MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Senin, 11 Juni 2018 17:09
Pelaut Itu Pergi Selamanya
MEMAKAN KORBAN: Kebakaran yang terjadi Minggu (10/6) pagi memakan seorang korban jiwa dan menghanguskan tiga rumah. (ISTIMEWA)

PROKAL.CO, KEMATIAN Muhammad Husein (65) akibat kebakaran di Gang 4, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Samarinda dengan cepat diketahui pihak keluarga. Anak sulung Husein, Robbi Leksala (40) mengaku tidak menyangka ayahnya meninggal akibat kebakaran yang melanda kediamannya sendiri.

Dia mengaku, ayahnya sudah tujuh tahun mengalami stroke. Waktu kebakaran melanda rumahnya, Husein sendirian di rumah. Pasalnya, Robbi tinggal di RT 19, Kelurahan Teluk Lerong, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

“Sebenarnya beliau tidak tinggal sendiri di rumah. Ada keponaan kami namanya Haidir. Umurnya sudah 28 tahun. Cuma waktu kejadian, dia enggak tidur di rumah. Enggak tahu dia tidur di mana. Hanya Bapak di rumah,” ujarnya.

Robbi mengaku tidak mengetahui saat kebakaran melanda rumah Husein. Salah seorang keluarganya yang lantas memberitahukan setelah api menjalar ke sebagian besar rumah masa kecilnya itu. “Ipar saya yang kasih tahu, kalau di rumah terjadi kebakaran. Saya langsung ke TKP (Tempat Kejadian Perkara, Red.). Tetapi api sudah membesar. Sebagian rumah sudah terbakar,” jelasnya.

Robbi sempat berusaha memadamkan api. Bahkan dirinya tahu di dalam rumah tersebut terdapat ayahnya yang tengah terjebak dalam kobaran api. Namun Robbi tidak berdaya menyelamatkannya karena api telah membesar.

“Saya berusaha menyelamatkan beliau. Tetapi enggak bisa. Banyak yang larang masuk rumah. Saya hanya bisa menangis dan pasrah saja. Kalau saja bisa masuk rumah itu, saya pasti menyelamatkan ayah,” ungkapnya.

Soal penyebab korsleting listrik yang mengakibatkan kebakaran yang melanda rumah tersebut, Robbi mengaku telah berulang kali meminta pegawai Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk meremajakan sambungan kabel di rumah ayahnya.

“Kalau tidak salah sudah dua kali kami minta kabel di rumah itu diperbaiki. Tetapi sampai kebakaran terjadi, tidak ada perbaikan,” ujarnya.

Robbi mengaku, setiap hari ayahnya hanya berada di rumah. Penyakit stroke telah melumpuhkannya. Sehingga sehari-hari, almarhum hanya dibantu Haidir dan anak-anaknya untuk beraktivitas. “Kami sudah tinggal di sana 43 tahun. Sejak saya kecil, Mas. Sebelumnya memang tinggal di Banjarmasin. Tetapi pindah ke Samarinda,” beber Robbi.

Disinggung profesi almarhum Husein, dia mengungkapkan, sebelum terkena stroke, sang ayah berprofesi sebagai pelaut. Profesi tersebut membuat Husein jarang pulang ke rumah. Terkadang sampai bertahun-tahun baru dapat bertatap muka dengan istri dan kedua anaknya.

“Beliau bekerja sebagai pelayar di kapal milik swasta. Jarang di rumah. Saya hanya beberapa kali melihat beliau pulang. Dari kecil kami sering ditinggal. Beliau keliling Indonesia. Paling jauh ke Singapura dan Malaysia,” ucapnya.

Sedangkan ibu Robbi bernama Nur Rita, telah meninggal dunia lima tahun yang lalu. Robbi sendiri memiliki seorang saudara perempuan bernama Lebrina Leksala. Kini tinggal di Kota Malang. “Sedih mas. Enggak nyangka bisa begini,” tutupnya. (*/um)


BACA JUGA

Senin, 24 September 2018 18:33
Pemilu 2019

Kepala Daerah Jadi Timses Capres, Tjahjo: Itu Pilihan Politik

  SAMARINDA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai keterlibatan kepala daerah sebagai…

Senin, 24 September 2018 18:32

Herwan Terancam “Non-Job”

SAMARINDA – Sejak awal Januari 2018, riak-riak perebutan kekuasaan di internal Dewan Pimpinan…

Senin, 24 September 2018 18:31
Sungai Karang Mumus

Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah, Kondisi SKM Kian Memprihatinkan

SAMARINDA – Sungai Karang Mumus (SKM) Samarinda, pada tahun 1970 menjadi jalur lalu lintas utama…

Senin, 24 September 2018 18:30
Pemilu 2019

Pemilih Wajib Cermat dan Kenali Calon

SAMARINDA – Pemilihan Umum (pemilu) 2019 akan jauh berbeda dengan pemilu empat tahun setengah…

Senin, 24 September 2018 18:28
Pemilu 2019

Waspadai Hoaks dan Isu SARA

Penyebaran hoaks, politisasi suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA), dan money politic atau politik…

Minggu, 23 September 2018 00:32

Harga dan Stok Komoditas Stabil

SAMARINDA – Sebagian besar harga komoditas kebutuhan po{ok Usyarakat, pekan ini terpantau il.…

Minggu, 23 September 2018 00:13

Restuardy Daud Jadi Pj Gubernur Kaltim


Minggu, 23 September 2018 00:13

Bentang Tengah Ditarget November

SAMARINDA – Pengerjaan Jembatan Mahakam IV terus dikebut sejumlah kontraktor yang ditunjuk Pemerintah…

Minggu, 23 September 2018 00:12

Pemkot Samarinda Pilih Ikuti Aturan

SAMARINDA – Hingga kini belum jelas siapa yang akan menanggung biaya perbaikan keretakan jembatan…

Minggu, 23 September 2018 00:10

PDPAU Bakal Geluti Usaha Jual Ayam

SAMARINDA – Sebagai upaya untuk menekan harga ayam di Kota Tepian, Perusahaan Daerah Pergudangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .