MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 14 Agustus 2018 00:09
Pemkot Bontang
Maksimalkan Fungsi Rumah Singgah

Diharapkan Dapat Turunkan Angka KDRT di Bontang

HARAP PARTISIPASI: Neni Moerniaeni (dua dari kiri) saat pertemuan kader Puspa pekan lalu.(HUMAS PEMKOT BONTANG)

PROKAL.CO, BONTANG – Keberadaan Rumah Singgah Taman Pelangi diharapkan dapat menurunkan angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kota Taman. Hal ini diungkapkan Wali Kota Bontang Neni Moernieani dalam pertemuan para kader Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) pekan lalu.

Rumah singgah ini, menurut Neni, memiliki fungsi sosial yang beragam. Selain sebagai rujukan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), rumah singgah juga menjadi wadah pembinaan. “Mereka yang bermasalah kami beri pelatihan, kami bimbing, dan kami pulangkan ke tempat asalnya,” ungkap Neni.

Dalm hal penanganan KDRT dan permasalahan sosial ini, Neni mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi membantu Pemkot Bontang, khususnya Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) Bontang sebagai leading sector. Sehingga keberadaan perempuan dan anak di Bontang terlindungi dari potensi KDRT.

“Membangun kecerdasan anak-anak itu bukan hanya kecerdasan intelektual. Tetapi juga butuh kecerdasan spiritual agar bisa seimbang,” sebutnya.

Atas dasar itu, Pemkot Bontang sudah berupaya menaikkan insentif para guru mengaji atau penggiat agama di Bontang dan juga para ketua RT. Dalam hal ini guru mengaji diberikan insentif Rp 750 sementara ketua RT mendapatkan Rp 1 juta.

Dengan pemberian insentif tersebut, para penggiat agama bisa ikut membantu menangani masalah sosial yang terjadi di lingkungan sekitarnya. “Kami berkomitmen para guru mengaji ini bisa membantu pemerintah. Tentu sudah tugas di wilayahnya untuk menindaklanjuti,” ujar Neni.

Dari upaya-upaya tersebut, dia bersyukur Bontang berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA). Tidak seperti daerah-daerah lainnya yang masih banyak ditemukan pengemis di pinggir-pinggir jalannya. “Oleh karena itu semua ini membutuhkan partisipasi aktif dari ibu-ibu atau komunitas yang punya jiwa sosial bagus,” ungkapnya.

Pemkot Bontang sendiri di bawah kepemimpinan Neni sebagai wali kota, pada Juli lalu mendapat tiga penghargaan KLA dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Yaitu penghargaan KLA kategori Madya, Puskesmas Ramah Anak, dan Sekolah Ramah Anak. (*/luk)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 20:57

Rusunawa Rampung Akhir Tahun 2015

<p style="text-align: justify;">BONTANG - Proyek rumah susun sederhana sewa (rusunawa)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*