MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22
Modal Kepercayaan, Keuntungan Besar

Penjual Sapi Kurban Raup Puluhan Juta

SAPI: Salah seorang penjual sapi kurban sedang memperlihatkan sapi yang didatangkan dari luar daerah.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Menjelang Iduladha, para pedagang sapi kurban dari beragam pulau berbondong-bondong mengadu nasib di Kaltim. Dengan pengalaman bertahun-tahun, para pedagang bersaing mencari pembeli di Benua Etam. Pasalnya, lewat menjajakkan sapi menjelang Iduladha, pedagang dapat meraup keuntungan puluhan juta.

Elong (36), salah seorang pedagang hewan kurban di Samarinda Seberang, setiap tahun sengaja datang ke Kaltim untuk menjual sapi. Dia menantang kerasnya ombak dari Majene, Sulawasi Barat, demi menjual sapi di Kaltim.

“Saya sudah jualan sapi selama 20 tahun di sini. Sudah biasa, sebelum Iduladha, saya membawa puluhan sapi,” ungkapnya pada Metro Samarinda, Sabtu (11/8) kemarin.

Bermodal Rp 60 juta, Elong memboyong 33 ekor sapi dengan beragam ukuran. Sejak 15 hari lalu, sudah terjual 14 ekor sapi. Dia mematok harga yang beragam. Bergantung besar atau kecil ukuran sapi.

“Sapi yang paling kecil saya jual Rp 12 juta. Selain itu ada Rp 13 juta, Rp 16 juta, dan sapi yang paling besar saya jual Rp 20 juta,” bebernya.

Lima hari sebelum Idul Kurban, para pembeli kian membeludak. Kata Elong, kadang sapi yang dibawa dari Sulewesi Barat itu tak cukup memenuhi kebutuhan pembeli. Terlebih menjelang jemaah haji pulang dari Makkah.

“Dari sekarang saja sudah banyak yang pesan duluan. Takut habis. Apalagi lima hari sebelum lebaran, banyak yang datang ke sini,” ungkapnya.

Menjelang lebaran pula, harga sapi diperkirakan meningkat. Bergantung perubahan harga beli di tempat asal sapi. Juga biaya lain-lain seperti transportasi dan pemeliharaan yang mempengaruhi harga sapi.

“Sebab lain ya kan semakin banyak yang beli sapi. Sedangkan stok semakin berkurang. Biasanya memang gitu. Kalau sapi sedikit, sedangkan pembeli banyak yang cari, harga akan naik,” sebutnya.

Apabila sapi yang didatangkan sebelum lebaran habis lebih awal, dia akan kembali memesan dari Sulawesi Barat. Tahun ini, Elong memperkirakan akan menjual 50 ekor.

“Itu tergantung pesanan. Kalau dilihat dari sekarang, banyak yang sudah pesan. Jadi bisa lebih banyak yang saya jual,” sebut Elong.

Dia mengungkapkan, tahun lalu penjualan sapi kurban sempat merosot. Namun tahun ini, tingkat penjualan sapi kembali stabil. Bahkan diperkirakan meningkat. “Karena sekarang saja sudah banyak yang terjual,” tuturnya.

Sejatinya, kata Elong, menjadi penjual sapi membutuhkan modal besar. Terlebih puluhan sapi itu didatangkan dari luar daerah. Namun bermodal pengalaman selama puluhan tahun, dia mendapat kepercayaan dari para peternak.

“Kadang ada sapi yang saya bawa lebih dulu. Bermodal kepercayaan saja. Peternak itu sudah kenal dengan saya dan saya jaga kepercayaan dari mereka,” ucapnya.

Di Kaltim, Elong mengaku harus menyewa tanah Rp 7 juta. Selain itu dia juga harus mengeluarkan biaya untuk membeli obat-obatan sapi seperti obat cacing dan vitamin penguat tulang.

“Kalau enggak kasih obat, risikonya sapi bisa mati. Tetapi sampai sekarang belum ada satu pun sapi yang mati,” katanya.

Risiko kematian sapi memang menjadi masalah besar bagi para penjual hewan kurban tersebut. Atas bantuan Dinas Peternakan dari Sulawesi Barat, risiko tersebut bisa diminimalkan.

“Karena semua sapi ini sudah dikarantina dan diuji di sana. Kalau ada sapi yang terbukti sakit yang memungkinkan akan mati, biasanya enggak bisa dibawa ke sini,” jelasnya. (*/um)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 00:23
Polemik KINIBALU

Kejati Bantah Keluarkan Rekomendasi Terkait Pengawasan Pembangunan Proyek Masjid di Kinibalu

SAMARINDA – Pemasangan plang yang menyebut bahwa proyek pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu…

Jumat, 21 September 2018 00:22

Penataan Reklame Kota Tepian Semrawut

SAMARINDA – Sampai saat ini penataan reklame di Kota Samarinda masih terbilang semrawut. Hal ini…

Jumat, 21 September 2018 00:21

Dipaksa Berhenti dari Perusahaan, Buruh Ambil Langkah Hukum di MA

SAMARINDA – Empat tahun terakhir ratusan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa ketetapan…

Jumat, 21 September 2018 00:21

Kampung Long Isun Diusulkan sebagai Masyarakat Hukum Adat

SAMARINDA – Perjuangan dalam kurun waktu satu dekade terakhir untuk mendapatkan pengakuan dan…

Kamis, 20 September 2018 00:41
Persekusi

Anggota DPRD dari PDI Perjuangan Bilang Khilafah Layaknya Kotoran

DUGAAN persekusi pegiat hashtag atau tanda pagar ganti presiden yang melibatkan tiga kader Partai Demokrasi…

Kamis, 20 September 2018 00:41
Persekusi

Gara-Gara Ini, Tiga Legislator Samarinda Dituntut Mundur

SAMARINDA – Dugaan persekusi yang dilakukan oknum anggota DPRD Samarinda pada Sabtu (16/9) lalu…

Kamis, 20 September 2018 00:40

Terkait Pembayaran Gaji, Guru Honorer Merasa Kecewa

“Sebelumnya sudah ada MoU dengan Disdikbud Kaltim. Bilangnya insentif Rp 700 ribu per bulan itu…

Kamis, 20 September 2018 00:39
Info CPNS

Pembukaan CPNS Samarinda Diundur

“Sesuai arahan BKN, setiap kabupaten/kota diwajibkan mengumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat…

Kamis, 20 September 2018 00:38

Raperda Ketenagakerjaan Bakal Digodok

SAMARINDA – Tahun 2019, DPRD Kaltim berencana akan memasukkan dan mengusulkan Rancangan Peraturan…

Kamis, 20 September 2018 00:37
Polemik KINIBALU

Warga Kampung Jawa Geruduk Balai Kota Samarinda

  SAMARINDA – Warga yang menentang pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu melakukan aksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .