MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Jumat, 08 Juni 2018 01:48
Yuliana Minta Maaf Soal Gereja Ramah Anak

Murni Ingin Dukung Terwujudnya Program KLA

MEDIASI : Kemenang Kutim memediasi pertemuan antara pemuda Katolik diwakili Wihelmus dan Yuliana dari DPPPA.(Foto Dhedy/Sangatta Post )

PROKAL.CO, SANGATTA - Kasi Hak Sipil, Informasi, dan Partisipasi BPPA, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim, Yuliana tak menyangka apa yang diucapkannya di media terkait 

sebutan Kutim belum punya gereja ramah anak berbuntut panjang. Karenanya, dirinya meminta maaf kepada semua warga yang tersinggung. Jika, apa yang disampaikannya dianggap tak pantas dan tak sesuai dengan harapan.

"Sebagai manusia, saya tak luput dari kesalahan. Mungkin saya khilaf. Saya minta maaf jika ada yang tersinggung dengan ucapan saya," kata Yuliana.

Hanya saja, apa yang disampaikannya tak sedikitpun berniat untuk mengarah kepada hal yang negatif. Bahkan tujuannya positif. Yakni, agar Kutim mendapatkan prestasi Kabupaten Layak Anak (KLA).

"Mungkin saya terlalu bersemangat untuk menyampaikan KLA. Tetapi jujur dalam hati saya, tak sedikitpun saya punya niat lain. Saya hanya mau mensosialisasikan KLA saja," katanya.

Memang akunya, semua gereja di Kutim sudah ramah anak. Hanya saja, ada beberapa indikator yang harus disempurnakan. Seperti, sarana bermain anak, ruang baca, pojok menyusui, rute penyebrangan aman, dan PAUD.

"Semua sudah ramah anak. Tetapi ada sebagian belum memiliki Indikator-Indikator KLA. Maksud saya seperti itu," katanya.

Dirinya juga mengaku akan menyambangi beberapa gereja di Kutim. Tak lain, untuk menjelaskan maksud dari pernyataannya. Serta meminta maaf jika ada kata yang tak laik.

"Kami akan sambangi gereja. Intinya tujuan kami baik. Agar KLA dapat terwujud," katanya.

Sebelumnya, Wihelmus, Ketua Dewan Penasehat Awam Pemuda Katolik, meminta kepada yang bersangkutan meminta maaf atas pernyataannya.

"Kami meminta klarifikasi dan membuat pernyataan maaf di media agar masalah bisa dilokalisir dan bisa segera berakhir. Tetapi setelah pertemuan di Kemenag, kami nyatakan sudah aman. Tidak ada permasalahan lagi," katanya. (dy)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .