MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Senin, 11 Juni 2018 17:08
Kakek 65 Tahun Tewas Terpanggang

Kebakaran di Teluk Lerong Ulu Hanguskan Tiga Rumah

MEMAKAN KORBAN: Kebakaran yang terjadi Minggu (10/6) pagi memakan seorang korban jiwa dan menghanguskan tiga rumah.(ISTIMEWA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Minggu (10/6) pagi, sekira pukul 05.45 Wita warga Gang 4, RT 14 Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, dikagetkan dengan kobaran api yang muncul dari rumah warga bernama Muhammad Husein. Tak pelak, si jago merah menjalar dengan cepat ke tiga rumah lainnya. Hanya berselang beberapa menit, tiga rumah rata dengan tanah.

Ferdian (32), seorang saksi mata, mengaku dirinya sedang tertidur pulas ketika api pertama kali muncul dari rumah Husein. “Saya tidur di rumah belakang. Saya terbangun beberapa menit setelah api membesar. Semua orang masih tertidur. Saya lihat ada api di rumah sebelang. Kemudian saya berlari dan membangunkan warga,” tuturnya.

Api sudah terlanjur membakar sebagian besar rumah Husein tatkala warga berusaha memadamkannya. Sedangkan mobil pemadam kebakaran baru berdatangan 30 menit setelah api membakar rumah Husein.

“Saat saya melihat api, kamar di depan ini sudah terbakar,” kata Erwin (40), saksi mata lainnya sambil menunjuk salah satu kamar di rumah Husein. Dia menyebut, di kamar itu pula pertama kali api muncul.

Puluhan mobil kebakaran sempat dikerahkan untuk memadamkan api. Namun terhambat karena kekurangan air. Meski berdekatan dengan Sungai Mahakam, saat kebakaran berlangsung kondisi air sedang surut. Sehingga beberapa mobil yang dikerahkan tidak mampu menyedot air yang berjarak puluhan meter dari pinggir Sungai Mahakam.

Alasannya, selang mobil untuk pemadaman api tidak terlalu panjang. “Beberapa mobil yang dibawa ke sini tidak mampu menjangkau api. Didatangkan lagi mobil yang lain, kondisinya sama saja. Sedangkan kami dalam keadaan panik semua. Takut api tidak bisa segera dipadamkan,” ungkap Erwin.

Kemudian, mobil pemadam yang selangnya lebih panjang dikerahkan untuk menjinakkan api. Atas bantuan puluhan warga, api dapat dipadamkan setelah menghanguskan tiga rumah dan sebagian besar teras satu rumah milik warga lainnya.

Sayangnya, meski api sudah mampu dipadamkan, nyawa Husein tak terselamatkan. Pasalnya kakek 65 tahun itu terjebak di tengah kobaran api. Erwin menuturkan, saat warga berhamburan keluar dari rumahnya, Husein masih terjebak di dalam kamar.

“Banyak warga yang berteriak supaya almarhum diselamatkan. Tetapi tidak ada satu pun yang berani masuk di dalam rumah. Karena api sudah membesar. Jangankan untuk masuk, mendekat saja dari sumber api kami tidak berani,” sebutnya.

Ketika api sudah padam, warga dan petugas berbondong-bondong mengangkat jasad Husein. Dari pantauan Ferdian, sebagian besar organ tubuh korban telah terpisah. Bahkan saat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie, bagian kaki korban sempat tertinggal di lokasi kejadian.

“Petugas kembali lagi ke sini mencari bagian tubuh almarhum Husein. Akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi awal. Tetapi kondisinya sudah terpotong,” jelas Ferdian.

Ketua RT 14 Teluk Lerong Ulu, Johansyah menduga api pertama kali muncul di kamar bagian depan rumah Husein karena korsleting listrik. “Karena tepat di sumber api itu ada sambungan listrik. Memang di awal kebakaran, tidak ada ledakan. Makanya dugaan kami api itu muncul karena korsleting listrik,” ungkapnya. (*/um)

INFO GRAFIS

Pukul 05.45 Wita: Api muncul pertama kali di rumah Muhammad Husein.

Pukul 06.00 Wita: Warga melihat kobaran api telah membesar di kamar bagian depan rumah Husein.

Pukul 06.05 Wita: Beberapa warga membangunkan pemilik rumah yang terbakar.

Pukul 06.15 Wita: Mobil pemadam kebakaran berdatangan. Petugas berusaha memadamkan api yang telah menjalar ke sebagian besar rumah Husein.

Pukul 06.45 Wita: Api berhasil dipadamkan.

Pukul 07.05 Wita: Husein ditemukan tidak bernyawa di kamarnya. Sebagian organ tubuhnya terlepas.

Pukul 07.15 Wita: Jenazah Husein dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk diotopsi.

Pukul 13.00 Wita: Korban dimakamkan di TPU Muslim Teluk Lerong, Samarinda.

Sumber: Keterangan Saksi Mata

 


BACA JUGA

Kamis, 27 Desember 2018 19:19

2019, Kantong Plastik Dilarang

SAMARINDA – Upaya Pemkot Samarinda menata lingkungan dengan melarang penggunaan…

Kamis, 27 Desember 2018 19:17

Dari Anugerah Kencana Nasional untuk Wali Kota Samarinda

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima Anugerah Kencana Nasional 2018…

Minggu, 23 Desember 2018 17:27

Kontrak Penjualan LNG ke Jepang Bakal Habis, Begini Kata Gubernur...

SAMARINDA – Kontrak ekspor gas alam cair atau liquefied natural…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:44

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh

 “Kenaikan itu sudah cukup bagus. Karena di tahun-tahun sebelumnya, tingkat…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:43

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

SAMARINDA – Setiap pekerja berhak mendapat jaminan sosial. Hal ini…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:42

Gubernur dan Dubes Rusia Satu Meja

SAMARINDA - Untuk memastikan kelanjutan kerja sama proyek strategis di…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:41

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

Banyak cara dapat dilakukan untuk memperingati Hari Ibu Nasional yang…

Jumat, 21 Desember 2018 18:44

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar

SAMARINDA – Upaya antisipasi kelangkaan barang dan naiknya harga kebutuhan…

Jumat, 21 Desember 2018 18:43

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim belum berani mematok angka…

Jumat, 21 Desember 2018 18:42

2018, Asuransi Mobil Tumbuh Positif

SAMARINDA – Pertumbuhan jasa asuransi mobil di Kaltim pada 2018…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*