MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 15 Juni 2018 02:20
Pilgub Kaltim 2018
Banyak Belum Tahu Kandidat
GENCAR BERGERAK: Salah satu sosialisasi tatap muka yang dilakukan KPU menyasar tokoh masyarakat dan tokoh agama.(DOK BONTANG POST)

PROKAL.CO, DEMI mencapai target partisipasi dalam Pilgub Kaltim 2018, KPU gencar melakukan sosialisasi ke berbagai elemen. Mulai dari kalangan pemilih pemula, paguyuban, komunitas-komunitas, tokoh masyarakat, pemuka agama, kelompok marginal, ibu rumah tangga, hingga ke daerah pesisir. Tak ketinggalan, penyandang disabilitas juga ikut diberikan sosialisasi.

Namun diakui, masih ada warga Bontang yang belum tahu mengenai pilgub, malahan belum tahu siapa saja kandidat yang bisa dipilih kelak. Di antaranya masyarakat pesisir dan juga kaum ibu rumah tangga.

“Kami sudah sosialisasi ke daerah-daerah tersebut (pesisir, Red.). Mengenalkan masing-masing paslon beserta visi dan misinya. Tanggapan masyarakat sejauh ini positif,” terang dia.

Perempuan yang membidangi divisi SDM dan partisipasi masyarakat ini menyatakan, rata-rata tingkat partisipasi masyarakat di kawasan-kawasan pesisir mencapai 100 persen dalam pilkada terakhir, yaitu Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Bontang 2015 silam. Artinya, semua warga menggunakan hak pilihnya.

“Antusias masyarakat terbilang tinggi. Mungkin karena hubungan yang erat di antara warga yang ada di sana. Sehingga mereka kompak untuk bersama-sama menggunakan hak suaranya,” sebut Iffa.

Dari serangkaian sosialisasi di daerah pesisir tersebut, Iffa meyakini pemungutan suara di sana akan berlangsung dengan aman dan lancar. Kerawanan, menurut dia, ada pada distribusi logistik pilgub nantinya karena mesti dibawa dengan perahu melintasi perairan.

Harapannya dari sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan, masyarakat Bontang menjadi pemilih yang aktif dan cerdas. Yaitu turut serta mengawasi jalannya proses Pilgub Kaltim 2018. “Paham terhadap apa saja yang menjadi pelanggaran dan mengerti ke mana harus melaporkan,” pesannya.

Potensi golput lainnya yang menjadi perhatian KPU yaitu berasal dari golongan mahasiswa Bontang yang menuntut ilmu di luar Kaltim. Pasalnya apabila pada hari pemungutan suara 27 Juni mendatang tidak berada di Bontang, maka dipastikan bakal menyumbang angka golput.

 “Karena tidak ada penyelenggaraan Pilgub Kaltim di luar Kaltim. Kalaupun ada, ya pemilihan kepala daerahnya masing-masing,” jelas Iffa.

Menghadapi masalah ini, KPU Bontang, sebut Iffa, berusaha meyakinkan para mahasiswa ber-KTP Bontang yang menuntut ilmu di luar Kaltim untuk berada di Bontang saat pemungutan suara. Sosialisasi dilakukan kepada para orang tua mahasiswa yang anaknya menuntut ilmu di Kaltim. Agar dapat membujuk sang anak pulang ke Kota Taman memberikan hak suaranya.

“Imbauan ini sudah kami sampaikan melalui PPDP (petugas pemutakhiran data pemilih, Red.) pada saat coklit (pencocokan dan penelitian, Red.) pemutakhiran data pemilih kemarin, bagi orang tua yang anaknya kuliah di luar Kaltim,” terangnya.

Namun begitu diakui Iffa, mendatangkan para mahasiswa tersebut terbilang berat. Pasalnya, untuk pulang ke Bontang membutuhkan biaya yang tak sedikit. Apalagi masa liburan Idulfitri diperkirakan berlangsung di pertengahan bulan Juni. Sementara hari pemungutan suara bakal dilakukan di pekan terakhir Juni.

Adapun untuk mahasiswa Bontang yang kuliah di wilayah Kaltim, tidak perlu pulang kampung saat pemungutan suara. Dalam hal ini, mereka bisa mengajukan pindah memilih di tempat pemungutan suara (TPS) tempatnya berdomisili dengan menggunakan formulir A5. Sebelumnya formulir A5 ini harus terlebih dulu diurus di Panitia Pemungutan Suara (PPS) di daerah asal domisili yaitu Bontang.

“Dalam pengurusannya tidak harus datang ke Bontang, tapi bisa diwakilkan oleh keluarga atau kerabat yang ada di Bontang,” jelas satu-satunya komisioner perempuan di KPU Bontang ini.

Aturan pindah memilih ini bukan hanya berlaku bagi mahasiswa, melainkan juga warga Bontang lainnya yang telah masuk dalam daftar pemilih atau ber-KTP Bontang. Misalnya kaum pekerja yang tengah dalam kondisi dinas di kabupaten/kota di luar Bontang namun masih dalam wilayah Kaltim.

“Formulir pindah memilih ini harus sudah diurus paling lambat 10 hari sebelum hari pemungutan suara,” pungkas Iffa. (luk)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 10:09

ISPA Capai 11 Ribu Kasus

BONTANG – Jumlah kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:06

Tarif CT Scan Tunggu Perwali

BONTANG – Secara bertahap, RSUD Taman Husada Bontang melengkapi fasilitas…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:05

Honorer NyalegHarus Keluar

BONTANG – Bukan hanya PNS yang harus mengundurkan diri jika…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:04
Dari Rekonstruksi Kasus Istri Bakar Bengkel Suami

Sakit Hati karena Suami Pelit, Enam Bulan Cekcok Masalah Uang

Emosi Mawar memuncak pertengahan Desember tahun lalu. Perempuan 29 tahun…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:04

Dipicu Wisata, Pengunjung Hotel Meningkat

BONTANG – Jumlah pengunjung hotel meningkat sejak sejumlah objek wisata…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:03

Potensi Pajak Rumah Kos Masih Kecil

BONTANG – Pendapatan daerah dari sektor pajak daerah rumah kos…

Selasa, 15 Januari 2019 08:55

Dua Kampung Tanpa Listrik, Ngadu ke DPRD, Ini Hasilnya...

BONTANG – Era modern, listrik merupakan kebutuhan  vital warga. Karena…

Selasa, 15 Januari 2019 08:54

PLN Butuh Surat Rekomendasi

BERDASARKAN keputusan rapat dengar pendapat tersebut, Unit Layanan Pelanggan (ULP)…

Selasa, 15 Januari 2019 08:53

PARAH..!! Curi Motor demi Sabu

BONTANG - Kecanduan narkotika jenis sabu, membuat Ramli alias Combet…

Selasa, 15 Januari 2019 08:52

Bonus Atlet Bakal Tidak Bersamaan Cair

BONTANG – Bulan ini, bonus atlet peraih medali Pekan Olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*