MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 04 Agustus 2018 17:03
Santri Korban Pencabulan Bertambah

Dari 8 Jadi 11 Korban, JP Terancam Hukuman Berat

BIKIN ULAH: Tersangka JP (kanan) saat diminta keterangan oleh penyidik. Dari hasil pengembangan, jumlah korban JP bertambah dari 8 menjadi 11 korban.(Dok/Bontang Post)

PROKAL.CO, BONTANG – Masih ingat JP (31), tersangka tindak pidana pencabulan terhadap 8 anak laki-laki di bawah umur yang dilakukan di wilayah HOP VI, Kelurahan Gunung Elai, Juli lalu? Dari hasil pengembangan penyidikan oleh polisi, jumlah korban bertambah dari 8 menjadi 11 korban.

Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti melalui Kasat Reskrim AKP Ferry Putra Samodra mengatakan, ada laporan dari para keluarga korban bahwa anaknya pernah menjadi korban pencabulan tersangka. “Bertambah 3 korban, ini di luar dari 8 korban sebelumnya dan sudah diidentifikasi,” jelas Ferry, Jumat (3/8) kemarin.

Baca Juga: Tak Kuat Tahan Nafsu Setelah Nonton Film PornoPria Ini Cabuli 8 anak

Semua korban pun kata Ferry merupakan anak di bawah umur. Mulai dari anak usia 9 tahun hingga 14 tahun. Mereka semua merupakan santri yang dekat dengan JP, yang sebelumnya pernah menjadi admin Rumah Tahfiz di wilayah HOP VI.

Baca Juga: BEJAT!!! Oknum Guru Ngaji Cabuli Santri

Para korban lanjut dia, sudah dilakukan pembimbingan dan pendampingan dari Polres Bontang dan P2TP2A Bontang. Hal tersebut dimaksudkan agar korban tidak trauma. “Korban sudah kami lakukan pendampingan. Ada juga beberapa korban yang posisinya masih di luar Bontang, ke depannya kami juga akan lakukan pendampingan kepada mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Tak Puas Dengan Istri, Santri Dicabuli

Sebelumnya diberitakan, tersangka JP diamankan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bontang, 22 Juli lalu. Hasil penyidikan awal, tersangka mengaku melakukan tindak pidana pencabulan kepada 8 anak saja.

JP pun diduga melanggar Pasal 82 ayat (1) jo ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2016, tentang Perubahan Kedua atas  Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang, dengan hukuman 15 tahun penjara. “Dengan bertambahnya korban, hukuman bisa lebih berat,” tandasnya. (mga) 


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 19:27

Pengidap HIV dan AIDS Menurun

BONTANG – Jumlah pengidap HIV/AIDS atau ODHA selama setahun terakhir…

Selasa, 20 November 2018 19:24

Ini 16 Rekomendasi Bebas Banjir

BONTANG – Pansus Banjir DPRD menyelesaikan masa tugasnya. Pasalnya, Senin…

Senin, 19 November 2018 19:51

Gemetar Dapat Sepeda Motor

  GEMETAR dan terharu. Itulah ekspresi Fillia Afrida saat nomor…

Senin, 19 November 2018 19:49

Jalan Sehat Bontang Post Bertabur Hadiah

BONTANG – Ribuan masyarakat Kota Taman antusias mengikuti kegiatan Jalan…

Senin, 19 November 2018 19:47

Empat Tenaga Kerja Asing Ilegal Dipulangkan, Sebelumnya Kerja di PLTU di Bontang

BONTANG – Sebanyak empat tenaga kerja asing (TKA) ilegal di…

Senin, 19 November 2018 19:45
Info CPNS

Tes CPNS Diusulkan Ranking

BONTANG – Hasil tes CPNS tahapan seleksi kompetensi dasar (SKD)…

Senin, 19 November 2018 19:43

Kota Taman Menunggu Hasil Penilaian Adipura

BONTANG – Penghargaan Adipura tinggal menunggu hasil penilaian dari Kementerian…

Senin, 19 November 2018 09:01

Kota Taman Menunggu Hasil Penilaian Adipura

BONTANG – Penghargaan Adipura tinggal menunggu hasil penilaian dari Kementerian…

Senin, 19 November 2018 08:59

Aeromodelling Dimainkan di Bontang

 BONTANG – Bontang  mendapat tambahan jatah lokasi venue untuk Pekan…

Sabtu, 17 November 2018 19:36
Info CPNS

Dewan Sebut Seleksi CPNS Gagal

BONTANG -  Hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS jauh dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .