MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Kamis, 07 Juni 2018 01:07
Indikator ‘Labelisasi’ Gereja Ramah Anak Dipertanyakan
Foto wajah: Felly Lung (Ist)

PROKAL.CO, SANGATTA - Sekretaris Jendral Pemuda Katholik Kutim Felly Lung, menyanyangkan pernyataan pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) tentang Kutim yang belum mempunyai gereja ramah anak. Dia justru mempertanyakan indikator yang digunakan untuk menyematkan label tersebut.

“Apa indikator gereja ramah atau tidak buat anak-anak. Sehingga bisa memberi lebel gereja ramah anak atau tidak ramah buat anak,” kata Felly, melalui pesan teks, Rabu (6/6) kemarin.

Menurut Felly, dalam ajaran agamanya telah tertuang perintah untuk memuliakan anak di Gereja. Hal tersebut termaktub di dalam Matius 19: Bunyinya, “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

“Implementasi Matius 19 itu bisa dilihat dengan keseriusan Gereja Katholik dalam memuliakan anak-anak dalam Sekolah Minggu serta menanamkan ajaran-ajaran nilai kasih itu sendiri,” ujarnya.

Dia menekankan program Kabupaten Layak Anak (KLA) tidak punya hak untuk memberi lebel gereja ramah anak atau tidak. Apalagi hanya dengan justifikasi atau indikator gereja tersebut tidak pernah dilatih KHA dan PHA.

“Atau tidak pernah ikut sosialisasi UU Perlindungan Anak. Ini sangat dangkal dan sudah masuk ke ranah sensitif,” ujarnya.

Makanya dia menyayangkan pernyataan pihak DPPPA yang mengatakan belum ada gereja yang bertaraf ramah anak. Apalagi muncul statement gereja dinyatakan ramah anak jika telah mampu menghadirkan kasih Allah, mengasihi tanpa diskriminasi dan tanpa syarat, mengutamakan kepentingan terbaik anak, memberikan ruang untuk anak berpartisipasi seluas-luasnya, dan memberikan hak-hak dasar anak seperti keberlangsungan hidup, tumbuh kembang, partisipasi perlindungan.

Felly menganggap semua gereja telah melakukan dan menanamkan nilai-nilai tersebut dalam pembentukan tunas-tunas muda Kristiani, baik dalam sekolah Minggu ataupun PAUD. Makanya, dia menilai pernyataan DPPPA ini secara tidak langsung menyudutkan Gereja di Kutim.

“Menurut Saya harus menghadirkan data dan fakta sebelum membawa-bawa gereja di Kutim dikatakan tidak ramah anak, apalagi dijadikan sebagai indikator KLA. Jika KLA yang didengungkan dengan memberikan lebel, Saya rasa hal ini sudah cukup terlalu jauh. Kami akan meminta pertanggung jawaban pernyataan tersebut, jika tidak didasari oleh fakta dan bukti,” tegasnya. (hd)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 00:02

Jangan Mudah Tergiur dengan Harga Tak Wajar

SANGATTA - Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur (Kemenag) Kutim terus mengimbau masyarakat agar waspada…

Jumat, 22 Juni 2018 00:00

Arus Mudik dan Balik Nihil Lakalantas

SANGATTA - Pada musim mudik dan arus balik lebaran 2018, Polres Kutai Timur (Kutim), tercatat penurunan…

Jumat, 22 Juni 2018 00:00

Khawatir Pendatang Masuk Kutim, Arus Balik Dijaga Dishub

SANGATTA - Sejak kemarin hingga (21/6) kemarin arus balik mulai terlihat. Diprediksi, puncaknya pada…

Jumat, 22 Juni 2018 00:00

Polres Bentuk Group Anti Kriminal

SANGATTA- Agar segala permasalahan di Kutim cepat sampai ke tangan Polres Kutim, maka Polres Kutim membentuk…

Jumat, 22 Juni 2018 00:00

Jumlah Mustahiq Menurun 75 Persen

SANGATTA - Penyaluran zakat fitrah oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Agung Al Faruq berjalan lancar.…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14

Pakir Liar Makin Marak

  SANGATTA - Juru Parkir (Jukir) liar di Sangatta semakin marak.  Hampir di semua tempat ada. …

Kamis, 21 Juni 2018 00:14

Pasca Lebaran Harga Komoditas Masih Tinggi

SANGATTA - Hari raya Lebaran biasa menjadi salah satu momen kenaikan harga komoditas pangan, mulai dari…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14

Disorot Masyarakat, RSUD Mulai Kekurangan Dokter, Kerap Mati Lampu, Hingga Kebersihan

SANGATTA- Belakangan ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga menjadi sorotan masyarakat.  Ada…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14

Minim Tempat Hiburan, Jalur Caseway Jadi Alternatif

SANGATTA - Minimnya tempat berlibur lebaran bagi masyarakat Kutai Timur (Kutim), menjadikan caseway…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14

Dirut PDAM Ikut Bertarung di DPD RI

SANGATTA- Dari 38 calon Dewan Perwakilan  Daerah (DPD) dari Kaltim,  24 diantaranya berasal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .