MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Minggu, 10 Juni 2018 00:02
ARUS MUDIK
Demi Mudik, Rela Tidur di Emperan

Lebihi Kapasitas, Dishub Larang Kapal Berlayar

TAK LAYAK: Sejumlah penumpang di salah satu kapal di Pelabuhan Samarinda tidak mendapat tempat tidur yang layak.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Arus mudik menjelang Idulfitri 1439 Hijriyah mulai melonjak. Salah satu moda transportasi murah yang digunakan untuk mudik yakni kapal laut. Karena semakin banyak masyarakat yang pulang ke daerah asalnya, sebagian ada yang bahkan rela tidur di emperan kapal.

Murni (45), perempuan asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan itu pulang bersama dua orang anak, satu saudara kandung, dan suaminya. Mereka naik di atas kapal Prince Soya di Pelabuhan Samarinda tepat pukul 12.35 Wita.

Dia tidak mengira, kapal tersebut telah dipenuhi penumpang. Padahal kapal akan berlabuh dari Pelabuhan Samarinda menuju Pelabuhan Pare-Pare pada Ahad (10/6) siang ini. Di luar perkiraannya pula, sebelum berlayar dirinya beserta keluarga harus menunggu semalaman di pelabuhan tersebut.

“Karena memang begitu biasanya. Baru jalan hari Minggu pagi atau siang. Saya tidak tahu sih apa alasannya. Tetapi yang pasti, saya dengar besok (hari ini, Red.) baru kapal berlayar,” ungkapnya pada Metro Samarinda, Sabtu (9/6) kemarin.

Meski kapal telah dipenuhi penumpang yang bahkan rela tidur di emperan kapal, puluhan orang masih menaiki kapal yang akan berlayar ke Pelabuhan Pare-Pare tersebut. Melihat media ini memotret Murni beserta keluarganya, salah seorang petugas kapal berpura-pura menutup pintu kapal.

Namun tak berselang beberapa waktu kemudian, pintu kapal kembali dibuka. Sekira pukul 13.30 Wita, satu-satunya pintu kapal di bagian tengah masih terus dilewati penumpang yang hilir mudik mengantar para penumpang.

Berselang beberapa menit, media ini turun dari kapal. Di bawah, terlihat beberapa orang memasukkan barang bawaannya. Sementara para penumpang berlarian takut ketinggalan kapal.

Salah seorang penumpang, Alif Zakaria (52) mengaku, tiket kapal tersebut tergolong lebih mahal dibandingkan di hari-hari biasa. Biasanya jika ingin berlayar menuju Kabupaten Bone, dirinya hanya mengeluarkan uang Rp 500 ribu untuk mendapatkan tiket.

“Tetapi sekarang saya beli tiket Rp 600 ribu. Itu pun hanya sampai Pelabuhan Pare-Pare. Untuk ke Bone, butuh biaya lagi untuk bayar traver Rp 150 ribu. Jadi seluruhnya saya harus keluar uang Rp 750 ribu per orang,” ungkapnya.

Namun karena ingin pulang ke kampung halaman, Alif beserta keluarganya rela merogok koceknya. Tak lain agar bisa merayakan Idulfitri 1439 Hijriyah di tempat kelahirannya.

“Mau bagaimana lagi. Namanya juga sudah setahun enggak pulang. Ya harus pulang. Walau pun keluar uang banyak dan tidak mendapatkan tempat tidur yang layak,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Salman Lumoindong mengingkatkan, agar seluruh awak kapal yang berlayar di beberapa pelabuhan yang tersebar di Benua Etam tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang telah ditentukan. Pasalnya, setiap kapal memiliki batas maksimum jumlah penumpang.

Misalnya untuk standar Kapal Binaiya hanya boleh mengangkut 1.700 orang. “Kami berharap jumlah penumpang tidak melebihi batas maksimum kapal yang sudah ditentukan. Kalau misalnya hanya 20 orang saja kapasitasnya, ya jangan dilebihkan,” ucapnya.

Jika melebihi standar maksimum tersebut, maka Otoritas Dermaga tidak segan menahan izin pelayaran kapal. “Kelebihan kapasitas penumpang itu salah satu pelanggaran yang bisa memperlambat pelayaran. Dari situ, petugas bisa menyetop kapal,” tutupnya. (*/um)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 00:02
Pilgub Kaltim 2018

Ribuan Linmas Siap Amankan Pilgub 2018

SAMARINDA – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 tinggal menghitung hari. Untuk itu, Satuan…

Jumat, 22 Juni 2018 00:00

Kedapatan Bolos, TPP PNS Bakal Dipotong

TUNJANGAN tambahan penghasilan pegawai (TPP) untuk pegawai negeri sipil (PNS) yang kedapatan membolos…

Jumat, 22 Juni 2018 00:00

Jatam Desak Paslon Suarakan Moratorium

SAMARINDA – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim mendesak empat pasangan calon (paslon) yang…

Jumat, 22 Juni 2018 00:00

Tak Kunjung Diberangkatkan PT H20, Puluhan Calon Jemaah Haji Lapor Polisi

SAMARINDA – Puluhan calon jemaah haji yang berasal dari Bontang, Samarinda, dan Kabupaten Kutai…

Jumat, 22 Juni 2018 00:00
Debat Pilgub Kaltim

Debat Terakhir Pilgub Jadi Penentu

SAMARINDA – Hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada Rabu (20/6)…

Kamis, 21 Juni 2018 22:35
Pemprov Kaltim

Gubernur: Kinerja Harus Lebih Baik

SAMARINDA - Hari pertama turun kerja pasca libur Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah, Pemprov Kaltim menggelar…

Kamis, 21 Juni 2018 22:34
Pemprov Kaltim

SBY: Awang Gubernur Terbaik

SAMARINDA - Kepemimpinan dan kinerja Gubernur Awang Faroek Ishak kembali menuai pujian. Kali ini datang…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14
Pilgub Kaltim 2018

Debat Publik Terakhir Pilgub Kaltim, Paslon Ditantang Isu Korupsi

SAMARINDA – Isu korupsi pernah menimpa empat pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14
Pilgub Kaltim 2018

Survei LSI Denny JA, Empat Kandidat Berselisih Tipis

SAMARINDA – Menyusul survei dari Lembaga Strategis Indonesia (LSI) yang menimbulkan polemik, survei…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14
Pilgub Kaltim 2018

Tak Terdaftar, Bawaslu Bakal Panggil LSI

SAMARINDA – Publikasi hasil survei Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 yang dilakukan Lembaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .