MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Jumat, 01 Juni 2018 00:01
Mantan PNS Jadi Pengedar Narkoba

Main Lintas Provinsi, Tiga Pengedar Lain Juga Dibekuk

TAK BERKUTIK: BNNP Kaltim berhasil menangkap gembong narkoba antar provinsi.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO,  

SAMARINDA – Setelah empat kali berturut-turut melakukan penindakan, untuk pertama kali Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim berhasil menangkap gembong narkoba di Jalan Mangga 2, Tanjung Redep, Kabupaten Berau, Selasa (29/5) lalu. Dari hasil penindakan tersebut, BNNP Kaltim menangkap sejumlah gembong narkoba yang meresahkan masyarakat Benua Etam.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kaltim, AKBP Tampubolon mengungkapkan, kasus tersebut berawal  dari penangkapan terhadap pengedar narkoba yang berinisial RY. Dari tangannya diamankan sabu seberat 58,2 gram.

“Dari informasi yang kami gali, RY ini mengedarkan narkoba di Kabupaten Berau. Dia mendapatkan sabu dari RM,” ungkap Tampubolon, Kamis (31/5) kemarin.

RM bukan pemain baru dalam percaturan dan pengedaran narkoba. Pada 2005 lalu, RM pernah dijebloskan di penjara kasus pengedaran narkoba. Karena ulahnya itu pula, RM dipecat dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Di antara mereka ada yang berstatus mantan PNS yang dipecat karena mengedarkan barang haram tersebut.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

RM berhasil ditangkap aparat di Jalan Pujangga, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Di tangan pelaku, petugas BNNP Kaltim menyita dua unit ponsel yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk transaksi narkoba.

Kata dia, rantai penyebaran narkoba tersebut tidak berhenti di RM. Hasil pengembangan aparat, didapatkan informasi bahwa RM mendapatkan narkoba dari RD.

“RD ini berada di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Kami menangkap dan mengamankannya beserta satu unit ponsel yang digunakan untuk komunikasi dengan RM,” ungkapnya.

Pengungkapan yang dilakukan BNNP Kaltim bukan kali pertama di bulan Mei 2018. Pada Minggu (27/5) lalu, aparat berhasil menangkap AR di pintu masuk Pantai Pemedas, Kelurahan Senipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Di tangan AR ditemukan satu poket sabu seberat 3,23 gram, satu unit ponsel merek samsung, dan satu buah kotak rokok merek marlboro.

“Sebelum penangkapan, kami telah mendapatkan informasi dari masyarakat terkait pengedaran narkoba yang dilakukan AR. Dia termasuk pengedar narkoba yang sering meresahkan masyarakat Samboja,” bebernya.

Penindakan dan penangkapan berikutnya, lanjut Tampubolon, juga dilakukan pada Jumat (25/4) lalu di Jalan Alaya Hijau, Kompleks Ruko Alaya, Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.

“Kami menangkap pasangan suami istri yang berinisial KF dan NT. Mereka ditangkap waktu membawa narkoba di dalam kemasan teh kotak,” katanya.

Di tangan pasangan suami istri tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 51,28 gram narkotika jenis sabu, satu bungkus masker merek indomaret, satu buah teh kotak, dua unit ponsel, dan satu unit sepeda motor.

Terakhir, pada Kamis (24/5) pekan lalu, petugas BNNP Kaltim melakukan penindakan dan penangkapan pengedar narkoba di Jalan Rajawali Dalam 3, RT 11, Kelurahan Pinang Dalam, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda.

Di lokasi tersebut, aparat menangkap seorang perempuan berinisial AN. Dari AN, disita barang bukti lima poket sabu seberat 2,32 gram, satu sendok takar, satu buah pipet kaca, satu buah korek api, dan satu unit ponsel.

AN mengaku mendapatkan sabu dari YN. Kemudian BNNP Kaltim bergerak cepat menindak pengedar barang haram tersebut. Tepat di Jalan Padat Karya, RT 13, Kelurahan Pinang Seribu, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, YN ditangkap dengan barang bukti berupa ponsel yang digunakan untuk berkomunikasi dengan AN.

“Setiap pengedar narkoba ini, kami akan menuntut dengan hukuman berat. Karena sebelumnya ada yang pernah menjadi residivis. Berdasarkan pasal 112, 114, 131, dan 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, maka pelaku terancam hukuman minimal lima tahun penjara. Maksimal ancaman hukuman seumur hidup dan hukuman mati,” tutupnya.  (*/um)


BACA JUGA

Kamis, 27 Desember 2018 19:19

2019, Kantong Plastik Dilarang

SAMARINDA – Upaya Pemkot Samarinda menata lingkungan dengan melarang penggunaan…

Kamis, 27 Desember 2018 19:17

Dari Anugerah Kencana Nasional untuk Wali Kota Samarinda

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima Anugerah Kencana Nasional 2018…

Minggu, 23 Desember 2018 17:27

Kontrak Penjualan LNG ke Jepang Bakal Habis, Begini Kata Gubernur...

SAMARINDA – Kontrak ekspor gas alam cair atau liquefied natural…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:44

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh

 “Kenaikan itu sudah cukup bagus. Karena di tahun-tahun sebelumnya, tingkat…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:43

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

SAMARINDA – Setiap pekerja berhak mendapat jaminan sosial. Hal ini…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:42

Gubernur dan Dubes Rusia Satu Meja

SAMARINDA - Untuk memastikan kelanjutan kerja sama proyek strategis di…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:41

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

Banyak cara dapat dilakukan untuk memperingati Hari Ibu Nasional yang…

Jumat, 21 Desember 2018 18:44

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar

SAMARINDA – Upaya antisipasi kelangkaan barang dan naiknya harga kebutuhan…

Jumat, 21 Desember 2018 18:43

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim belum berani mematok angka…

Jumat, 21 Desember 2018 18:42

2018, Asuransi Mobil Tumbuh Positif

SAMARINDA – Pertumbuhan jasa asuransi mobil di Kaltim pada 2018…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*