MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22
Lapangan Kinibalu
PANAS..!! Soal Proyek Masjid Ini, Warga Tuntut Bertemu Gubernur

Terkait Penolakan Pembangunan Masjid di Kinibalu

PERTANYAKAN KEBIJAKAN: Warga melakukan konferensi pers terkait pembangunan masjid di Kinibalu. Demi mencari titik temu dalam pembangunan masjid di lapangan Kinibalu, warga di Kelurahan Bugis dan Jawa Samarinda meminta bertemu dengan Gubernur Kaltim.(ISTIMEWA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pembangunan masjid di lapangan Kinibalu, Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu nampaknya masih mendapat hambatan. Sebab penolakan warga justru kian masif usai dimulainya pembangunan masjid tersebut. Masalah itu muncul ditengarai karena Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak hanya mengutus bawahannya untuk menyelesaikan silang sengkarut dengan warga.

Hal itu dikatakan juru bicara warga, Arman, Sabtu (11/8) kemarin. Menurut dia, kunci permasalahan tersebut ada pada  gubernur. Dengan kata lain, penyelesaian masalah dapat diselesaikan dengan cara duduk satu meja antara Awang Faroek dan warga setempat.

“Kami sudah bosan bertemu dengan bawahan beliau. Sudah berulang kali kami bertemu, tidak ada hasil yang berarti. Akibatnya muncul kesalahpahaman dan arogansi dari gubernur,” kata dia.

Senin (13/8) besok, Arman memastikan, warga akan berdemonstrasi dengan membawa massa yang jauh lebih besar dibanding aksi sebelumnya. Pihaknya akan kembali menuntut penghentian proyek tersebut.

“Kami tetap pada pendirian awal. Kami ingin proyek ini ditutup. Karena sudah terbukti melanggar aturan. Sudah ada statement dari Ketua FKUB dan pendapat ulama dari MUI (Majelis Ulama Indonesia, Red.) yang juga menolak pembangunan masjid ini,” sebut Arman.

Karenanya, warga menolak dengan tegas tawaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang ingin menggantikan lapangan Kinibalu dengan lapangan yang baru. “Ini bukan soal lapangan yang baru atau lama. Tapi lapangan Kinibalu yang sudah jadi simbol sejarah di Kaltim. Jadi enggak bisa diganti dengan yang lain. Solusinya, hentikan proyek,” imbuhnya.

Arman turut menyayangkan sikap gubernur yang memerintahkan kepolisian dan TNI untuk turun tangan menangkap warga yang dinilai mengganggu berjalannya pembangunan masjid yang memakan anggaran Rp 81,85 miliar itu.

Pasalnya selama ini warga tidak pernah berbuat anarkis dan mengganggu berjalannya pembangunan masjid. Dia menegaskan, warga hanya menyuarakan tuntutan sebagaimana aspirasi yang muncul jauh sebelum dilakukan pembangunan masjid.

“Sejak kapan kami mengganggu para pekerja di sana? Tidak ada. Itu fitnah. Kami menolak pembangunan masjid dengan cara yang santun dan beradab. Kami taat hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Rahman, juru bicara warga lainnya membantah pernyataan Pejabat Sekretaris Provinsi Kaltim, Meiliana. Sebelumnya disebutkan bahwa 40 Ketua RT di Kelurahan Jawa telah sepakat dengan pembangunan masjid di lapangan Kinibalu. Sebab di kelurahan tersebut secara keseluruhan hanya ada 40 RT. Sedangkan hingga kini terdapat 13 Ketua RT yang menolak pembangunan masjid.

“Itu yang sudah terdata. Ketua RT yang berdekatan dengan lapangan. Pada intinya mereka sengaja merekayasa tanda tangan. Supaya bisa mendapatkan IMB (Izin Mendirikan Bangunan, Red.),” tegas Rahman. (*/um)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 00:23
Persekusi

Anggota DPRD Samarinda dari PDIP Lakukan Persekusi, Partai Enggan Jatuhkan Sanksi

SAMARINDA – Dugaan penodaan khilafah dan persekusi yang diduga dilakukan tiga orang kader Partai…

Jumat, 21 September 2018 00:23
Polemik KINIBALU

Kejati Bantah Keluarkan Rekomendasi Terkait Pengawasan Pembangunan Proyek Masjid di Kinibalu

SAMARINDA – Pemasangan plang yang menyebut bahwa proyek pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu…

Jumat, 21 September 2018 00:22

Penataan Reklame Kota Tepian Semrawut

SAMARINDA – Sampai saat ini penataan reklame di Kota Samarinda masih terbilang semrawut. Hal ini…

Jumat, 21 September 2018 00:21

Dipaksa Berhenti dari Perusahaan, Buruh Ambil Langkah Hukum di MA

SAMARINDA – Empat tahun terakhir ratusan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa ketetapan…

Jumat, 21 September 2018 00:21

Kampung Long Isun Diusulkan sebagai Masyarakat Hukum Adat

SAMARINDA – Perjuangan dalam kurun waktu satu dekade terakhir untuk mendapatkan pengakuan dan…

Kamis, 20 September 2018 00:41
Persekusi

Anggota DPRD dari PDI Perjuangan Bilang Khilafah Layaknya Kotoran

DUGAAN persekusi pegiat hashtag atau tanda pagar ganti presiden yang melibatkan tiga kader Partai Demokrasi…

Kamis, 20 September 2018 00:41
Persekusi

Gara-Gara Ini, Tiga Legislator Samarinda Dituntut Mundur

SAMARINDA – Dugaan persekusi yang dilakukan oknum anggota DPRD Samarinda pada Sabtu (16/9) lalu…

Kamis, 20 September 2018 00:40

Terkait Pembayaran Gaji, Guru Honorer Merasa Kecewa

“Sebelumnya sudah ada MoU dengan Disdikbud Kaltim. Bilangnya insentif Rp 700 ribu per bulan itu…

Kamis, 20 September 2018 00:39
Info CPNS

Pembukaan CPNS Samarinda Diundur

“Sesuai arahan BKN, setiap kabupaten/kota diwajibkan mengumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat…

Kamis, 20 September 2018 00:38

Raperda Ketenagakerjaan Bakal Digodok

SAMARINDA – Tahun 2019, DPRD Kaltim berencana akan memasukkan dan mengusulkan Rancangan Peraturan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .