MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 21 Juni 2018 00:15
Pedagang Janur Sambut Lebaran Ketupat

Menjamur di Pasar Tadisional, Diburu Pembeli

LARIS TERJUAL: Tampak warga sedang membeli ketupat kosong di pasar sementara Rawa Indah untuk dimasak di hari Lebaran Ketupat, Jumat (22/6) besok.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Ada dua kali pelaksanaan Lebaran yang dikenang beberapa masyarakat Indonesia, yaitu Idulfitri dan Lebaran Ketupat. Idulfitri dilaksanakan tepat pada tanggal 1 Syawal, sedangkan Lebaran Ketupat atau juga biasa disebut “kupatan” adalah sepekan sesudahnya (8 Syawal).

Menyambut momen tersebut, sejumlah pedagang yang menjual janur dan ketupat kosong mulai menjamur di sejumlah pasar tradisional di Kota Taman. Para pedagang tampak tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang setahun sekali tersebut.

Untuk melayani kebutuhan para pembeli, para pedagang rata-rata sudah berjualan sejak Selasa (19/6) lalu. Salah satu lokasi yang ramai dipakai berjualan ketupat adalah di pasar sementara Rawa Indah. 

Ati (53), salah satu pedagang ketupat di pasar sementara Rawa Indah mengatakan, selama dua hari berjualan, dirinya mengaku sudah menjual hingga 20 ikat ketupat kosong. Per ikatnya, berisi sebanyak 10 buah ketupat kosong.

“Per ikatnya dijual dengan harga Rp 10 ribu,” ujarnya saat diwawancarai Bontang Post, Rabu (20/6) kemarin.

Dirinya mengaku rutin setiap tahunnya berjualan ketupat kosong. Selain menjual ketupat kosong, Ati juga menjual lepat kosong. Bahkan, dirinya juga menyiapkan janur apabila pembeli ingin membuat ketupat sendiri. “Janur harganya Rp 8 ribu per ikat,” sebutnya.

Senada dengan Ati, pedagang lainnya bernama Samsiah juga menuturkan hal yang sama. Tidak hanya kali ini saja, namun menjelang Idulfitri lalu, dirinya juga sudah berjualan ketupat kosong ini. “Lebaran (15/6) lalu, justru yang beli lebih banyak,” sebutnya.

Menanggapi momentum Lebaran Ketupat ini, Nanda salah satu warga Berebas Tengah mengaku rutin merayakannya setiap tahun. Biasanya kata dia, dirinya dan keluarganya mulai memasak ketupat tepat sepekan setelah perayaan Idulfitri.

“Kami sekeluarga biasanya memasak ketupat pakai panci besar dan bahan bakarnya menggunakan kayu,” terangnya.

Nanda berujar, tradisi memasak ketupat menggunakan kayu tersebut sudah dia dan keluarganya lakukan hampir setiap tahun. Usai ketupat tersebut jadi, ketupat tersebut tidak dia makan sendiri, melainkan juga dibagikan ke keluarga maupun tetangga sekitar rumahnya. (bbg)


BACA JUGA

Selasa, 21 Mei 2019 10:10

Basri Siap Lahir Batin Maju Pilkada

BONTANG – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bontang masih akan terlaksana…

Selasa, 21 Mei 2019 10:10

THR PNS Bontang Sudah Cair Semua

BONTANG – Sempat tarik ulur masalah regulasi pencairan tunjangan hari…

Senin, 20 Mei 2019 09:37

2024, Bontang Krisis Guru PNS

BONTANG – Ancaman kekurangan tenaga pendidik berstatus Pegawai Nigeri Sipil…

Senin, 20 Mei 2019 09:36

Tak Ada Zona Khusus Sarang Burung Walet

BONTANG – Sarang burung walet, sudah sejak lama berdiri di…

Senin, 20 Mei 2019 09:35

Demi Keamanan, Usulkan Pagar Jembatan

BONTANG – Warga RT 01, Kampung Selambai, Kelurahan Lhoktuan sepakat…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:33

Diapit Dua Perusahaan Besar, Bontang Masih Ada Stunting

BONTANG – Persoalan stunting atau anak yang mengalami gangguan pertumbuhan…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:33

Bangunan Rawat Jalan RSUD Diguyur Rp 12,5 M

BONTANG – Layanan rawat jalan RSUD Taman Husada bakal berpindah…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:32

Neni Minta Kabinetnya Standby 24 Jam

BONTANG – Sebanyak 177 pejabat di lingkup Pemkot Bontang dilantik…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:31

LUCUNYA...!! Diduga Migrasi, Lumba-Lumba “Bermain” di Tanjung Limau

BONTANG – Diduga migrasi dari tempat asalnya, tiga ekor kawanan…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:30

Stok Penukaran Uang Baru Mulai Menipis

BONTANG – Jelang lebaran, warga Kota Taman mulai berduyun ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*