berkas caleg.

Hal itu dikatakan pengamat hukum dan politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Herdiansyah Hamzah, Kamis (24/5) kemarin. Kata dia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim perlu menerapkan pemeriksaan yang ketat. Sehingga dapat dipastikan caleg yang bertarung dalam pemilu terbebas dari berkas palsu.

“Justru pemeriksaan berkas ini yang sangat penting. Proses verifikasi adalah cara bagi KPU untuk memeriksa ijazah ilegal atau palsu. Jadi perlu pemeriksaan yang ketat pada saat pencalonan,” ucapnya.

Waktu pemeriksaan ijazah caleg, lanjut pria yang biasa disapa Castro itu, KPU dapat melakukan pemeriksaan di sekolah asal caleg. Salah satunya KPU perlu melihat secara detail nomor ijazah dan memastikan bahwa yang bersangkutan pernah menempuh pendidikan di sekolah atau perguruan tinggi tersebut.

“Padahal mudah saja untuk memastikan ijazah itu palsu atau tidak. Ketatkan saja pengecekan ijazah dan berkas lainnya. Supaya tidak ada lagi caleg yang lolos dengan berkas abal-abal,” imbuh Castro.

Dia menegaskan, kasus yang menimpa Sokhip dapat memberikan efek positif bagi seluruh partai politik (parpol). Salah satunya, parpol akan lebih teliti menyeleksi bakal caleg yang akan disodorkan ke KPU.

“Verifikasi itu bukan hanya semata-mata tugas KPU. Tapi juga tugas parpol. Karena pencalonan itu dimulai di parpol. Partai harus lebih teliti memeriksa berkas calon yang akan diusulkan ke KPU,” katanya.

Verifikasi di partai, sebut Castro, dapat menjadi langkah awal bagi parpol untuk membersihkan berkas-berkas palsu. Dengan begitu, potensi adanya caleg dengan berkas palsu dapat diminimalkan.

“Karena kalau ada caleg yang menggunakan berkas palsu, maka parpol itu sendiri yang rugi. Ketika sudah ada temuan waktu jadi anggota DPRD, yang malu itu parpol,” ucap Castro.

Dia menyarankan, verifikasi di tingkat parpol dan KPU tersebut dapat dilakukan secara berjenjang. Parpol dan penyelenggara pemilu dapat menggunakan tahapan-tahapan verifikasi hingga dapat dipastikan bakal caleg bebas dari berkas palsu.

Selain itu, kasus Sokhip tersebut dapat dijadikan peringatan bagi para politisi yang ingin bertarung di pemilihan legislatif. Pasalnya, penggunaan berkas palsu dapat merugikan caleg dan rakyat.

“Saya berharap ada sanksi tegas bagi pemalsu dokumen. Dia tidak hanya menipu penyelenggara pemilu, tetapi juga menipu rakyat. Karena itu, seluruh caleg di 2019 harus lebih mawas diri dan berhati-hati. Bahwa berkas yang mereka sodorkan harus steril dari dokumen palsu,” tutup Castro.

Diberitakan, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kaltim, Dahri Yasin menuturkan, Sokhip secara sah dan meyakinkan telah menggunakan surat keterangan ijazah palsu. Dasarnya, BK telah mengumpulkan bukti dari kepolisian, SMK Ahmad Yani Bangil, dan sejumlah lembaga di Pasuruan, Jawa Timur.

“Alat buktinya putusan pengadilan yang inkrah bahwa itu terbukti ijazah palsu. Sehingga BK merekomendasikan pada partainya untuk dilakukan pemberhentian atau penggantian. Nanti akan dibawa ke paripurna untuk diumumkan,” kata Dahri.

Ujar dia, sebelum diumumkan di paripurna, keputusan tersebut akan terlebih dulu dibahas di Badan Musyawarah (Banmus). “Nanti di Banmus akan dibahas bagaimana proses selanjutnya,” sebutnya. (*/um)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 00:12

MIRIS..!! Ribuan Anak Putus Sekolah di Lima Daerah

SAMARINDA – Sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam (SDA) nyatanya tak lantas membuat Kaltim…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:12

Gemar Berbagi Motivasi, Ingatkan Pentingnya Perencanaan Hidup

Selain dikenal sosok yang rendah hati, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi juga karib dengan…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:14
Polemik Kinibalu

Pengadilan Kabulkan Permohonan DPUPR

  SAMARINDA – Sengketa pembangunan masjid di lapangan Kinibalu akhirnya menemui titik terang.…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:13

Raperda RZWP3K Lindungi Nelayan!

SAMARINDA – Kritikan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:13

Masuk Musim Pancaroba, Mulai Waspada Wabah DBD!

SAMARINDA – Warga Kota Tepian patutnya mulai mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:12

Hibah dan Bansos Terancam Dikurangi

SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kaltim 2018 yang sebelumnya…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:11
Raperda LGBT

Raperda LGBT Tunggu Payung Hukum

SAMARINDA – Desakan publik agar dewan segera mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:10

Dewan Naikkan Target Pajak

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sepertinya harus mengencangkan ikat pinggang pada…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:10

Dulu Dikenal Sebagai Guru, Kini Dipercaya Jadi Wagub Kaltim

Di mana ada tekad, maka di situ aja jalan. Begitulah gambaran prinsip hidup dari seorang Hadi Mulyadi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:09

Oknum Polisi Malaysia Selundupkan Miras

KRAYAN – Oknum polisi Malaysia diamankan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .