MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Selasa, 19 Juni 2018 00:08
GAM Nyatakan Lawan Radikalisme
TOLAK: Puluhan pemuda yang tergabung di GAM Kaltim menyatakan menolak radikalisme, terorisme, dan intoleransi, Senin (18/6) kemarin.(ISTIMEWA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Muda (GAM) Kaltim menyatakan menolak paham radikalisme, terorisme, dan intolaransi di Benua Etam. Pasalnya, paham dan gerakan tersebut dapat mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.

Koodinator GAM Kaltim, Sofyan Al Jufri menyebut, paham dan gerakan radikal tersebut telah menjadi ancaman nasional karena telah merambah hingga ke pelosok daerah. Sehingga dirinya bersama puluhan aktivis muda lainnya berkeyakinan, perlu adanya sikap dan gerakan kaum muda untuk menolak dan melawan penyebaran paham yang mengancam kemajemukan dan persatuan bangsa tersebut.

“Masyarakat Kaltim pernah dihebohkan dengan gerakan teroris di sebuah gereja beberapa tahun lalu. Sebagai pemuda, kami perlu terus mengingatkan aparat agar tidak kenal lelah untuk melawan gerakan ini,” ucapnya dalam konferensi pers di Café Metro Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Senin (16/6) kemarin.

Teror fisik yang dimaksud yakni pengeboman di Gereja Oikumene Samarinda yang telah mengorbankan anak tidak berdosa pada 2016 lalu. Atas dasar itu pula, Jufri berkeyakinan, gerakan tersebut perlu terus dilawan dengan suara kaum muda.

“Ini sebagai tonggak awal bagi kami untuk melawan paham itu. Juga sebagai titik awal bagi kami untuk menyatakan sikap sebelum rembuk nasional yang dilaksanakan 50 ribu aktivis ‘98 di Jakarta pada 7 Juli mendatang,” ungkapnya.

Dalam rembuk nasional tersebut, GAM Kaltim akan mengirim 100 orang aktivis. Harapannya, perwakilan aktivis muda tersebut dapat memberikan pandangan, masukan, dan kritik terhadap penanggulangan gerakan radikalisme, terorisme, dan intoleransi.

“Kami harap mereka yang mewakili GAM ini dapat membawa konsep baru untuk menanggulangi dan melawan gerakan kelompok yang berpaham radikalisme, terorisme, dan intoleransi di Kaltim,” harap Sofyan.

Dia menyarankan, kepolisian dan TNI perlu mendapat dukungan dari kaum muda. Antara lain dukungan moral dan memberikan pandangan kritis bagi anak-anak muda untuk melawan paham radikal, terorisme, dan intoleransi.

“Hanya dengan begitu kita bisa melawan paham ini. Apalagi sekarang sel teroris, intoleransi, dan radikalisme masih terus menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia,” sebut dia.

Jufri menyatakan, alasan lain yang mendasari GAM menolak paham tersebut yakni upaya penggantian dasar negara yang masih terus digaungkan sejumlah kelompok yang tidak sejalan dengan ideologi negara.

“Mereka berupaya mengganti pancasila dengan ideologi atas nama agama tertentu. Padahal itu untuk memuluskan kepentingan sesaat. Mereka tidak melihat kepentingan bersama untuk persatuan dan kesatuan,” tandasnya. (*/um)


BACA JUGA

Rabu, 09 September 2015 18:27

Menengok Pedagang Sapi Tahunan di Kutim

<p style="text-align: justify;"><strong>SANGATTA &ndash;</strong> Iduladha…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*