MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Minggu, 27 Mei 2018 00:01
Gelar Pengajian di Kolong Jembatan Taipo Hongkong
Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I (*)

PROKAL.CO, Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I

Teman  saya, yang juga seorang Dai Ambassador pada tahun 2017 lalu di Hongkong, ketika melihat postingan foto pengajian di kolong jembatan di Taipo, ia mengatakan, “sepertinya pernah ke sini yang dekat Terminal apa ya, taz?” tanya teman saya, Muhandis Az-zuhri, seorang  dosen di IAIN Pekalongan Jawa Tengah. Tampaknya memang beliau sangat terkesan sekali dengan model pengajian buruh migran Indonesia yang ada di Hongkong. Unik. Memang sangat mengesankan mengaji di bawah kolong jembatan.

Sementara ada juga teman saya yang mengatakan miris dan prihatin melihat postingan saya itu. Mungkin dia melihat dari sudut pandang yang berbeda, karena memang setiap isi kepala manusia pendapatnya pasti berbeda-beda. Beliau mengatakan, “apa enggak bising di bawah jembatan pengajiannya? Lho kok nggak di masjid atau di rumah atau di gedung-gedung nya yang menjulang tinggi sampai langit? Menyedihkan. Mengaji kok di kolong jembatan! gimana ceritanya nih?” Ini salah satu pendapat jemaah saya yang tidak perlu saya sebutkan namanya.

Inilah bukti, bahwa dalam segala sesuatu hal yang menurut kita sendiri itu baik, belum tentu menurut orang lain baik. Tentunya harus bijaksana dalam menyikapi segala perbedaan itu. Seperti orang buta yang mengatakan gajah itu lebar karena memegang kupingnya gajah. ada yang mengatakan gajah itu panjang karena memegang belalainya. Ada yang mengatakan gajah itu tajam karena memegang ujung gadingnya. Ada yang mengatakan gajah itu besar karena memegang perutnya. Ada yang mengatakan gajah itu keras karena memegang kakinya gajah. Ada juga yang mengatakan gajah itu berbulu karena memegang buntunya gajah.

Harus bisa selawatan jika mau memberikan ceramah di hadapan ibu-ibu majelis taklim di Hongkong. Terutama majelis taklim Al-Muhajiroh Taipo, majelis taklim yang setiap hari Sabtu berkumpul dan menggelar tikar di bawah kolong Jembatan Taipo. Ibu-ibunya pandai bermain rebana dan bersenandung selawat. Saya pun didaulat untuk berselawat. Untungnya saya ustaz kekinian. Ustaz gaul yang kata orang wajah saya mirip dengan Kim Jong Un. Hehe. Tawaran itu pun saya sambut dengan baik, dan melantunkan ya habibal qolbi yang sedang viral saat ini. Inilah  pentingnya metode dakwah. Berdakwah dengan santun, berdakwah menyesuaikan dengan mad’u nya. Sehingga dakwah yang disampaikan dapat diterima dan mudah untuk diamalkan.

Di sinilah letak uniknya pengajian di kolong jembatan di Hongkong, mengaji sambil hiburan. Sesekali orang lalu lalang mereka ada yang penasaran, bahkan ada yang sampai mendekati sambil mendengarkan, mendokumentasikannya dengan memotret, merekam video bahkan ikut menikmati sambal memberikan jempol good-nya. Bisa jadi, ini merupakan salah satu bentuk hidayah buat mereka. Amin.

Berbeda dengan di Macau, ungkap Rusmini, salah satu Volunteer Dompet Dhuafa Hongkong. Kalau  Macau pengajian biasanya digelar di malam hari, pagi sampai siang istirahat. Kalau di Hongkong pengajian digelar siang sampai sore hari. Dan kebanyakan umumnya pengajian itu dilakukan pada hari libur, yaitu Sabtu dan Minggu.

Jarak tempuh tempat pengajian kurang lebih sekitar 1 jam perjalanan bis bertingkat dua, antara Causeway Bay ke Taipo, dan itu pun harus menunggu agak lama. Setiap jurusan ada nomornya, untuk jurusan Causeway Bay (dekat Victoria Park, salah satu destinasi tempat kumpul dan pengajian BMI) – Taipo bernomor 370.

Manfaat  pengajian di Hongkong, mereka bisa sambil liburan juga, sambil bertemu dengan teman-teman, cerita-cerita sesama buruh migran, mereka bisa menceritakan segala masalahnya, dan curhatnya ke teman-teman.

Kondisi masyarakat di Hongkong itu memang semuanya menggunakan transportasi umum, jarang mereka menggunakan transportasi pribadi karena mahal.  Belum untuk biaya parkirnya, biaya per km nya pun itu diperhatikan bahkan dihitung. Tidak sembarangan memakai jalan umum, semua ada biayanya. Makanya di sini jarang macet dan orangnya juga sehat-sehat karena banyak yang jalan kaki, lalu lalang menyeberangi jalanan. (***)

)* Corps Dai Ambassador Dompet Dhuafa (CORDOFA), Tim Inti Dai Internasional dan Multimedia (TIDIM) LDNU, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STITSYAM) Bontang, Guru SMA YPK Bontang, Imam Besar Masjid Agung Al-Hijrah Kota Bontang, Penulis Buku: Fathul Khoir – Memahami Tajwid dengan 300 bait Syair, Perjalanan Dakwah di Eropa, Al-Ma’shumi – Metode mudah belajar Alquran, Pengantar Mata Kuliah Praktik Keterampilan Ibadah, Fiqih Al-Hijrah – Kumpulan Tanya Jawab Fiqih di Al-Hijrah.


BACA JUGA

Senin, 08 Oktober 2018 19:32

Desain Ideal Peraturan Daerah

Oleh: Herdiansyah Hamzah, S.H., LL.M. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman Samarinda) Peraturan…

Minggu, 07 Oktober 2018 00:02

Jangan Kebiri KPK

Oleh: Nason Nadeak, SH.,MH (Pimpinan Law Office Nason Nadeak, SH, MH & Associates) Upaya Pemerintah…

Selasa, 25 September 2018 00:04

Sangsel Bangkit Bersama Media

Dhedy Ketua Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT)  SANGATTA Selatan merupakan salah satu  …

Senin, 24 September 2018 18:29

Problematika PAW Anggota DPRD Samarinda

Oleh: Herdiansyah Hamzah, S.H., LL.M. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman Samarinda) Pergantian…

Senin, 17 September 2018 19:38

HAMIL DULUAN, NIKAH KEMUDIAN? OOH NO!

Oleh : Muthi' Masfu'ah / Yattini *) Owner Rumah Kreatif Salsabila, Koordinator Literasi DPW Kaltim dan…

Senin, 17 September 2018 19:33

Nasib Caleg Eks Koruptor Pasca Putusan MA

Oleh: Herdiansyah Hamzah, S.H., LL.M. (Dosen Fakultas Hukum Unmul Samarinda) Sejak awal penyusunan,…

Sabtu, 15 September 2018 00:20

ETIKA MASYARAKAT MAJEMUK

Sektiono Ketua Forum Pembauran Kebangsaan ( FPK ) – KOTA BONTANG  Kita menyadari bahwa dunia…

Kamis, 13 September 2018 18:38

Politik Dua Kaki DPRD

Oleh: Herdiansyah Hamzah, S.H.,LL.M. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman) Dewan Perwakilan…

Kamis, 06 September 2018 23:50

Medali Emas untuk Indonesia, Tambang Emas untuk Asing

Oleh: Dian Eliasari, S.KM  Usai sudah perhelatan akbar Asian Games 2018, meskipun ada duka dibalik…

Minggu, 26 Agustus 2018 00:05

Kemerdekaan Yang Tergadai

Oleh: Yusi Wulandari Ibu Rumah Tangga Agustus, bulan sakral bagi bangsa Indonesia. Karena di bulan tersebut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .