MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Minggu, 03 Juni 2018 02:32
Cara Unik Polres Tangkal Paham Radikalisme, Hadirkan Ulama Kondang Ke Kutim
TOLAK RADIKALISME: Al Habib Umar menyampaikan pesan kepada masyarakat Kutim, agar tak terjebak dengan paham radikalisme.(Dhedy Sangatta Post )

PROKAL.CO, AKSI terorisme yang terjadi di beberapa daerah, seperti Surabaya nampaknya masih terasa hingga saat ini. Siaga satu belum dicabut. Pengamanan ekstra terus ditingkatkan. Salah satunya di Mako Polres Kutim dan Kodim 0909 Sangatta. Petugas disiagakan dengan senjata lengkap.

Tak hanya itu, hampir di setiap momen dan kesempatan, Polres Kutim memberikan sosialisasi. Baik secara langsung, maupun tulisan. Deklarasi anti terorisme juga dijalankan.

Terakhir, menghadirkan ulama Kondang Habib Umar Muthorar asal Semarang. Ulama ini sengaja didatangkan dari Pulau Jawa untuk membahas secara khusus kesesatan paham radikalisme. Seluruh masyarakat Kutim diundang. Harapannya, agar mendapatkan wejangan agama yang benar dan tak terpengaruh oleh paham yang menyesatkan tersebut.

Benar saja, antusias masyarakat tinggi. Ribuan warga menghadiri tausiyah perdana tersebut. Terlihat jelas, masyarakat fokus mendengarkan ceramah ustaz yang kerap tampil di beberapa TV swasta itu.

Habib mengatakan, Nabi Muhammad SAW harus dijadikan cerminan dalam bertindak. Jika ada yang mengaku pejuang Nabi tetapi malah menyusahkan bahkan membunuh orang lain, ini jelas tidak menjadikan Nabi Muhammad sebagai cermin. 

A’wan PWNU Jawa Tengah ini menegaskan, mereka pelaku pengeboman sama sekali tidak meniru kanjeng Nabi. Dulu, jelasnya saat perang, Nabi tidak pernah memerangi kaum perempuan serta anak kecil juga tidak merusak tumbuhan. 

“Jadi apa yang dilakukan mereka, bukan merupakan ajaran Islam. Nabi tak sekalipun memberikan contoh. Mereka memiliki pemikiran yang salah," kata Habib.
Masyarakat diminta untuk tak terpengaruh dengan paham yang demikian. Karena hal itu akan merugikan diri sendiri dan orang banyak.

"Jika mau belajar agama, cari yang sudah dikenal. Bukan ajaran baru. Silahkan ke NU, Muhammadiyah. Mereka sudah tau semua ulama, ustaz-ustaz yang memiliki jalan yang lurus sesuai dengan rasulullah.

"Jadi dari rasulullah hingga ke ulama, ajarannya tersambung. Sehingga tak diragukan lagi. Kami juga meminta kepada para orang tua untuk menjaga anaknya agar tak terjerumus kepada paham ini," pesannya.

Sementara itu, Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menyatakan, pihaknya menghadirkan ulama untuk memberikan pemahaman agama yang benar kepada masyarakat Kutim. Untuk menangkal pemahaman radikalisme. Tak lain tujuannya, agar warga Kutim tak terjangkiti paham yang dianut kaum terorisme.

"Kami cinta masyarakat Kutim. Karenanya, berbagai cara pun kami lakukan. Salah satunya mendatangkan ulama untuk masyarakat Kutim," kata Kapolres Ristiawan.
Selain itu, pihaknya juga meminta wejangan kepada habib agar menyampaikan pesan berupa fatwa kepada masyarakat, untuk mensukseskan pilkada serentak 2018 ini. Harapannya, agar masyarakat tak golput dan memilih sesuai dengan hati nurani.

"Makanya kami mengambil tema tolak radikalisme dan mendukung Pilkada damai. Mudahan saja mimpi tersebut dapat tercapai di Kutim. Tetapi kami yakin, Kutim aman," katanya saat memberikan sambutan Tablig Akbar sekaligus buka puasa bersama tersebut.

Pada acara itu, sempat dihadiri Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang, unsur pimpinan OPD, FKPD, serta para habib di Kutim. Mereka semua kompak menolak radikalisme dan terorisme. (dy)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 19:33

DLH “Tekan” RSUD Lima Poin

SANGATTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim menyatakan, investigasi dugaan pencemaran lingkungan di…

Senin, 20 Agustus 2018 19:32

Tiga Hari Jelang Iduladha, Sebagian Harga Stabil

SANGATTA - Menurut pantauan Sangatta Post, pada Minggu (19/8) di Pasar Tradisional Sangatta Selatan,…

Senin, 20 Agustus 2018 19:31
Kabar Haji 2018

Distribusi Obat, Persiapan Jelang Wukuf

MAKKAH - Menjelang pelaksanaan wukuf atau haji di padang Arafah, sejak dua hari terakhir terus dilakukan…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:03
Semarak Hut RI Ke-73

Tak Menyangka Terpilih, Lawan Gugup dengan Percaya Diri

SANGATTA  - Trin Kamalia Yuli menjadi sorotan masyarakat yang menyaksikan upacara HUT ke-73 RI…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:03

Dewan Ingatkan Soal Gaji Honorer

SANGATTA -  Pembahasan APBD-Perubahan 2018  kembali digelar. Ini merupakan rapat  paripurna…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:03

Petani Bengalon Pesta Panen Timun dan Tomat

SANGATTA - Petani Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon menggelar pesta panen timun dan tomat, Rabu…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:03

BELUM TELAT..!! Kutim Mulai Pelototi Pariwisata

SANGATTA – Dipilihnya objek wisata bahari dipilih oleh para wisatawan bukan sekadar karena keindahannya.…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:03

Dukung Ketahanan Pangan, Tanam Bawang di Polybag

MEDIA polybag kini bisa dipergunakan untuk menanam bawang merah. Hal itu diuji coba oleh Dinas Perkebunan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 00:01

MIRIS!!! Anak di Bawah Tertangkap Edarkan Sabu

SANGATTA - Kepolisian kembali menggagalkan rencana transaksi pengedaran narkoba di Jalan Diponegoro…

Sabtu, 18 Agustus 2018 00:01
Semarak Hut RI Ke-73

Lahiran Usai Ikut Lomba Joget Balon

Tepat di hari kemerdekaan Indonesia, Jumat (17/8) kemarin rakyat Indonesia bergembira. Kebahagiaan berlebih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .