MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Selasa, 14 Agustus 2018 00:19
Lapangan Kinibalu
DENGAR NIH..!! Masjid di Kinibalu Disarankan Dievaluasi

Dewan Minta Pemprov Selesaikan Masalah IMB

Muhammad Syahrun, Mursidi Muslim(DOK/MUBIN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, ockquote>

 “Mestinya kalau IMB belum ada, tidak boleh dibangun. Kalau sudah ada IMB, semua persyaratan sudah terpenuhi. Karena IMB itu filter bangunan”. Muhammad Syahrun (Ketua DPRD Kaltim)

SAMARINDA – Penolakan pembangunan masjid di lapangan Kinibalu, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda mendapat respons dari DPRD Kaltim. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim diminta mengevaluasi pengerjaan proyek yang menghabiskan anggaran Rp 81,85 miliar tersebut.

Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Syahrun menyatakan, seharusnya pemprov tidak membangun masjid tersebut sebelum terbit Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sebab tanpa IMB, proyek tidak dapat dilaksanakan.

“Mestinya kalau IMB belum ada, tidak boleh dibangun. Kalau sudah ada IMB, semua persyaratan sudah terpenuhi. Karena IMB itu filter bangunan,” sebut Syahrun, Senin (13/8) kemarin.

Kata dia, kelanjutan proyek itu sepenuhnya berada di tangan Pemprov Kaltim. Soal evaluasi, pihaknya akan kembali memberikan masukan pada pemerintah.

“Kami sudah pernah rapat gabungan antara DPRD dan pemprov. Bahkan kami pernah sampaikan rekomendasi untuk evaluasi proyek,” ungkapnya.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Mursidi Muslim sependapat dengan Syahrun. Pemprov Kaltim harus menghentikan sementara pengerjaan proyek tersebut. Selama penghentian, masyarakat dan pemprov mesti duduk satu meja.

“Duduk bersama saja. Bicarakan baik-baik. Malu juga kita ini, umat Islam terbesar. Masa mau mendirikan masjid, kita ribut. Apalagi masyarakat ini kan punya tawaran, masjid silakan dibangun, cuman lokasinya saja yang kurang tepat,” sarannya.

Sejatinya, proyek tersebut tidak dapat dihentikan, jika pemprov telah mengantongi IMB. Sebab DPRD dan pemerintah telah menyepakati besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid tersebut.

“IMB itu syarat awal pembangunan masjid. Kalau tidak ada, repot dong. Bisa bermasalah secara hukum. Memang sejak dulu, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama, Red.), belum sepakat,” tuturnya.

Sejak proyek diusulkan, sebagian besar anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim menolak pembangunan masjid di lapangan Kinibalu. Alasannya, di sekitar lapangan sepak bola tersebut terdapat sejumlah masjid.

“Masjid di dekat Lamin Etam itu pun, jemaahnya banyak kalau sudah (masuk) salat zuhur dan asar. Makanya Banggar waktu itu menolak proyek masjid Kinibalu,” katanya.

Di sisi lain, di lokasi tersebut dinilai tercatat sebagai cagar budaya. Karenanya, sebelum proyek dimulai, mestinya Dinas Kebudayaan mencabut status itu.

Terakhir, ahli waris pemilik tanah itu ingin lapangan Kinibalu digunakan untuk sarana umum. “Sejumlah alasan itulah yang membuat kami menolak pembangunan masjid di lapangan Kinibalu. Bukan menolak pembangunan masjid. Tetapi lokasinya yang kurang tepat,” tegasnya.

Namun, proyek dapat disepakati karena berasal dari gubernur. Sehingga mayoritas anggota DPRD Kaltim menyepakati proyek tersebut. Di awal, DPRD dan pemerintah hanya menyepakati anggaran Rp 72 miliar. Belakangan meningkat di angka Rp 81,85 miliar. “Mungkin waktu itu, DPRD sepakat karena itu proyek dari gubernur,” ucapnya. (*/um)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 00:23
Persekusi

Anggota DPRD Samarinda dari PDIP Lakukan Persekusi, Partai Enggan Jatuhkan Sanksi

SAMARINDA – Dugaan penodaan khilafah dan persekusi yang diduga dilakukan tiga orang kader Partai…

Jumat, 21 September 2018 00:23
Polemik KINIBALU

Kejati Bantah Keluarkan Rekomendasi Terkait Pengawasan Pembangunan Proyek Masjid di Kinibalu

SAMARINDA – Pemasangan plang yang menyebut bahwa proyek pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu…

Jumat, 21 September 2018 00:22

Penataan Reklame Kota Tepian Semrawut

SAMARINDA – Sampai saat ini penataan reklame di Kota Samarinda masih terbilang semrawut. Hal ini…

Jumat, 21 September 2018 00:21

Dipaksa Berhenti dari Perusahaan, Buruh Ambil Langkah Hukum di MA

SAMARINDA – Empat tahun terakhir ratusan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa ketetapan…

Jumat, 21 September 2018 00:21

Kampung Long Isun Diusulkan sebagai Masyarakat Hukum Adat

SAMARINDA – Perjuangan dalam kurun waktu satu dekade terakhir untuk mendapatkan pengakuan dan…

Kamis, 20 September 2018 00:41
Persekusi

Anggota DPRD dari PDI Perjuangan Bilang Khilafah Layaknya Kotoran

DUGAAN persekusi pegiat hashtag atau tanda pagar ganti presiden yang melibatkan tiga kader Partai Demokrasi…

Kamis, 20 September 2018 00:41
Persekusi

Gara-Gara Ini, Tiga Legislator Samarinda Dituntut Mundur

SAMARINDA – Dugaan persekusi yang dilakukan oknum anggota DPRD Samarinda pada Sabtu (16/9) lalu…

Kamis, 20 September 2018 00:40

Terkait Pembayaran Gaji, Guru Honorer Merasa Kecewa

“Sebelumnya sudah ada MoU dengan Disdikbud Kaltim. Bilangnya insentif Rp 700 ribu per bulan itu…

Kamis, 20 September 2018 00:39
Info CPNS

Pembukaan CPNS Samarinda Diundur

“Sesuai arahan BKN, setiap kabupaten/kota diwajibkan mengumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat…

Kamis, 20 September 2018 00:38

Raperda Ketenagakerjaan Bakal Digodok

SAMARINDA – Tahun 2019, DPRD Kaltim berencana akan memasukkan dan mengusulkan Rancangan Peraturan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .