MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Rabu, 13 Juni 2018 00:05
Agus Harimurti Yudhoyono
AHY “Safari Politik” di Bumi Etam

Mohon Nasihat Kesultanan Kutai, Didukung Ribuan Relawan Maju Capres

SAFARI POLITIK: Agus Harimurti Yudhyono mendapat sambutan dari ratusan relawan Cakra AHY Kaltim saat berkunjung ke Samarinda, Selasa (12/6) kemarin.(FOTO/DIRHAN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Safari politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pelan namun pasti mulai ditabuh sejumlah tokoh politik nasional. Salah satunya Agus Harimurti Yudhyono (AHY). Politisi muda Partai Demokrat ini kembali menginjakan kakinya di Bumi Etam pada tanggal 11-12 Juni kemarin.

Setibanya di Balikpapan, Senin (11/6) lalu, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat ini memulai lawatannya dengan bersilaturahmi ke Kesultanan Kutai Kartanegara, Sultan Salehuddin II atau Aji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat. AHY bersua langsung di rumah Kesultanan Kutai di Jalan S Parman, Tenggarong.

Pertemuan putra sulung Susilo Bambang Yodhyono (SBY) ini berlangsung tertutup. Silaturahmi AHY ini disebut-sebut sebagai bagian dari langkah politiknya sebelum benar-benar memutuskan maju pada bursa calon presiden (Capres) 2019 mendatang.

Namun sebelum pertemuan tertutup itu berlangsung, AHY menuturkan, kunjungan dirinya untuk mengharapkan wejangan dari Sultan Salehuddin II. Dan seyogyanya, selaku generasi muda bangsa, dirinya patut menaruh hormat kepada Kesultanan Kutai. Sebab menurutnya, berkat tekad dan dukungan Kesultanan Kutai, Indonesia bisa menyuarakan kemerdekaan di tanah pertiwi.

SAFARI POLITIK: Agus Harimurti Yudhyono mendapat sambutan dari ratusan relawan Cakra AHY Kaltim saat berkunjung ke Samarinda, Selasa (12/6) kemarin.(FOTO/DIRHAN/METRO SAMARINDA)

“Ayahanda, maksud dan tujuan saya datang ke sini untuk silaturahmi. Saya ingin mengenal langsung dan memohon wejangan, nasihat, petuah dari Ayahanda yang tentunya telah banyak sekali nasihat penting, berharga yang telah diberikan kepada tokoh-tokoh lainnya. Tidak hanya di Kalimantan, tetapi juga tokoh-tokoh negeri ini,” tutur AHY kepada Sultan Salehuddin II pada kesempatan itu.

Melalui cucunya Putra Mahkota Deddy, Sultan Selehuddin II sempat menyampaikan, bahwa dirinya tidak begitu bisa menyampaikan nasihat kepada AHY. Dikarenakan Sultan Salehuddin sedang dalam proses penyembuhan. Walau begitu, Sultan Salehuddin menyempatkan diri memberikan beberapa wejangan. Hanya saja wejangan itu disampaikan empat mata oleh Sultan Salehuddin kepada AHY di ruangan lain di kediaman kesultanan.

“Pak Agus, karena kondisi beliau (Sultan Salehuddin II, Red.) sedang dalam proses penyembuhan, jadi beliau tidak bisa bicara banyak. Untuk restu, sudah saya sampaikan ke beliau tujuan dan maksud Bapak silaturahmi ke sini. Beliau sangat menyetujui dan minta ada waktu empat mata,” terang Deddy sebelum AHY dan Sultan Salehuddin II bertemu di dalam ruangan lain.

Kepada awak media yang telah menunggu di depan rumah kesultanan, AHY menuturkan, lawatan dirinya ke Kaltim untuk bersilaturahmi dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Karena pada kesempatan itu, dirinya juga hadir didampingi sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat.

Pada Senin (11/6), AHY juga bertemu Sultan Salehuddin II untuk mengharapkan wejangan.(FOTO/DIRHAN/METRO SAMARINDA)

“Saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Kesultanan Kutai Kartanegara. Saya memohon nasihat dan wejangan dari Ayahanda Sultan Salehuddin II. Beliau adalah seorang tokoh, pejuang yang luar biasa jasanya pada Kesultanan Kutai Kartanegara, Kaltim, dan Indonesia pada umumnya,” tuturnya.

AHY menepis lawatannya ke tanah Benua Etam disebut sebagai bagian dari safari politik untuk menggalang dukungan pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dirinya hanya ingin menyapa dan mengenal lagi Indonesia.

“Selama setahun terakhir, saya sudah mengunjungi lebuh dari 23 provinsi dan ratusan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Termasuk Kaltim. Saya ingin mengenal keberagaman Indonesia. Apapun yang akan saya lalui ke depan, tentu akan jadi bekal yang baik. Karena saya berprinsip, saya harus menyiapkan diri sebaik-baiknya,” kata dia.

Menyikapi rencana dirinya yang akan dipasangkan dengan sejumlah tokoh nasional di Pilpres 2019, di antaranya dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantiyo, AHY menyebut, bahwa situasi politik saat ini masih sangat cair. Semua kemungkinan masih bisa terjadi.

“Dalam politik segala sesuatunya mungkin terjadi. Saya akan terus lebih banyak menyapa masyarakat dengan berkeliling nusantara. Sembari itu saya juga tetap membangun komunikasi dengan para elite politik. Koalisi akan terjadi jika ada kesamaan visi dan misi. Ada chemistry yang terbangun. Ada rasa saling percaya dan menghormati. Itu koalisi yang diharapkan Partai Demokrat,” sebutnya.

Menurut pria yang pernah bergelut di dunia kemiliteran ini, koalisi Partai Demokrat sangat menghindari adanya praktik politik bagi-bagi kekuasaan. “Pada Pilpres 2019, Demokrat ingin bertanya, apa yang bisa dilakukan Demokrat dan AHY dalam membangun politik dan negara pada tahun 2019 hingga seterusnya,” ucapnya.

Selepas berkunjung di rumah Kesultanan Kutai Kartanegara, AHY melanjutkan lawatannya dengan berjumpa Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Samarinda di rumah jabatan gubernur pada malamnya. Lalu berlanjut dengan bersua dengan para relawan dan kader Partai Demokrat Kaltim di Hotel Senyiur Samarinda.

Di antara beberapa lawatan itu, sambutan hangat datang dari ratusan relawan yang mengatasnamakan dirinya Cakra AHY Kaltim. Relawan ini dipimpin oleh tokoh mudah asal Kabupaten Kutai Timur, Irwan. Melalui kegiatan jumpa relawan Cakra AHY dan peresmian Posko AHY Center di Ruko Perumahan Pondok Alam Indah, Jalan AW Sjahrani Samarinda, Selasa (12/6) kemarin, suara bergema menyuarakan AHY agar maju pada bursa Pilpres 2019.

“Kita deklarasikan AHY sebagai Capres kita tahun 2019 nanti!” seru Irwan dengan nada berapi-api di atas panggung. Sejurus kemudian langsung disambut gegap gempita oleh ratusan anak muda yang tergabung dalam Relawan Cakra yang hadir pada kesempatan.

Dalam orasinya, kader muda Partai Demokrat ini mengajak kaum muda Kaltim bangkit dan memajukan Kaltim. Salah satunya dengan melek politik. Selain itu, ia mengajak menggelorakan gerakan pembaharuan lewat partisipasi aktif kalangan muda. Di antaranya dengan mendorong AHY sebagai capres.

“Kita harus bangun daerah kita supaya sejajar dengan daerah lainnya. Kita harus tahu bagaimana ketimpangan politik nasional dan lokal. Kaltim terkenal golputnya sampai 41 persen. Kaltim harus dibangun. Kita harus menentukan gerbong kekuasaan sejak dari saat ini. Sosok yang sudah hadir untuk kita dorong adalah AHY. Dia sosok pemuda yang punya visi besar membangun Indonesia ini,” tutur Irwan.

Lebih lanjut, Irwan mengatakan, ia membentuk Relawan Cakra karena terinspirasi oleh pemikiran dan langkah-langkah AHY dalam menunjukkan kepedulian pada persoalan-persoalan rakyat. “Gerakan AHY ini harus disambut oleh kaum muda,” ucapnya.

“Sejauh ini sudah ratusan anak muda yang bergabung dalam Relawan Cakra. Dan sudah punya basis di 10 kabupaten/kota di seluruh Kaltim. Banyak anak muda yang bergabung karena ingin berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik, tapi tidak ingin terikat secara formal pada partai politik tertentu,” tuturnya.

AHY yang datang memenuhi undangan Irwan, hanya bisa tertegun. Ia berupaya menyembunyikan kekagetan di balik ketenangan wajahnya. Pasalnya, itu untuk pertama kalinya ada organisasi di luar partai yang mendeklarasikan dukungan bagi dirinya.

“Saya mengapresiasi deklarasi ini. Anak-anak muda memang harus peduli pada lingkungan dan masa depannya,” kata AHY dalam sambutannya. “Tapi saya juga tidak ingin tergesa-gesa. Situasinya masih cair, masih dinamis. Kita upayakan yang terbaik bagi rakyat,” sambung pria yang sempat mencalonkan diri di Pilgub DKI Jakarta ini. (drh)


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 00:40

Jika Pengerjaan Mahkota IV Tak Sesuai Target, Kontraktor Siap-siap Di-Black List, AH YANG BENER?

SAMARINDA – Pengerjaan bentang utama proyek Jembatan Mahakam IV terancam molor dari waktu yang…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:36

ADA APA? Mahasiswa Desak Dewan Panggil PT WIKA

SAMARINDA – Jalan layang atau flyover di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda…

Kamis, 16 Agustus 2018 19:10

Kata Anggota DPRD Kaltim Ini, Tambang MHU Ancam Warga

  SAMARINDA – Puluhan warga Dusun Tudungan, RT 5 dan RT 6, Desa Jembayan Tengah, Kecamatan…

Kamis, 16 Agustus 2018 19:08

Timses Isran-Hadi Bantah Ada Tim Transisi

SAMARINDA – Tim Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpilih Isran Noor-Hadi Mulyadi membantah…

Kamis, 16 Agustus 2018 19:07

Pelayanan BPJS Kesehatan Nyaris Bikin Ricuh

SAMARINDA – Pelayanan kesehatan menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan…

Kamis, 16 Agustus 2018 19:04

Mahasiswa Nekat Jadi Pengedar Ganja

SAMARINDA – Bukannya belajar dengan benar, salah seorang mahasiswa berinisial AH (23) yang satu…

Kamis, 16 Agustus 2018 19:03

Penataan IUP di Kaltim Berjalan Lambat

SAMARINDA – Penataan izin usaha pertambangan (IUP) di Kaltim masih menyimpan beragam masalah.…

Kamis, 16 Agustus 2018 18:59

Nor Wahid Hasyim Jabat Dirut PDAM Tirta Kencana

SAMARINDA – Penantian panjang untuk mengetahui siapa Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:19
Lapangan Kinibalu

DENGAR NIH..!! Masjid di Kinibalu Disarankan Dievaluasi

 “Mestinya kalau IMB belum ada, tidak boleh dibangun. Kalau sudah ada IMB, semua persyaratan…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:18
Lapangan Kinibalu

Tolak Pembangunan Masjid Ini, Warga “Geruduk” Karang Paci

SAMARINDA – Demonstrasi warga yang menolak pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu Samarinda,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .