MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Sabtu, 23 Juni 2018 23:59
RSUD Segera “Disetrum” PLN

Pasca Disorot Warga Kutim

PANTAU: Sekda Irawansyah dan Asisten 1 Mugeni memantau RSUD untuk memastikan RSUD akan segera mendapatkan listrik dari PLN.(Foto Dhedy/Sangatta Post)

PROKAL.CO, SANGATTA- Asisten 1 Pemkab Kutim,  Mugeni memastikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga akan segera “disetrum” listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh mantan Kadis Sosial itu saat gelar inspeksi mendadak (sidak) di RSUD bersama Sekda Irawansyah Kamis (21/6) lalu. 

"Kami lagi di RS Kudungga rapat tentang listrik. Insyaallah segera kita realisasikan," katanya.

Pemasangan listrik,  lanjut Mugeni,  sudah dirancang sejak lama.  Hanya saja masih terkendala beberapa sebab. Sehingga, masing menggunakan genset untuk kebutuhan pelayanan. Namun tahun ini,  dipastikan tak ada masalah.  RSUD akan segera dialiri listrik.

"Sehingga nantinya masyarakat nyaman.  Tak ada lagi listrik padam.  Karena sudah menggunakan PLN," katanya.

Langkah Pemkab Kutim langsung disambut masyarakat.  Karena masyarakat sudah cukup bersabar menghadapi permasalahan saat ini. "Alhamdulillah (PLN masuk).  Tetapi untuk saat ini,  kami minta lingkungan diperhatikan. Biar lingkungannya asri juga.  Tolong sekalian drainase lingkungan RSUD juga  agar dibersihkan dan diperbaiki. Sehingga tak menjadi sarang ular, nyamuk, tikus, dan binatang lainnya," pinta Irwan, warga setempat.

Sebelumnya,  RSUD Kudungga menjadi sorotan masyarakat.  Ada beberapa fokus kritik masyarakat terkait RS yang terletak di Jalan Soekarno Harta tersebut.

Pertama,  masalah listrik. Listrik RS Kudungga disebut kerap padam. Terus berulang. Tak kenal waktu. Siang maupun malam.  Baik ada pelayanan maupun tidak. 

Bahkan beberapa kali,  warga mengeluh lantaran saat  operasi listrik padam. Terpaksa di rujuk.  Begitupun fasilitas seperti AC ikut mati. Pasien kepanasan.

Sorotan kedua ialah masalah kekurangan dokter.  Disebut-sebut karena masalah gaji yang terbilang rendah.  Jauh lebih kecil dari Bontang.  Dokter yang ada saat Ini pun terpaksa nyeper. Cari sampingan di RS Swasta. 

Akibatnya,  masyarakat lagi yang menjadi korban. Dokternya kerap lamban. Pasien harus menunggu lama.  Karena dokternya berbagi waktu. Meskipun  mereka dinas di RS Kudungga. Digaji oleh pemerintah. Mereka sempat disentil.  Namun tak gentar. Lagi-lagi karena kebutuhan. Gaji mereka belum terpenuhi di RS Kudungga.

Masalah ketiga,  ialah jalan.  Jalan menuju RS Kudungga masih buruk.  Berlumpur saat hujan.  Berdebu kala panas.  Belum mendapatkan perhatian serius.  Hanya halaman RS sedikit menarik. Akibatnya,  warga sekitar ikut lewat di halaman RS. 

Kemudian,  masalah kebersihan.  Kebersihan RS belum terjaga.  Salah satunya ialah masalah halaman depan dan kiri.  Masih dipenuhi rumput.  Rumput menjalar ke mana-mana. Yang semestinya RS menyenangkan,  malah menjadi menakutkan.  Terlihat angker. Seharusnya,  dibersihkan dan ditanami bunga-bunga. Biar indah.

Belum lagi masalah drainase.  Drainase buntu. Saat hujan,  air meluber ke jalan. Hingga masuk ke halaman RS.  Semua butuh perhatian penuh dari pemerintah.  (dy)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*