MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 20 Agustus 2018 23:48
Diskominfotik
DLH Bontang Bagikan Botol Isi Ulang Air Minum

Dalam Rangka Percepatan Pelaksanaan Pengurangan Sampah Plastik

ABADIKAN MOMENT: Sekretaris DLH Bontang Retno Febriaryanti (jilbab hitam) dan Kabid Kebersihan dan Pemanfaatan Sampah DLH Bontang Taupan Kurnia (berkacamata) berfoto bersama PHL penerima botol isi ulang untuk air minum. (DLH Bontang For Bontang Post)

PROKAL.CO,  

BONTANG – Bertepatan Hari Tanpa Kantong Plastik Internasional (Plastic Bag Free Day) yang diperingati tiap tanggal 3 Juli, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan kampanye Kendalikan Sampah Plastik yang menjadi tema Indonesia untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2018.  Berbagai kampanye untuk mengendalikan sampah plastik ini telah dimulai sejak awal tahun 2018 tepatnya sejak 21 Februari 2018 yang bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional.

Di beberapa kegiatan peresmian dan rapat- rapat yang dihadiri oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, dalam sambutannya ia sering menyampaikan, masalah kebersihan adalah masalah kita semua, membangun perilaku menjaga kebersihan adalah intervensi pemerintah untuk menanamkan kebersihan sebagai budaya. Atas dasar tersebut Pemerintah Kota Bontang sesuai dengan instruksi Wali Kota Bontang, turut ambil bagian dalam usaha pengurangan sampah terutama sampah plastik.

Berdasakan hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, Agus Amir melaksanakan percepatan pelaksanaan pengurangan sampah plastik dengan melaksanakan langkah-langkah antara lain, DLH Bontang telah menyusun draft Perwali tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, serta Perwali tentang Pengurangan Penggunaan Sampah Plastik dan telah dikonsultasikan dengan bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Bontang.

Disamping itu, DLH sendiri telah memulainya dengan memerintahkan seluruh staf PNS, Non PNS, dan PHL di lingkungan DLH, agar melaksanakan langkah nyata pengurangan sampah plastik untuk mempergunakan wadah air minum yang dapat dipakai terus menerus.

Sebagai langkah nyata yang dilakukan DLH Bontang dalam percepatan pelaksanaan pengurangan sampah plastik, pada Senin (13/8) yang lalu bertempat di ruang rapat DLH Bontang, telah dibagikan botol isi ulang untuk air minum kepada Pekerja Harian Lepas (PHL), petugas kebersihan DLH yang biasa di sebut pasukan kuning sebanyak 24 buah, kepada penyapu, mandor, dan pengawas lapangan oleh Sekretaris DLH Bontang Retno Febriaryanti dan Kabid Kebersihan dan Pemanfaatan Sampah DLH Bontang Taupan Kurnia.

Sekretaris DLH Bontang Retno menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan pertama atau permulaan dari Pemkot Bontang melalui DLH, untuk mengurangi penggunaan plastik. Dengan dibagikannya botol isi ulang untuk air minum tersebut maka diharapkan penggunaan gelas atau botol plastik kemasan dapat berkurang.

“Harapannya sampah plastik dapat dikurangi, dan hal ini harus dimulai sesegera mungkin dan dimulai dari bagian lingkungan yang terkecil yaitu diri kita sendiri. Rencananya Ke depan akan dilakukan pembagian botol isi ulang untuk air minum kepada seluruh Aparatur Sipil Negara yang ada di Bontang,” pungkasnya.

Sampah plastik saat ini menjadi masalah global, sehingga perlu penanganan yang tepat. Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Tuti Hendrawati Mintarsih menyebut total jumlah sampah Indonesia di tahun 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada.

Berdasarkan studi yang dilaksanakan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) Badan PBB untuk Program Lingkungan tahun 2015, Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik mencapai sebesar 3,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 8,8 juta ton.

Berada di urutan ketiga adalah Filipina yang menghasilkan sampah plastik mencapai 1,8 juta ton, diikuti Vietnam yang mencapai 1,8 juta ton, dan Sri Lanka yang mencapai 1,6 juta ton per tahun. Bisa dibayangkan kalau hal ini terus menerus terjadi dan tidak ada upaya nyata untuk menguranginya, maka kita akan mewariskan kesengsaraan pada anak cucu kita di masa yang akan datang.(*/adv/rdy)


BACA JUGA

Rabu, 21 November 2018 18:32
Pemkot Bontang

Pemkot Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengelar peringatan Maulid Nabi…

Senin, 19 November 2018 19:16
Pemkot Bontang

“Jadilah Lulusan yang Tangguh”

BONTANG – Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang menggelar Wisuda Angkatan…

Senin, 19 November 2018 19:14
Pemkot Bontang

Harap Kawal Pembangunan Bontang

  BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni ikut memeriahkan…

Jumat, 16 November 2018 20:11
Pemkot Bontang

Bontang Raih Piala Natamukti 2018

 BONTANG – Pemkot Bontang kembali meraih penghargaan. Kali ini, penghargaan…

Jumat, 16 November 2018 18:38
Pemkot Bontang

Tingkatkan Fasilitas dan Kualitas Pelayanan Kesehatan

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berharap fasilitas dan…

Jumat, 16 November 2018 18:32
Pemkot Bontang

Galakkan Membaca demi Wujudkan Bontang JAGO

BONTANG – Tak terasa sembilan tahun Perpustakaan Mercusuar Kelurahan Loktuan…

Kamis, 15 November 2018 18:26
Pemkot Bontang

Neni Resmikan Gedung Baru BPJS Ketenagakerjaan

  BONTANG- Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Wali Kota Bontang…

Rabu, 14 November 2018 18:41
Pemkot Bontang

Komitmen Majukan Sektor Pertanian

BONTANG- Komitmen Pemerintah Kota Bontang tidak hanya fokus di sektor…

Rabu, 14 November 2018 18:36
Pemkot Bontang

CT Scan Milik RSUD Siap Beroperasi

  BONTANG- Pelayanan kesehatan di RSUD Taman Husada semakin baik…

Rabu, 14 November 2018 18:33
Pemkot Bontang

Pemkot Audiensi dengan Ketua RT dan Tokoh Masyarakat

BONTANG - Neni Moerniaeni berdialog santai bersama Ketua RT dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .