MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 19 Juni 2018 00:09
Anak di Bawah Umur Diculik dan Dicabuli

Minta Tebusan Rp 500 Juta, Ditangkap di Tanjung Laut

TERCIDUK: Pelaku persetubuhan dengan anak di bawah umur berhasil diamankan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bontang, Senin (18/6) kemarin.(IST)

PROKAL.CO, BONTANG – Aksi seorang pemuda berinisial SD (18) ini tergolong bejat. Untuk melampiaskan nafsunya, SD nekat menculik seorang anak di bawah umur dan mencabulinya. Bahkan, SD juga mengirim short message service (SMS) kepada orangtua korban untuk meminta tebusan Rp 500 juta.

Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti melalui Kasat Reskrim AKP Ferry Putra Samodra mengatakan, Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bontang berhasil mengamankan tersangka SD di Kelurahan Tanjung Laut sekira pukul 11.30 Wita, Senin (18/6) kemarin. “Kami cepat menangani kasus ini karena korbannya anak di bawah umur,” jelas Ferry, Senin (18/6) kemarin.

Dikatakan dia, sesuai dengan laporan polisi pada Minggu 17 Juni 2018 lalu. Ferry menjelaskan, kejadian persetubuhan dengan anak di bawah umur ini terjadi pada Sabtu (16/6) lalu di kediaman tersangka SD, di wilayah Kelurahan Tanjung Laut. Saat itu, sekira pukul 19.00 Wita sebelum penangkapan, pelapor berinisial UM diberi tahu oleh istrinya berinisial SS bahwa korban sebut saja Mawar (14) sejak pukul 10.00 Wita pagi pamit membeli cokelat. Namun hingga malam hari, Mawar belum juga pulang. “Kemudian ada pesan singkat yang masuk ke keluarga korban, bahwa korban diculik dan pelaku meminta uang tebusan Rp 500 juta,” ungkapnya.

Setelah masuk pesan singkat tersebut, tak berapa lama, korban pulang ke rumah. Keluarga pun mencoba menggali keterangan Mawar. Dari pengakuan Mawar, dirinya sudah dicabuli.

Akhirnya, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelapor, korban, dan saksi, serta hasil visum awal telah terpenuhi cukup bukti untuk dilakukan penangkapan terhadap pelaku. “Akhirnya Unit Opsnal Reskrim Polres Bontang bersama piket Reskrim yang dipimpin oleh Kanit Opsnal Ipda Mandiono berhasil meringkus pelaku dan dibawa ke Polres Bontang,” ujarnya.

Atas perbuatannya, SD diduga melanggar Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah tentang Pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. “Ancamannya di atas 5 tahun penjara,” tandasnya. (mga)


BACA JUGA

Selasa, 21 Mei 2019 10:10

Basri Siap Lahir Batin Maju Pilkada

BONTANG – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bontang masih akan terlaksana…

Selasa, 21 Mei 2019 10:10

THR PNS Bontang Sudah Cair Semua

BONTANG – Sempat tarik ulur masalah regulasi pencairan tunjangan hari…

Senin, 20 Mei 2019 09:37

2024, Bontang Krisis Guru PNS

BONTANG – Ancaman kekurangan tenaga pendidik berstatus Pegawai Nigeri Sipil…

Senin, 20 Mei 2019 09:36

Tak Ada Zona Khusus Sarang Burung Walet

BONTANG – Sarang burung walet, sudah sejak lama berdiri di…

Senin, 20 Mei 2019 09:35

Demi Keamanan, Usulkan Pagar Jembatan

BONTANG – Warga RT 01, Kampung Selambai, Kelurahan Lhoktuan sepakat…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:33

Diapit Dua Perusahaan Besar, Bontang Masih Ada Stunting

BONTANG – Persoalan stunting atau anak yang mengalami gangguan pertumbuhan…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:33

Bangunan Rawat Jalan RSUD Diguyur Rp 12,5 M

BONTANG – Layanan rawat jalan RSUD Taman Husada bakal berpindah…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:32

Neni Minta Kabinetnya Standby 24 Jam

BONTANG – Sebanyak 177 pejabat di lingkup Pemkot Bontang dilantik…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:31

LUCUNYA...!! Diduga Migrasi, Lumba-Lumba “Bermain” di Tanjung Limau

BONTANG – Diduga migrasi dari tempat asalnya, tiga ekor kawanan…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:30

Stok Penukaran Uang Baru Mulai Menipis

BONTANG – Jelang lebaran, warga Kota Taman mulai berduyun ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*