MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 04 Agustus 2018 17:03
Santri Korban Pencabulan Bertambah

Dari 8 Jadi 11 Korban, JP Terancam Hukuman Berat

BIKIN ULAH: Tersangka JP (kanan) saat diminta keterangan oleh penyidik. Dari hasil pengembangan, jumlah korban JP bertambah dari 8 menjadi 11 korban.(Dok/Bontang Post)

PROKAL.CO, BONTANG – Masih ingat JP (31), tersangka tindak pidana pencabulan terhadap 8 anak laki-laki di bawah umur yang dilakukan di wilayah HOP VI, Kelurahan Gunung Elai, Juli lalu? Dari hasil pengembangan penyidikan oleh polisi, jumlah korban bertambah dari 8 menjadi 11 korban.

Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti melalui Kasat Reskrim AKP Ferry Putra Samodra mengatakan, ada laporan dari para keluarga korban bahwa anaknya pernah menjadi korban pencabulan tersangka. “Bertambah 3 korban, ini di luar dari 8 korban sebelumnya dan sudah diidentifikasi,” jelas Ferry, Jumat (3/8) kemarin.

Baca Juga: Tak Kuat Tahan Nafsu Setelah Nonton Film PornoPria Ini Cabuli 8 anak

Semua korban pun kata Ferry merupakan anak di bawah umur. Mulai dari anak usia 9 tahun hingga 14 tahun. Mereka semua merupakan santri yang dekat dengan JP, yang sebelumnya pernah menjadi admin Rumah Tahfiz di wilayah HOP VI.

Baca Juga: BEJAT!!! Oknum Guru Ngaji Cabuli Santri

Para korban lanjut dia, sudah dilakukan pembimbingan dan pendampingan dari Polres Bontang dan P2TP2A Bontang. Hal tersebut dimaksudkan agar korban tidak trauma. “Korban sudah kami lakukan pendampingan. Ada juga beberapa korban yang posisinya masih di luar Bontang, ke depannya kami juga akan lakukan pendampingan kepada mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Tak Puas Dengan Istri, Santri Dicabuli

Sebelumnya diberitakan, tersangka JP diamankan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bontang, 22 Juli lalu. Hasil penyidikan awal, tersangka mengaku melakukan tindak pidana pencabulan kepada 8 anak saja.

JP pun diduga melanggar Pasal 82 ayat (1) jo ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2016, tentang Perubahan Kedua atas  Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang, dengan hukuman 15 tahun penjara. “Dengan bertambahnya korban, hukuman bisa lebih berat,” tandasnya. (mga) 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 11:53

Pelajar Kelas VI SD Wajib Lalui Empat Kali Try Out

BONTANG – Pelajar kelas VI SD mulai dipadatkan dengan persiapan ujian…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:52

Mau Dipindah, PKL Gusar, Katanya Sih Belum Ada Ini...

BONTANG – Wacana penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kompleks Stadion Bessai…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:51

Ketua RT di Pesisir Bantah Pemilu Rawan

PARA ketua RT di wilayah pesisir Bontang meyakini Pemilu 2019…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:50

Seleksi Jabatan, Uji Makalah Diulang

SELEKSI terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama Bontang belum juga…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:48

UNBK di Bontang, SMP Swasta Berat di Server

BONTANG – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di tingkat SMP…

Jumat, 15 Februari 2019 10:35

Perjualan Pernak-pernik Valentine Merosot Drastis

BONTANG – Hari kasih sayang identik dengan pernak-pernik bercorak hati.…

Jumat, 15 Februari 2019 10:34

TPS Pesisir Dinilai Rawan

BONTANG – Wilayah pesisir Bontang dinilai rawan saat Pemilu 2019.…

Jumat, 15 Februari 2019 10:33

Tetap Positif saat Hari Valentine

Tak semua remaja merayakan hari kasih sayang dengan bablas. Tetap…

Jumat, 15 Februari 2019 10:30

PARAH..!! Tiga Kasus MBA dalam Dua Bulan

Dua bulan awal 2019 ini, tiga pasangan mendapat “gelar MBA”:…

Kamis, 14 Februari 2019 12:28

Banjir Guntung Minim Disinggung

REKOMENDASI panitia khusus (Pansus) banjir DPRD telah diserahkan kepada Pemkot…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*