MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Kamis, 16 Agustus 2018 19:07
Pelayanan BPJS Kesehatan Nyaris Bikin Ricuh

Masyarakat Keluhkan Keberadaan Sistem Rujukan Online

HEBOH: Puluhan pasien yang masuk berobat di RSUD AW Syahranie Samarinda nyaris berakhir ricuh dikarenakan adanya perubahan sistem rujukan berbasis online yang diterapkan BPJS Kesehatan.(DEVI/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pelayanan kesehatan menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di RSUD AW Syaharanie Samarinda nyaris berakhir ricuh, Rabu (15/8) kemarin. Pasalnya, RSUD AW Syahranie menolak melayani penggunaan BPJS Kesehatan yang tidak memiliki nomor registrasi dan rujukan daring (online) dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Tak pelak, masyarakat yang sejak pagi hingga siang kemarin lantas ramai-ramai memprotes aturan tersebut. Masyarakat juga menyesalkan minimnya sosialisasi dari pihak BPJS Kesehatan maupun rumah sakit/FKTP sendiri, sehingga banyak pihak yang tidak mengetahui perubahan sistem itu.

Kekecewaan ini salah satunya berasal dari Nur yang merupakan warga asli Kota Tepian. Ia menuturkan, kalaupun memang ada pergantian sistem rujukan berjenjang menggunakan online seharusnya dapat disosialisasikan dari jauh-jauh hari. Namun faktanya tidak ada.

“Saya loh termasuk yang aktif bayar BPJS tiap bulan dan tidak pernah ada pemberitahuan dari pihak BPJS setiap kali saya ke sana. Saya juga menggunakan aplikasi BPJS dan setiap saat saya perbaharui, namun tidak ada juga pemberitahuan mengenai hal itu,” ketus dia, sembari menunggu antrean di lobi pelayanan BPJS Kesehatan di RSU AW Syahranie.

Nur sangat menyesalkan kurangnya sosialisasi dari BPJS Kesehatan mengenai perubahan sistem tersebut. Pasalnya, tidak sedikit masyarakat yang berasal dari luar daerah seperti dari Malinau, Wahau, Sangatta dan sebagainya yang datang ke rumah RSUD AW Syahranie hanya untuk berobat, namun tidak dapat dilayani karena tidak memiliki nomor registrasi dan rujukan secara online.

“Itu bagaimana nasibnya, masa iya harus kembali ke daerah asalnya hanya untuk mendapatkan nomor registrasi surat rujukan secara online. Memang tadi ada beberapa yang diakomodiasi, tapi kan banyak juga yang disuruh pulang,” ujarnya.

Keluhan juga datang dari Rayu, pasien rujukan dari RS Dirgahayu yang tinggal menjalani terapi di RSUD AW Syahranie. Ia juga menyesalkan perubahan sistem ini yang tidak diinformasikan sebelumnya.

“Sudah di poli fisioterapi dan tinggal menjalani terapi. Logikanya kan saya sudah di dalam, namun disuruh keluar dengan alasan katanya, bapak tidak memiliki nomor registrasi online. Apakah itu urusan saya? Harusnya layanan kesehatan di tingkat sebelumnya kan yang memberi saya nomor registrasi. Ini yang saya tidak paham, ini yang membuat orang marah,” kesalnya.

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kabid Kepesertaan dan Pelayanan BPJS Kesehatan Samarinda, Achmad Zainuddin mengatakan, sebenarnya telah ada sosialisasi mengenai hal tersebut dari akhir Juli lalu. Namun mengenai kekurangannya akan segera ditindaklanjuti.

“Kami mohon maaf dengan adanya ketidaknyamanan ini. Akan kami jadika2n catatan. Ini masih tahap uji coba rujukan berjenjang dengan sistem online sampai 30 September nanti,” ucapnya.

Dia juga berjanji, akan mengakomodasi setiap keluhan yang disampaikan masyarakat. Semua keluhan tersebut akan disampaikan ke BPJS Kesehatan pusat. “Segala bentuk kekurangan dan keluhan masyarakat pasti akan kami akomodasi dan kami laporkan ke pusat agar ke depannya menjadi lebih baik baik,” tegas dia. (*/dev)


BACA JUGA

Rabu, 09 September 2015 18:27

Menengok Pedagang Sapi Tahunan di Kutim

<p style="text-align: justify;"><strong>SANGATTA &ndash;</strong> Iduladha…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*