MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Minggu, 03 Juni 2018 02:32
Cara Unik Polres Tangkal Paham Radikalisme, Hadirkan Ulama Kondang Ke Kutim
TOLAK RADIKALISME: Al Habib Umar menyampaikan pesan kepada masyarakat Kutim, agar tak terjebak dengan paham radikalisme.(Dhedy Sangatta Post )

PROKAL.CO, AKSI terorisme yang terjadi di beberapa daerah, seperti Surabaya nampaknya masih terasa hingga saat ini. Siaga satu belum dicabut. Pengamanan ekstra terus ditingkatkan. Salah satunya di Mako Polres Kutim dan Kodim 0909 Sangatta. Petugas disiagakan dengan senjata lengkap.

Tak hanya itu, hampir di setiap momen dan kesempatan, Polres Kutim memberikan sosialisasi. Baik secara langsung, maupun tulisan. Deklarasi anti terorisme juga dijalankan.

Terakhir, menghadirkan ulama Kondang Habib Umar Muthorar asal Semarang. Ulama ini sengaja didatangkan dari Pulau Jawa untuk membahas secara khusus kesesatan paham radikalisme. Seluruh masyarakat Kutim diundang. Harapannya, agar mendapatkan wejangan agama yang benar dan tak terpengaruh oleh paham yang menyesatkan tersebut.

Benar saja, antusias masyarakat tinggi. Ribuan warga menghadiri tausiyah perdana tersebut. Terlihat jelas, masyarakat fokus mendengarkan ceramah ustaz yang kerap tampil di beberapa TV swasta itu.

Habib mengatakan, Nabi Muhammad SAW harus dijadikan cerminan dalam bertindak. Jika ada yang mengaku pejuang Nabi tetapi malah menyusahkan bahkan membunuh orang lain, ini jelas tidak menjadikan Nabi Muhammad sebagai cermin. 

A’wan PWNU Jawa Tengah ini menegaskan, mereka pelaku pengeboman sama sekali tidak meniru kanjeng Nabi. Dulu, jelasnya saat perang, Nabi tidak pernah memerangi kaum perempuan serta anak kecil juga tidak merusak tumbuhan. 

“Jadi apa yang dilakukan mereka, bukan merupakan ajaran Islam. Nabi tak sekalipun memberikan contoh. Mereka memiliki pemikiran yang salah," kata Habib.
Masyarakat diminta untuk tak terpengaruh dengan paham yang demikian. Karena hal itu akan merugikan diri sendiri dan orang banyak.

"Jika mau belajar agama, cari yang sudah dikenal. Bukan ajaran baru. Silahkan ke NU, Muhammadiyah. Mereka sudah tau semua ulama, ustaz-ustaz yang memiliki jalan yang lurus sesuai dengan rasulullah.

"Jadi dari rasulullah hingga ke ulama, ajarannya tersambung. Sehingga tak diragukan lagi. Kami juga meminta kepada para orang tua untuk menjaga anaknya agar tak terjerumus kepada paham ini," pesannya.

Sementara itu, Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menyatakan, pihaknya menghadirkan ulama untuk memberikan pemahaman agama yang benar kepada masyarakat Kutim. Untuk menangkal pemahaman radikalisme. Tak lain tujuannya, agar warga Kutim tak terjangkiti paham yang dianut kaum terorisme.

"Kami cinta masyarakat Kutim. Karenanya, berbagai cara pun kami lakukan. Salah satunya mendatangkan ulama untuk masyarakat Kutim," kata Kapolres Ristiawan.
Selain itu, pihaknya juga meminta wejangan kepada habib agar menyampaikan pesan berupa fatwa kepada masyarakat, untuk mensukseskan pilkada serentak 2018 ini. Harapannya, agar masyarakat tak golput dan memilih sesuai dengan hati nurani.

"Makanya kami mengambil tema tolak radikalisme dan mendukung Pilkada damai. Mudahan saja mimpi tersebut dapat tercapai di Kutim. Tetapi kami yakin, Kutim aman," katanya saat memberikan sambutan Tablig Akbar sekaligus buka puasa bersama tersebut.

Pada acara itu, sempat dihadiri Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang, unsur pimpinan OPD, FKPD, serta para habib di Kutim. Mereka semua kompak menolak radikalisme dan terorisme. (dy)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04
Info CPNS

Hari Ini, Terakhir Pengembalian Berkas

SANGATTA – Pengembalian berkas tes CPNS ditutup hari ini. Jadwal itu sejatinya diperpanjang mengingat…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:04

SABAR AJA..!! Kasus TK2D Masih Panjang

SANGATTA -  Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) belum surut permasalahannya. Status hukumnya yang…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:03

Ketiga Kalinya, Kutim Berhasil Raih WTP

  SANGATTA - Kembali, Kutim meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:08

Siswa Tak Lagi Melantai

  SANGATTA - Beberapa sekolah yang siswanya  sempat  melantai  kini  tak lagi…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:07

Bupati “Ancam” Depak Kepala OPD

SANGATTA - Bupati Kutim, Ismunandar “mengancam” Kepala Organisasi Perangkat  Daerah…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:07
Info CPNS

BKN: Stasiun CAT Capai 80 Persen

  SANGATTA - Seleksi CPNS 2018 dipastikan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT),…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:06
Pemilu 2019

Masih Banyak Siswa Belum Terdaftar

  SANGATTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu melakukan faktualisasi data pemilih pemula,…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:05

IPA Tahap 2 Ditarget Rampung November

SANGATTA - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur PDAM Tirta Tuah Benua (PDAM) Kutim, Suparjan melakukan pengecekan…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:04
Porprov Kaltim 2018

Siapkan 12 Jenis Suvenir untuk Porprov

SANGATTA - Tidak lama lagi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) akan dilaksanakan di Kutim.…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:15
Info CPNS

Persiapan Diklaim 100 Persen

BADAN Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, mengklaim jika persiapan tes Calon Pegawai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .