MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Senin, 04 Juni 2018 17:10
Stok Obat Kosong Sering Dibebankan ke Peserta

Kendala Pelayanan Program JKN

Ilustrasi(Net)

PROKAL.CO, SANGATTA - Pelayanan obat di program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sering dikeluhkan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kutim. Pasalnya, peserta harus menanggung biaya obat yang kosong di Rumah Sakit.

Saat digelar rapat forum kemitraan program JKN beberapa lalu, ada banyak persoalan yang masih menjadi kendala. Berdasarkan laporan BPJS Cabang Samarinda, masih terdapat iur biaya yang dibebankan kepada peserta terkait obat kosong dan iur biaya rumah sakit yang tidak sesuai regulasi. Kedua, belum optimalnya sistem rujukan parsial atau pemeriksaan penunjang.

Selain itu, sistem rujukan berjenjang juga belum optimal. Contohnya, tindakan yang bisa ditangani di Fasilitas lKesehatan Tingkat Pertama (FKTP), tapi tetap di rujuk di tingkat selanjutnya.

Kemudian, pendistribusian dokter belum merata di kecamatan. Lalu, sistem pemberitahuan ke pasien soal dokter yang tidak berada di tempat masih belum maksimal. Ditambah lagi sarana prasarana, yakni rusaknya mobil ambulan dan kurangnya dokter gigi.

Selain itu, administrasi pelayanan yang masih menyulitkan peserta, karena peserta masih dimintai foto kopi KK di FKTP. Kemudian peserta JKN masih kurang nyaman dengan ruang tunggu baik di FKTP maupun di Rumah sakit.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Yulianti, berharap OPD yang bersinggungan langsung agar berkomunikasi dan fokus dalam mencarikan solusi kendala layanan JKN ini.

"Semoga BPJS dan Pemkab Kutim dapat terus kompak hingga melahirkan data peserta JKN yang valid," harapnya. Dia mengaskan, khusus untuk data Penerima bantuan iuaran (PBI) dan non PBI harus jelas antar Dinas terkait.

"Administrasi itu penting. Segera dirapatkan sehingga masalah yang timbul tidak berlarut-latur," terangnya. Rapat yang juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Bahrani, Direktur RSUD Kudungga Anik Istiyandari, Perwakilan Dinas Sosial, Bappeda, stakeholder serta jajaran BPJS Cab Samarinda turut dibahas permasalahan yang masih muncul di Kutim. (hd)


BACA JUGA

Sabtu, 29 Desember 2018 18:43

WARNING..!! Nelayan Dilarang Melaut, Ini Sebabnya..

SANGATTA - Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang meminta pada masyarakat…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:42

Kadarkum di Kutim Masih Minim

SANGATTA - Masih minimnya praktik keluarga sadar hukum (Kadarkum), merupakan…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:42

Melanggar Aturan, APK Disapu Bersih

SANGATTA - Alat peraga kampanye (APK) para calon legislatif yang…

Kamis, 27 Desember 2018 19:15

Gelar Perekaman KTP-El Massal

SANGATTA- Kementerian Dalam Negeri menyampaikan jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan…

Minggu, 23 Desember 2018 17:25

AWAS!!! Pembalap Liar Terancam Penjara

SANGATTA-  Bagi Anda yang suka kebut-kebutan dan balap liar bersiap-siaplah…

Minggu, 23 Desember 2018 17:23

Harga Kebutuhan Pokok Terpantau Stabil

SANGATTA – Jelang Natal dan tahun baru, harga kebutuhan pokok…

Minggu, 23 Desember 2018 17:23

KEREN!!! Lulusan SMKN 2 Dibidik Korea

SANGATTA- Perusahaan Korea meminta sekira 20 siswa lulusan SMKN 2…

Minggu, 23 Desember 2018 17:21

Harga Jual Anjlok, Begini Hasil Kesepakatan Forum Sawit dan Perusahaan

SANGATTA- Harga Rp 900 rupiah untuk pembelian Tandan Buah Segar…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:36

Ratusan Aparat Amankan Natal dan Tahun Baru

Sebanyak ratusan personel gabungan antar Polres, Kodim, Lanal, Dishub, dan…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:35

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

SANGATTA - Ribuan barang bukti minuman keras (miras) hasil kegiatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*