MANAGED BY:
JUMAT
17 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Minggu, 17 Juni 2018 00:26
Pilgub Kaltim 2018
Marak, APK Ilegal Merusak Kota
ESTETIKA KOTA: Petugas berwenang bersiap menertibkan APK Pilgub Kaltim 2018 yang dianggap melanggar aturan.(FAHMI/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BERBAGAI jenis pelanggaran dan dugaan pelanggaran didapati Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim maupun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten/kota selama masa kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Pelanggaran yang kasat mata di antaranya pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang tidak memenuhi ketentuan.

Di ibu kota Kaltim, Samarinda saja, telah ditemukan puluhan hingga artisan APK yang melanggar aturan. Sehingga berdampak pada merusak estetika kota. Hal ini membuat Pemkot Samarinda sampai harus menyurati tim sukses pasangan calon (paslon) yang kedapatan memasang APK tidak sesuai ketentuan. Namun, pemberitahuan yang meminta para paslon melepas APK tak digubris.

“Kami sudah memberitahu mereka melalui surat. Namun tak dihiraukan,” tegas Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan Pemakaman Dinas Permukiman (Disperkim) Samarinda, Erminawati beberapa waktu lalu.

Padahal menurut dia, ketentuan larangan sudah diatur di Perda Nomor 19 Tahun 2013 tentang Penghijauan, menempel alat promosi atau iklan di pohon didenda Rp 50 juta. Kemudian tindak pidana ringan (tipiring) dengan ancaman 6 bulan penjara. “Namun, sepertinya peraturan tersebut tak diindahkan,” urainya.

Senada, Kepala Dinas Pariwisata Samarinda, Muhammad Faizal juga menyesalkan keberadaan ratusan banner dan spanduk yang dipasang di pohon-pohon maupun tiang listrik.

 “Tindakan tersebut merusak tata kota. Karena sudah ada aturannya. Larangan ini tidak berlaku untuk banner paslon saja, tapi seluruh bentuk promosi apapun yang merusak, harus segera ditertibkan,” ujar dia.

Faizal juga mengimbau kepada warga agar turut melakukan pengawasan di lapangan. Karena jika mengharapkan instansi terkait saja, mereka juga memiliki keterbatasan. Selain itu, semestinya Bawaslu juga turut mengambil tindakan. “Hal-hal yang melanggar seperti ini harusnya segera ditertibkan,” sebut Faizal.

Sementara itu di Kutai Timur (Kutim), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) menjalin kerja sama dengan Satpol PP untuk menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang dianggap menyalahi aturan. Penertiban sejatinya sudah kesekian kali dilakukan petugas. Namun tak ada sanksi tegas membuat oknum tim paslon tetap memasang APK ilegal.

Hingga saat ini, ratusan APK liar telah ditertibkan dan disita tim gabungan. Hal tersebut diutarakan oleh Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Panwaslu Kutim, Idris.

Dia mengatakan, penertiban ini merupakan tindakan tegas panwaslu atas pelanggaran yang dilakukan setiap paslon. Menurutnya semua kegiatan yang dilakukan mengacu pada peraturan yang berlaku.

“Kami tertibkan APK yang tidak sesuai dengan PKPU nomor 4 tentang kampanye, terkait dengan izin cetak dan kesepakatan antara KPU dan tim paslon. Terutama daerah terlarang seperti median jalan, sarana umum, tiang listrik, pohon, tempat ibadah dan tempat pendidikan,” ujar Idris beberapa waktu lalu.

Dalam menertibkan APK ilegal tersebut, pihaknya membagi tugas menjadi empat tim. Hal tersebut dilakukan guna memudahkan pekerjaan yang ada. “Kami terus lakukan koordinasi dengan tim lain. Hal itu dilakukan agar mampu mencegah kesalahan terjadi,” terangnya.

Idris mengungkap, pihaknya telah melakukan inventarisasi sejak dua pekan lalu, kemudian memberi imbauan pada setiap paslon. Namun dengan alasan imbauan tidak diindahkan, menjadi dasar diambilnya tindakan penurunan paksa APK.

“Setiap paslon sudah diberi imbauan, tapi tidak ada yang berinisiatif untuk menurunkan sendiri. Jadi kami berkoordinasi dengan panwascam untuk penertiban serentak di 18 kecamatan,” tandasnya. Kata dia, rekapan data dari tiga kecamatan mencapai ratusan pelanggaran. (*/dev/*/la)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 19:25

Satu Rumah Dilalap Si Jago Merah

BONTANG – Satu rumah milik guru SDN 009 Bontang Selatan hangus dilalap si jago merah di Jalan…

Kamis, 16 Agustus 2018 19:24

Kakek Bejat Cabuli Anak Tiri

“Saya ini sebenarnya enggak tega sama anak, tetapi karena keenakan ya harus tega. Tidak dimungkiri…

Kamis, 16 Agustus 2018 19:16

Nursalam: PT BME Nihil Dividen

“Saya sesalkan PT BME tidak menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal bidang usahanya…

Kamis, 16 Agustus 2018 19:14

Kegiatan Pesta Adat Perlu Dilindungi Payung Hukum

BONTANG – Meski pesta adat Erau Pelas Benua di Guntung dan Pesta Laut di Bontang Kuala kerap diselenggarakan…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:01

Maksimalkan Pemantauan Arus Lalu Lintas

BONTANG – Adanya Closed Circuit Television (CCTV) yang telah terpasang di beberapa titik di wilayah…

Rabu, 15 Agustus 2018 20:59

Laga Diwarnai Drama Kartu Kuning

BONTANG – Drama kartu kuning mewarnai pertandingan antara Penajam Utama FC melawan PS PU Bontang,…

Rabu, 15 Agustus 2018 20:57

Waspada DBD, Jangan Tunggu Korban

BONTANG – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi ancaman serius warga Bontang. Apalagi pada…

Rabu, 15 Agustus 2018 20:54

Neni: Ayo Ikut Sukseskan Asian Games!

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengimbau masyarakat Bontang untuk turut menyukseskan…

Rabu, 15 Agustus 2018 20:52

Sertijab Ketua BNK ke Kepala BNNK Bontang

BONTANG- Setelah menjabat selama 2 Tahun sebagai Kepala Badan Narkotika Kota (BNK) Bontang, Basri Rase…

Rabu, 15 Agustus 2018 20:51

Dewan Minta OPD Gotong Royong

BONTANG – Komisi III DPRD menggelar agenda kunjungan lapangan ke lokasi eks kebakaran Prakla,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .