MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Sabtu, 26 Mei 2018 00:01
Dari Berjualan Santai, Sehari Bisa Untung Jutaan Rupiah

Melihat Aktifitas Pedagang Kue Memburu Rezeki di Bulan Ramadan

MUSIMAN: Bulan Ramadan dimanfaatkan para pedagang dadakan untuk berjualan aneka kue atau takjil berbuka puasa.(DEVI/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, Bulan Ramadan, selalu identik dengan yang namanya penjual takjil. Para penjual takjil ini akan terlihat memenuhi pinggiran jalan. Bagaimana tidak, bagi mereka yang berpuasa, dari siang hari terlebih menjelang  petang adalah momen yang paling tepat untuk berburu makanan berbuka.

DEVI NILA SARI, Samarinda

SEJAK hari pertama Ramadan, banyak para pedagang takjil dadakan yang mencoba mencari rezeki dengan memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini. Seperti Eri (26), ibu satu anak ini sehari-harinya memang merupakan penjual kue. Namun, selama bulan puasa, omzet yang ia dapatkan dari berjualan kue bisa berkali-kali lipat.

“Selama bulan puasa, keuntungan yang saya dapatkan bisa sampai dua kali lipat dibanding hari-hari biasa. Jika dihitung-hitung, dalam sehari saya bisa menjual 5 ribu hingga 7 ribu kue. Keuntungan yang saya dapatkan Rp 2 juta, itu sudah bersih,” ungkap Eri saat ditemui di lapaknya di Jalan Pramuka, Jumat (25/5) kemarin.

Angka yang fantastis jika dilihat hanya dari berjualan kue. Eri bercerita, jika kue yang ada di lapaknya rata-rata titipan orang semua. Dia hanya menjualkan. Dalam sehari ia bisa mengumpulkan uang Rp 9 juta hingga Rp 10 juta, namun itu merupakan jumlah kotornya, karena merupakan uang dari para penitip kue. Dan kue yang ia jual selalu habis semua.

“Habis terus mbak, enggak pernah sisa. Saya kan jualan di Pramuka, kawasan mahasiswa, jadi pelanggannya banyak dari mahasiwa sini. Tapi enggak tahu kalau udah liburan nanti, pasti agak sepi. Paling saya kurangi jualan biar enggak merugi,” tuturnya.

Memang, lapak Eri terlihat paling ramai di antara lapak lainnya di jalan tersebut. Hal tersebut wajar, karena dia menjajakan berbagai macam kue. Dari kue basah hingga kue kering dan berbagai macam es serta masakan lainnya. Sebut saja ada lumpia, bakwan, tahu isi, sanggar, sus, bingka, talam ubi, ampar tatak, bihun, es kelapa, es agar-agar, cendol, dan masih banyak lagi jajanan menggugah selera lainnya.

Berbeda dengan Eri yang jualannya selalu laris, Maya (16) salah satu penjual takjil di Jalan Slamet Riyadi mengungkapkan hal yang sebaliknya. Bahwa keramaian para pemburu takjil hanya terjadi di awal-awal Ramadan saja.

“Awal-awal Ramadan saja ramainya. Biasanya omzet bisa mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu per hari. Namun, sekarang hanya Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per hari,” ungkap dia.

Berbeda dengan Eri yang hanya menjadi tempat titipan bagi penjual kue lainnya, remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) itu menuturkan bahwa ia dan ibunya lah yang membuat kue-kue itu sendiri. Sebut saja di antara itu ada tahu isi, lumpia, bihun, dan mie.

Hal ini wajar terjadi, euforia pemburu takjil hanya terjadi pada awal Ramadan saja. Menjelang pertengahan puasa apalagi H-7 lebaran, masyarakat pasti akan memenuhi pusat-pusat perbelanjaan. Berburu pakaian untuk Idulfitri kelak.

Di lain pihak, Inah (37) sebagai salah satu penjual takjil di Jalan Baru mengaku jika penjualan kue nya selama ini masih stabil.

“Terkadang habis, terkadang sisa. Tapi lebih banyak habisnya sih daripada sisanya,” ungkap Ibu dua anak ini sambil tertawa.

Inah mengaku bahwa dialah yang membuat semua kue-kue itu sendiri, seperti amparan tatak, talam ubi, lapis, agar-agar dan kue-kue basah lainnya. Jika dagangannya sedang sepi, ia tidak berkecil hati, karena ia merasa wajar jika terkadang jualan ramai maupun sepi. “Rezeki semua ada yang mengatur mbak, yang penting kita sudah usaha,” pungkasnya. (****)


BACA JUGA

Kamis, 27 Desember 2018 19:19

2019, Kantong Plastik Dilarang

SAMARINDA – Upaya Pemkot Samarinda menata lingkungan dengan melarang penggunaan…

Kamis, 27 Desember 2018 19:17

Dari Anugerah Kencana Nasional untuk Wali Kota Samarinda

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima Anugerah Kencana Nasional 2018…

Minggu, 23 Desember 2018 17:27

Kontrak Penjualan LNG ke Jepang Bakal Habis, Begini Kata Gubernur...

SAMARINDA – Kontrak ekspor gas alam cair atau liquefied natural…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:44

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh

 “Kenaikan itu sudah cukup bagus. Karena di tahun-tahun sebelumnya, tingkat…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:43

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

SAMARINDA – Setiap pekerja berhak mendapat jaminan sosial. Hal ini…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:42

Gubernur dan Dubes Rusia Satu Meja

SAMARINDA - Untuk memastikan kelanjutan kerja sama proyek strategis di…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:41

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

Banyak cara dapat dilakukan untuk memperingati Hari Ibu Nasional yang…

Jumat, 21 Desember 2018 18:44

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar

SAMARINDA – Upaya antisipasi kelangkaan barang dan naiknya harga kebutuhan…

Jumat, 21 Desember 2018 18:43

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim belum berani mematok angka…

Jumat, 21 Desember 2018 18:42

2018, Asuransi Mobil Tumbuh Positif

SAMARINDA – Pertumbuhan jasa asuransi mobil di Kaltim pada 2018…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*