MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Minggu, 03 Juni 2018 02:32
Cara Unik Polres Tangkal Paham Radikalisme, Hadirkan Ulama Kondang Ke Kutim
TOLAK RADIKALISME: Al Habib Umar menyampaikan pesan kepada masyarakat Kutim, agar tak terjebak dengan paham radikalisme.(Dhedy Sangatta Post )

PROKAL.CO, AKSI terorisme yang terjadi di beberapa daerah, seperti Surabaya nampaknya masih terasa hingga saat ini. Siaga satu belum dicabut. Pengamanan ekstra terus ditingkatkan. Salah satunya di Mako Polres Kutim dan Kodim 0909 Sangatta. Petugas disiagakan dengan senjata lengkap.

Tak hanya itu, hampir di setiap momen dan kesempatan, Polres Kutim memberikan sosialisasi. Baik secara langsung, maupun tulisan. Deklarasi anti terorisme juga dijalankan.

Terakhir, menghadirkan ulama Kondang Habib Umar Muthorar asal Semarang. Ulama ini sengaja didatangkan dari Pulau Jawa untuk membahas secara khusus kesesatan paham radikalisme. Seluruh masyarakat Kutim diundang. Harapannya, agar mendapatkan wejangan agama yang benar dan tak terpengaruh oleh paham yang menyesatkan tersebut.

Benar saja, antusias masyarakat tinggi. Ribuan warga menghadiri tausiyah perdana tersebut. Terlihat jelas, masyarakat fokus mendengarkan ceramah ustaz yang kerap tampil di beberapa TV swasta itu.

Habib mengatakan, Nabi Muhammad SAW harus dijadikan cerminan dalam bertindak. Jika ada yang mengaku pejuang Nabi tetapi malah menyusahkan bahkan membunuh orang lain, ini jelas tidak menjadikan Nabi Muhammad sebagai cermin. 

A’wan PWNU Jawa Tengah ini menegaskan, mereka pelaku pengeboman sama sekali tidak meniru kanjeng Nabi. Dulu, jelasnya saat perang, Nabi tidak pernah memerangi kaum perempuan serta anak kecil juga tidak merusak tumbuhan. 

“Jadi apa yang dilakukan mereka, bukan merupakan ajaran Islam. Nabi tak sekalipun memberikan contoh. Mereka memiliki pemikiran yang salah," kata Habib.
Masyarakat diminta untuk tak terpengaruh dengan paham yang demikian. Karena hal itu akan merugikan diri sendiri dan orang banyak.

"Jika mau belajar agama, cari yang sudah dikenal. Bukan ajaran baru. Silahkan ke NU, Muhammadiyah. Mereka sudah tau semua ulama, ustaz-ustaz yang memiliki jalan yang lurus sesuai dengan rasulullah.

"Jadi dari rasulullah hingga ke ulama, ajarannya tersambung. Sehingga tak diragukan lagi. Kami juga meminta kepada para orang tua untuk menjaga anaknya agar tak terjerumus kepada paham ini," pesannya.

Sementara itu, Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menyatakan, pihaknya menghadirkan ulama untuk memberikan pemahaman agama yang benar kepada masyarakat Kutim. Untuk menangkal pemahaman radikalisme. Tak lain tujuannya, agar warga Kutim tak terjangkiti paham yang dianut kaum terorisme.

"Kami cinta masyarakat Kutim. Karenanya, berbagai cara pun kami lakukan. Salah satunya mendatangkan ulama untuk masyarakat Kutim," kata Kapolres Ristiawan.
Selain itu, pihaknya juga meminta wejangan kepada habib agar menyampaikan pesan berupa fatwa kepada masyarakat, untuk mensukseskan pilkada serentak 2018 ini. Harapannya, agar masyarakat tak golput dan memilih sesuai dengan hati nurani.

"Makanya kami mengambil tema tolak radikalisme dan mendukung Pilkada damai. Mudahan saja mimpi tersebut dapat tercapai di Kutim. Tetapi kami yakin, Kutim aman," katanya saat memberikan sambutan Tablig Akbar sekaligus buka puasa bersama tersebut.

Pada acara itu, sempat dihadiri Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang, unsur pimpinan OPD, FKPD, serta para habib di Kutim. Mereka semua kompak menolak radikalisme dan terorisme. (dy)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 00:14

Pakir Liar Makin Marak

  SANGATTA - Juru Parkir (Jukir) liar di Sangatta semakin marak.  Hampir di semua tempat ada. …

Kamis, 21 Juni 2018 00:14

Pasca Lebaran Harga Komoditas Masih Tinggi

SANGATTA - Hari raya Lebaran biasa menjadi salah satu momen kenaikan harga komoditas pangan, mulai dari…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14

Disorot Masyarakat, RSUD Mulai Kekurangan Dokter, Kerap Mati Lampu, Hingga Kebersihan

SANGATTA- Belakangan ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga menjadi sorotan masyarakat.  Ada…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14

Minim Tempat Hiburan, Jalur Caseway Jadi Alternatif

SANGATTA - Minimnya tempat berlibur lebaran bagi masyarakat Kutai Timur (Kutim), menjadikan caseway…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14

Dirut PDAM Ikut Bertarung di DPD RI

SANGATTA- Dari 38 calon Dewan Perwakilan  Daerah (DPD) dari Kaltim,  24 diantaranya berasal…

Rabu, 20 Juni 2018 01:34

Bosan Terima Alasan, Sanksi Tegas Menanti

SANGATTA – Momen Lebaran gemar dijadikan alasan untuk libur lebih panjang. Makanya Aparatur…

Rabu, 20 Juni 2018 01:34

Waspadai Penyakit Tidak Menular Usai Lebaran

SANGATTA - Banyaknya jenis makanan yang berlimpah saat perayaan hari raya Idul Fitri membuat masyarakat…

Rabu, 20 Juni 2018 01:34

Jumlah Angkut Kendaraan Maksimal 7 Unit, Ponton Diminta Tak Membangkang

SANGATTA - Banyaknya korban di ponton atau transportasi penyeberangan khas Sangatta membuat Dinas Perhubungan…

Rabu, 20 Juni 2018 01:34
ARUS BALIK

Arus Balik, Penumpang Pesawat Perintis Masih Normal

SANGATTA - Pemudik yang melakukan perjalanan arus balik menggunakan penerbangan pesawat perintis di…

Rabu, 20 Juni 2018 01:34

Jepu-jepu Membeludak, Teluk Lombok Sepi

PANTAI Jepu-jepu atau biasa di sebut JP-Jp Kecamatan Kaliorang semakin diminati wisatawan. Terlebih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .