MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Senin, 11 Juni 2018 17:09
Pelaut Itu Pergi Selamanya
MEMAKAN KORBAN: Kebakaran yang terjadi Minggu (10/6) pagi memakan seorang korban jiwa dan menghanguskan tiga rumah. (ISTIMEWA)

PROKAL.CO, KEMATIAN Muhammad Husein (65) akibat kebakaran di Gang 4, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Samarinda dengan cepat diketahui pihak keluarga. Anak sulung Husein, Robbi Leksala (40) mengaku tidak menyangka ayahnya meninggal akibat kebakaran yang melanda kediamannya sendiri.

Dia mengaku, ayahnya sudah tujuh tahun mengalami stroke. Waktu kebakaran melanda rumahnya, Husein sendirian di rumah. Pasalnya, Robbi tinggal di RT 19, Kelurahan Teluk Lerong, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

“Sebenarnya beliau tidak tinggal sendiri di rumah. Ada keponaan kami namanya Haidir. Umurnya sudah 28 tahun. Cuma waktu kejadian, dia enggak tidur di rumah. Enggak tahu dia tidur di mana. Hanya Bapak di rumah,” ujarnya.

Robbi mengaku tidak mengetahui saat kebakaran melanda rumah Husein. Salah seorang keluarganya yang lantas memberitahukan setelah api menjalar ke sebagian besar rumah masa kecilnya itu. “Ipar saya yang kasih tahu, kalau di rumah terjadi kebakaran. Saya langsung ke TKP (Tempat Kejadian Perkara, Red.). Tetapi api sudah membesar. Sebagian rumah sudah terbakar,” jelasnya.

Robbi sempat berusaha memadamkan api. Bahkan dirinya tahu di dalam rumah tersebut terdapat ayahnya yang tengah terjebak dalam kobaran api. Namun Robbi tidak berdaya menyelamatkannya karena api telah membesar.

“Saya berusaha menyelamatkan beliau. Tetapi enggak bisa. Banyak yang larang masuk rumah. Saya hanya bisa menangis dan pasrah saja. Kalau saja bisa masuk rumah itu, saya pasti menyelamatkan ayah,” ungkapnya.

Soal penyebab korsleting listrik yang mengakibatkan kebakaran yang melanda rumah tersebut, Robbi mengaku telah berulang kali meminta pegawai Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk meremajakan sambungan kabel di rumah ayahnya.

“Kalau tidak salah sudah dua kali kami minta kabel di rumah itu diperbaiki. Tetapi sampai kebakaran terjadi, tidak ada perbaikan,” ujarnya.

Robbi mengaku, setiap hari ayahnya hanya berada di rumah. Penyakit stroke telah melumpuhkannya. Sehingga sehari-hari, almarhum hanya dibantu Haidir dan anak-anaknya untuk beraktivitas. “Kami sudah tinggal di sana 43 tahun. Sejak saya kecil, Mas. Sebelumnya memang tinggal di Banjarmasin. Tetapi pindah ke Samarinda,” beber Robbi.

Disinggung profesi almarhum Husein, dia mengungkapkan, sebelum terkena stroke, sang ayah berprofesi sebagai pelaut. Profesi tersebut membuat Husein jarang pulang ke rumah. Terkadang sampai bertahun-tahun baru dapat bertatap muka dengan istri dan kedua anaknya.

“Beliau bekerja sebagai pelayar di kapal milik swasta. Jarang di rumah. Saya hanya beberapa kali melihat beliau pulang. Dari kecil kami sering ditinggal. Beliau keliling Indonesia. Paling jauh ke Singapura dan Malaysia,” ucapnya.

Sedangkan ibu Robbi bernama Nur Rita, telah meninggal dunia lima tahun yang lalu. Robbi sendiri memiliki seorang saudara perempuan bernama Lebrina Leksala. Kini tinggal di Kota Malang. “Sedih mas. Enggak nyangka bisa begini,” tutupnya. (*/um)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 00:02
Pilgub Kaltim 2018

Ribuan Linmas Siap Amankan Pilgub 2018

SAMARINDA – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 tinggal menghitung hari. Untuk itu, Satuan…

Jumat, 22 Juni 2018 00:00

PARAH!!! Cuma di Sini, Ratusan Pegawai Membolos

SAMARINDA – Pemkot Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa organisasi perangkat…

Jumat, 22 Juni 2018 00:00

Kedapatan Bolos, TPP PNS Bakal Dipotong

TUNJANGAN tambahan penghasilan pegawai (TPP) untuk pegawai negeri sipil (PNS) yang kedapatan membolos…

Jumat, 22 Juni 2018 00:00

Jatam Desak Paslon Suarakan Moratorium

SAMARINDA – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim mendesak empat pasangan calon (paslon) yang…

Jumat, 22 Juni 2018 00:00

Tak Kunjung Diberangkatkan PT H20, Puluhan Calon Jemaah Haji Lapor Polisi

SAMARINDA – Puluhan calon jemaah haji yang berasal dari Bontang, Samarinda, dan Kabupaten Kutai…

Jumat, 22 Juni 2018 00:00
Debat Pilgub Kaltim

Debat Terakhir Pilgub Jadi Penentu

SAMARINDA – Hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada Rabu (20/6)…

Kamis, 21 Juni 2018 22:35
Pemprov Kaltim

Gubernur: Kinerja Harus Lebih Baik

SAMARINDA - Hari pertama turun kerja pasca libur Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah, Pemprov Kaltim menggelar…

Kamis, 21 Juni 2018 22:34
Pemprov Kaltim

SBY: Awang Gubernur Terbaik

SAMARINDA - Kepemimpinan dan kinerja Gubernur Awang Faroek Ishak kembali menuai pujian. Kali ini datang…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14
Pilgub Kaltim 2018

Debat Publik Terakhir Pilgub Kaltim, Paslon Ditantang Isu Korupsi

SAMARINDA – Isu korupsi pernah menimpa empat pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur…

Kamis, 21 Juni 2018 00:14
Pilgub Kaltim 2018

Survei LSI Denny JA, Empat Kandidat Berselisih Tipis

SAMARINDA – Menyusul survei dari Lembaga Strategis Indonesia (LSI) yang menimbulkan polemik, survei…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .