MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Minggu, 27 Mei 2018 00:01
Tidak Berizin, Bisnis Waralaba Menjamur

Ancam Pedagang Kecil, Bupati Akan Peninjauan Langsung

AKAN DITINJAU: Petugas salah satu waralaba di Sangatta sedang melayani konsumen, Sabtu (26/5).(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

PROKAL.CO, SANGATTA - Bisnis waralaba menjadi salah satu ancaman bagi pedagang warungan yang ada di Kutai Timur (Kutim). Pasalnya perkembangan usaha tersebut semakin melejit, namun mayoritas diantaranya tidak diimbangi kepemilikan izin usaha, yang berupa Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW), terlebih bagi waralaba lokal.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kutim, Achmad Dony mengatakan, data penerbitan STPW 2012 - 2017 di kementerian perdagangan, telah tercatat sebanyak 94 waralaba asing yang telah terdaftar di Indonesia. Bahkan di Kutim sendiri sudah sangat banyak usaha waralaba tidak berizin beroperasi.

"Sejumlah jaringan waralaba terus mengembangkan sayap bisnisnya dengan ciri khas yang berbeda, seperti produk obat-obatan, kuliner, laundry, bahkan sampai lembaga pendidikan. Selama ini, persaingan sektor usaha ini tidak kondusif karena cenderung dimonopoli oleh usaha-usaha besar," ujarnya saat dikonfirmasi belum lama ini.

Di tempat berbeda, Persatuan Pedagang Sembako Sangatta (PPSS), Azis mengeluhkan dampak menjamurnya waralaba yang semakin bebas. Hal tersebut menjadi pemicu keresahan setiap pedagang kecil. Pasalnya mampu berdampak buruk bagi pedagang menengah ke bawah.

"Akibatnya sangat luar biasa sehingga bisa mematikan usaha para pedagang kecil, alias menyebabkan usaha klontongan bisa gulung tikar. Jika hal tersebut terjadi, konsekuensi terburuknya kami kehilangan mata pencarian," tandasnya.

Menurut Bupati Kutim, Ismunandar mengaku sangat terkejut mendengar adanya salah satu toko waralaba tak resmi. Ia tidak menyangka perkembangan yang sangat pesat terjadi begitu saja, terlebih di Sangatta.

"Dari awal yang diketahui hanya ada enam, kenapa bisa meningkat menjadi empat belas. Kalau begini kami menduga adanya oknum perizinan yang mengeluarkan izin toko modern mengunakan jalur pintu dapur alias nakal," tuturnya.

Dirinya berencana untuk segera melakukan peninjauan langsung. Selain itu, ia juga akan melakukan pembenahan pada sistem perizinan yang berlaku. (*/la)


BACA JUGA

Sabtu, 29 Desember 2018 18:43

WARNING..!! Nelayan Dilarang Melaut, Ini Sebabnya..

SANGATTA - Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang meminta pada masyarakat…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:42

Kadarkum di Kutim Masih Minim

SANGATTA - Masih minimnya praktik keluarga sadar hukum (Kadarkum), merupakan…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:42

Melanggar Aturan, APK Disapu Bersih

SANGATTA - Alat peraga kampanye (APK) para calon legislatif yang…

Kamis, 27 Desember 2018 19:15

Gelar Perekaman KTP-El Massal

SANGATTA- Kementerian Dalam Negeri menyampaikan jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan…

Minggu, 23 Desember 2018 17:25

AWAS!!! Pembalap Liar Terancam Penjara

SANGATTA-  Bagi Anda yang suka kebut-kebutan dan balap liar bersiap-siaplah…

Minggu, 23 Desember 2018 17:23

Harga Kebutuhan Pokok Terpantau Stabil

SANGATTA – Jelang Natal dan tahun baru, harga kebutuhan pokok…

Minggu, 23 Desember 2018 17:23

KEREN!!! Lulusan SMKN 2 Dibidik Korea

SANGATTA- Perusahaan Korea meminta sekira 20 siswa lulusan SMKN 2…

Minggu, 23 Desember 2018 17:21

Harga Jual Anjlok, Begini Hasil Kesepakatan Forum Sawit dan Perusahaan

SANGATTA- Harga Rp 900 rupiah untuk pembelian Tandan Buah Segar…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:36

Ratusan Aparat Amankan Natal dan Tahun Baru

Sebanyak ratusan personel gabungan antar Polres, Kodim, Lanal, Dishub, dan…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:35

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

SANGATTA - Ribuan barang bukti minuman keras (miras) hasil kegiatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*