MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Jumat, 25 Mei 2018 00:01
Penantian 46 Tahun, Bandara APT Pranoto Beroperasi

Targetkan Penerbangan Mancanegara, Diawali Rute Berau-Samarinda

BANDARA BARU: Keberadaan Bandara APT Pranoto di ibu kota Kaltim bukan lagi sekadar mimpi bagi masyarakat Samarinda.(SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Mimpi panjang Pemprov Kaltim membangun Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda akhirnya terwujud, Kamis (24/5) kemarin. Pengoperasian bandara yang berlokasi di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Sungai Siring itu ditandai dengan dibukanya rute penerbangan maskapai Xpress Air dari Berau ke Samarinda.

Kemarin, soft launching bandara yang populer dengan nama Bandara Samarinda Baru (BSB) ini dipimpin langsung oleh Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak dan dihadiri pejabat di lingkungan Pemerintah Kaltim. Serta sejumlah perwakilan Dirjen Penerbangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Susi Air dan Xpress Air adalah dua di antara maskapai penerbangan yang membuka penerbangan pertama di APT Pranoto, kemarin. Penerbangan perdana ini sekaligus mengawali pemindahan seluruh penerbangan lokal yang sebelumnya dilayani Bandara Temindung Samarinda, yang pada Selasa (23/5) lalu resmi ditutup pemerintah.

Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengatakan, dengan dibukanya Bandara APT Pranoto, cita-cita masyarakat Benua Etam memiliki bandara di ibu kota sudah direalisasikan. Selanjutnya, bandara akan dikelola oleh PT Angkasa Pura.

“Kami sangat bersyukur cita-cita pembangunan infrastruktur oleh pemerintah akhirnya dapat terwujudkan. Kami akan kerja sama dengan Angkasa Pura untuk membenahi bandara, terutama fasilitas yang ada di dalamnya,” ucap Gubernur.

Kata Awang, untuk merealisasikan pembangunan Bandara APT Pranoto, bukanlah perkara mudah. Berbagai permasalahan mengiringi pembangunan proyek bernilai ratusan miliar tersebut. Bahkan dibutuhkan waktu selama hampir 46 tahun untuk bisa mewujudkannya.

“Hampir 46 tahun kita hanya mengandalkan Bandara Temindung. Tapi kini kita sudah punya Bandara APT Pranoto. Kalau semua fasilitas bandara sudah siap, kami akan mengundang Presiden Joko Widodo untuk melakukan grend opening,” tuturnya.

Rencananya pada arus mudik libur lebaran bakal dibuka penerbangan lain seperti dengan Xpress Air. Penerbangan ini di luar pesawat ATR 42 dan ATR 72 yang sebelumnya beroperasi di Temindung. Selain itu, rute baru yang bakal dibuka di luar Kaltim yakni rute Samarinda- Makassar.

Tak hanya itu, beberapa maskapai seperti Lion Air, Sriwijaya, dan Garuda diketahui telah menyatakan kesediaannya membuka rute ke Bandara APT Pranoto. Karenanya, rute baru seperti yang ke Mamuju, Palu, Malang, Bandung, dan beberapa penerbangan lain akan segera dilayani.

“Saya sudah merencanakan landasan pacu (runway) bandara 3 ribu meter. Kami bisa membuat penerbangan langsung antara jemaah haji yang berangkat ke tanah suci, maupun yang langsung ke Madinah. Itu cita-cita saya. Saya yakin akan terwujud,” ucap mantan Bupati Kutai Timur dua periode ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Salman Lumoindong menjelaskan, di tahap awal pengoperasian Bandara APT Pranoto baru melayani rute domestik yang sudah ada di Temindung. Misalnya rute Berau, Melak, Tanjung Selor, dan rute penerbangan perintis.

“Nanti akan ada lima sampai enam penerbangan dalam sehari, sesuai rute bandara lama dari maskapai Xpress Air dan Susi Air. Tapi kalau sudah ada maskapai yang menyelesaikan izin rute, maka sudah ada penambahan rute,” ujar dia.

Kata Salman, saat ini sudah ada tiga maskapai penerbangan yang mengajukan rute penerbangan di APT Pranoto, yakni Wings Air, NAM Air, dan Garuda Indonesia. “Wings Air sudah mengajukan penambahan pelayanan rute khususnya jalur  Banjarmasin-Samarinda dan Balikpapan-Samarinda,” ungkapnya.

Bandara APT Pranoto sendiri memiliki luas area 13 hektare, terdiri dari sarana berupa gedung administrasi, runway 2.250 kali 45 meter, apron, taxiway 173 kali 23 meter, hanggar luas 36.342,4 meter persegi, gedung ATC serta perumahan karyawan bandara.

Sebagaimana keinginan Gubernur Awang Faroek, kawasan bandara akan dikembangkan untuk tujuan bisnis dan wisata berupa beragam properti seperti perkantoran, hotel, convention centre, fasilitas medis, zona perdagangan bebas, dan taman hiburan.

Sedangkan untuk rencana jangka panjang untuk instrument flight dan night flight, seperti pengadaan dan pemasangan ILS, DVOR, DME dan AFL. Review masterplan dengan rencana peningkatan panjang dan lebar runway, kapasitas apron, kapasitas terminal, dan kapasitas parkir kendaraan.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Agus Suwandi meminta pemerintah segera melengkapi kekurangan sarana dan prasarana pendukung bandara. Di antaranya pemasangan lampu di landasan pacu dan pagar bandara. Dia menilai, seperti lampu runway perlu segera dipasang agar penerbangan malam juga bisa dilayani.

“Saya ingin Pemprov Kaltim bisa mengusulkan anggarannya di APBD Perubahan 2018. Ya, untuk pemasangan lampu butuh sekira Rp 3-4 miliar. Cuma dari Kementerian inginnya di tahun 2019 baru dianggarkan, jadi sementara sabar aja dulu,” ujarnya.

Kasubdit Standarisasi Kemenhub RI, Agus Pramuka menilai, dari sisi sarana dan prasarana, Bandara APT Pranoto memang telah layak digunakan. Pasalnya secara operasional, kemampuan, dan kelaikan runway sudah tidak ada masalah.

“Bandara APT Pranoto ini arahnya ke Boeing 737-900ER. Tapi normalnya saat ini masih menggunakan pesawat ATR 42 dan ATR 72. Kalau untuk pengusulan anggaran penambahan fasilitas, nanti ada bidangnya sendiri di Kemenhub,” katanya.

Dia menyebut, bantuan anggaran pembangunan maupun penambahan fasilitas bandara, diberikan berdasarkan kebutuhan dan hasil kajian atas usulan yang disampaikan pemerintah terkait. “Semua sesuai kebutuhan dan program. Apa yang diusulkan, kalau layak dan dibutuhkan, tentu akan diprioritaskan,” tandas Agus. (drh)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 00:12

Gemar Berbagi Motivasi, Ingatkan Pentingnya Perencanaan Hidup

Selain dikenal sosok yang rendah hati, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi juga karib dengan…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:14
Polemik Kinibalu

Pengadilan Kabulkan Permohonan DPUPR

  SAMARINDA – Sengketa pembangunan masjid di lapangan Kinibalu akhirnya menemui titik terang.…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:13

Raperda RZWP3K Lindungi Nelayan!

SAMARINDA – Kritikan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:13

Masuk Musim Pancaroba, Mulai Waspada Wabah DBD!

SAMARINDA – Warga Kota Tepian patutnya mulai mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:12

Hibah dan Bansos Terancam Dikurangi

SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kaltim 2018 yang sebelumnya…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:11
Raperda LGBT

Raperda LGBT Tunggu Payung Hukum

SAMARINDA – Desakan publik agar dewan segera mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:10

Dewan Naikkan Target Pajak

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sepertinya harus mengencangkan ikat pinggang pada…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:10

Dulu Dikenal Sebagai Guru, Kini Dipercaya Jadi Wagub Kaltim

Di mana ada tekad, maka di situ aja jalan. Begitulah gambaran prinsip hidup dari seorang Hadi Mulyadi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:09

Oknum Polisi Malaysia Selundupkan Miras

KRAYAN – Oknum polisi Malaysia diamankan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas)…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:24
Info CPNS

4.131 Berkas CPNS Sudah Masuk BKPPD

 SAMARINDA – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Samarinda resmi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .