MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Jumat, 22 Juni 2018 00:00
Jatam Desak Paslon Suarakan Moratorium

Peringatkan Potensi Obral Izin Pertambangan

BERSIKAP: Dalam aksi Kamisan Kaltim yang digagas beberapa aktivis di Benua Etam, Kamis (21/6) kemarin, Jatam mendesak empat paslon berkomitmen melanjutkan moratorium izin tambang.(ISTIMEWA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim mendesak empat pasangan calon (paslon) yang mengikuti debat publik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, Jumat (22/6) malam ini di Balikpapan, dapat menyampaikan komitmennya. Yaitu komitmen untuk melakukan moratorium Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Benua Etam.

Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang berpendapat, ada dua pola korupsi yang terjadi dalam pemerintahan. Salah satunya penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Berikutnya, korupsi melalui penyalahgunaan kewenangan pemberian izin atau lazim disebut gratifikasi. Kata dia, sebagai daerah yang kaya sumber daya alam (SDA), Kaltim tercatat sebagai daerah dengan jumlah terbesar korupsi di perizinan usaha pertambangan.

“Keduanya sama-sama disebut korupsi. Gratifikasi memang marak di Kaltim. Terakhir dialami Bupati Kukar nonaktif, Rita Widyasari. Itu kepala daerah yang pernah ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi, Red.) dengan nilai suap paling tinggi tahun ini,” jelas dia dalam aksi Kamisan, Kamis (21/6) kemarin.

Rupang mengurai, setelah terpilih sebagai Bupati Kukar pada 2010 lalu, Rita Widyasari mengobral IUP. Hal itu terjadi karena diduga anak almarhum Syaukani HR itu disponsori pengusaha yang ingin mendapatkan IUP.

“Ada ratusan izin yang diberikan di Kukar. Pernah terjadi penerbitan Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Red.) harus mengeluarkan Rp 60 juta. Ini fakta persidangan ketika sidang Rita Widyasari di Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Jakarta,” terangnya.

Kemudian fakta berikutnya, ketika terpilih sebagai Gubernur Kaltim, Suwarna Abdul Fatah diduga mengobral IUP pada pengusaha tambang. Rupang menduga, langkah tersebut diambil karena sang gubernur tersandera ijon politik.

“Ini semua bukti bahwa gratifikasi di balik pemberian IUP itu sangat besar. Jadi lahan korupsi paling mengerikan. Apalagi sekarang banyak sponsor paslon dari perusahaan,” katanya.

Potensi pemberian izin, lanjut Rupang, masih belum sepenuhnya tertutup. Pasalnya Kaltim memiliki lahan yang terhampar seluas 12,7 juta hektare. Peluang investasi melalui IUP sangat besar mengingat Kaltim memiliki potensi alam yang belum sepenuhnya terkuras lewat IUP yang tersebar di sebagian besar kabupaten/kota.

Nyatanya, sebut dia, terdapat 1.404 IUP yang sedang ditangani Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sebagian besar di antaranya masih menimbulkan pekerjaan rumah karena jauh dari standar clean and clear (CNC).

“Komitmen gubernur terpilih untuk moratorium IUP sangat kami tunggu. Dengan catatan, mereka tidak menerbitkan izin baru. Karena IUP yang sudah ada sudah merusak lingkungan, lahan warga dirampas, dan alih fungsi lahan yang mengakibatkan ruang hidup dan pertanian terancam punah,” ujarnya.

Rupang juga meminta tim ahli agar menyusun pertanyaan yang mengarahkan paslon berkomitmen agar tidak memperpanjang IUP yang bermasalah, tidak menaikkan status izin yang melanggar aturan, dan mencabut IUP-IUP yang non-CNC.

“Itu yang namanya komitmen konkret. Karena sampai sekarang kami belum melihat satu pun kandidat yang menyatakan bersikap keras terhadap izin tambang bermasalah. Kalau saja mereka berani, maka dapat menutup peluang tindakan koruptif pemberian IUP di pemerintahan,” tegas Rupang. (*/um)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 00:12

Gemar Berbagi Motivasi, Ingatkan Pentingnya Perencanaan Hidup

Selain dikenal sosok yang rendah hati, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi juga karib dengan…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:14
Polemik Kinibalu

Pengadilan Kabulkan Permohonan DPUPR

  SAMARINDA – Sengketa pembangunan masjid di lapangan Kinibalu akhirnya menemui titik terang.…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:13

Raperda RZWP3K Lindungi Nelayan!

SAMARINDA – Kritikan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:13

Masuk Musim Pancaroba, Mulai Waspada Wabah DBD!

SAMARINDA – Warga Kota Tepian patutnya mulai mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:12

Hibah dan Bansos Terancam Dikurangi

SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kaltim 2018 yang sebelumnya…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:11
Raperda LGBT

Raperda LGBT Tunggu Payung Hukum

SAMARINDA – Desakan publik agar dewan segera mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:10

Dewan Naikkan Target Pajak

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sepertinya harus mengencangkan ikat pinggang pada…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:10

Dulu Dikenal Sebagai Guru, Kini Dipercaya Jadi Wagub Kaltim

Di mana ada tekad, maka di situ aja jalan. Begitulah gambaran prinsip hidup dari seorang Hadi Mulyadi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:09

Oknum Polisi Malaysia Selundupkan Miras

KRAYAN – Oknum polisi Malaysia diamankan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas)…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:24
Info CPNS

4.131 Berkas CPNS Sudah Masuk BKPPD

 SAMARINDA – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Samarinda resmi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .