MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Jumat, 10 Agustus 2018 00:06
ASTAGA!!! Popok Bayi Diduga Jadi Bahan Oplosan

Cara Baru Remaja Oplos Minuman Keras

Ilustrasi. (babyluna)

PROKAL.CO, SANGATTA - Seperti tak terbendung, kenakalan remaja di Kutim kini semakin menjamur dan tidak terkendali. Mulai dari obat terlarang hingga minuman oplosan yang memabukkan, menjadi tren tersendiri di kalangan remaja. Tak ayal muncul oplosan baru dengan bahan dasar popok bayi.

Dandim 0909/Sgt, Letkol Inf, Kamil Bahren Pasha mengatakan, bahwa pergeseran budaya lokal di kalangan remaja sangat berdampak negatif bagi penerus bangsa, yang seharusnya perkembangan ke arah lebih baik kini justru berbanding terbalik.

Lebih celaka lagi karena demi sensasi mabuk dengan harga terjangkau, generasi yang seharusnya memegang tongkat estafet kenegaraan ini justru meracik sendiri minuman dengan menggunakan bahan yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Dituturkan kepada media, saat ini pihaknya turut serta membantu pihak kepolisian untuk pengawasan peredaran minuman memabukkan ilegal di Kutim. Bagaimana tidak, menurutnya baik minuman beralkohol legal maupun oplosan sejatinya sama-sama memabukkan.

"Minuman beralkohol dampaknya pasti buruk, namun resiko menjadi tanggung jawab masing-masing, serta jangan sampai rugikan diri sendiri maupun orang lain," tuturnya saat silaturrahmi dengan komponen Masyarakat Kutim, belum lama ini.

Dansubdenpom VI/1-5 Sangatta, Kapten CPM Hadi Santoso, menjelaskan bahwa dalam pantauannya belum lama ini, menemukan sekumpulan remaja yang diduga tengah berpesta minuman oplosan, di gedung tua bekas areal pembibitan Pemkab Kutim wilayah Teluk Lombok yang tak lagi digunakan.

Penasaran dengan hal tersebut, Hadi sapaan akrab perwira ini menghampiri, sontak remaja yang tengah asik tersebut berlarian meninggalkan sisa oplosan dimaksud.

Dituturkan, remaja-remaja tersebut menyisakan banyak obat-obatan bermerk yang sejatinya bisa ditemui di apotek, serta minuman berstamina yang kerap dijadikan bahan oplosan. Tak hanya itu, lebih lanjut dikatakan, beberapa popok bermerk yang sering digunakan untuk bayi juga berserakan di tempat itu.

"Saat kami periksa, popok tersebut masih barang yang baru namun bagian tengahnya yang berfungsi menyerap kotoran bayi sudah kosong," ungkapnya

Belum diketahui pasti motif tersebut, karena pelakunya belum tertangkap tangan, namun dugaan sementara bahan tersebut dijadikan bahan baru atau campuran pendukung untuk minuman oplosan, sebagai cara baru untuk mabuk.

Selain Teluk Lombok, sudah banyak wilayah lain di Kutim yang kerap dijadikan wadah untuk berpesta oplosan. Seperti Jalan Guru Besar Sangatta Utara, gedung bekas kampus di Jalan APT Pranoto, belakang sekolah Jalan Inpres, hingga kolong jembatan Kecamatan Sangkulirang.

"Beberapa tempat tersebut memang rawan, dan sering menjadi lokasi incaran razia oleh pihak berwajib dan kita ikut terlibat," pungkasnya. (*/la)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .