MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Selasa, 21 Agustus 2018 00:28
Pengangguran Intelektual Makin Bertambah

Jurusan Pendidikan Dinilai Banyak Belum Sesuai Pasar Kerja

PROKAL.CO, SAMARINDA – Lulusan perguruan tinggi, akademi, institut, dan universitas di Kaltim belum sepenuhnya terserap di pasar kerja. Karena itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari kalangan sarjana masih menyisakan masalah yang belum terpecahkan.

Aliya (23), nama samaran, sudah setahun lulus dari salah satu perguruan tinggi ternama di Kaltim. Dia belum mendapatkan pekerjaan. Padahal dirinya telah berulang kali memasukkan lamaran di beragam tempat.

“Terakhir saya lamar di bank. Tetapi belum ada panggilan. Sebelum itu, kalau tidak salah, sudah empat kali saya buat lamaran,” ungkapnya pada Metro Samarinda, Senin (20/8) kemarin.

Dia mengaku tidak sendiri. Bersama teman-teman lainnya sesama angkatan yang lulus pada 2017 lalu, mereka memiliki nasib yang sama. Belum naik kelas di kelompok angkatan kerja yang telah terserap lapangan pekerjaan. “Penginnya sih usaha. Belum ada modal. Ya lebih baik nunggu dari bank itu dulu. Siapa tahu ada panggilan,” tutur Aliya.

Terkait hal ini, Kepala Tata Usaha Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Ahmad Zaini mengungkapkan, pengangguran “intelektual” masih belum berkurang dibanding tahun 2017. Bahkan tahun ini, tercatat pengangguran terbuka lulusan perguruan tinggi menempati urutan mayoritas dibanding lulusan lainnya.

“Tahun ini pengangguran terbuka dari lulusan perguruan tinggi dan SMA/SMK sebanyak 8,65 persen dari angkatan kerja,” bebernya.

Jumlah TPT lulusan perguruan tinggi tersebut tidak mengalami perubahan yang berarti dengan data 2017 lalu. Karena itu dia berpendapat, pemerintah daerah belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai untuk lulusan perguruan tinggi.

“Pengangguran di sektor ini tergolong tinggi. Ini pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan yang bisa menyerap lulusan perguruan tinggi,” imbuhnya.

Pasar kerja yang disesuaikan dengan pendidikan, kata Zaini, belum tersedia untuk seluruh lulusan kampus di Benua Etam. Hal ini menjadi ironi di tengah masifnya produksi sarjana dari perguruan tinggi yang tersebar di Kaltim.

“Kan salah satu kewajiban pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan. Bisa bekerja sama dengan swasta dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara, Red.). Kalau enggak, pengangguran di sektor ini akan tetap menimbulkan masalah,” saran Zaini.

Merujuk pada data di Februari 2018, secara keseluruhan pengangguran terbuka mencapai 125.167 orang atau 6,90 persen dari total angkatan kerja sebanyak 1.8.15.260 jiwa.

Kemudian TPT lulusan sekolah dasar ke bawah berjumlah 4,24 persen dari angkatan kerja. Lebih rendah dibanding pengangguran dari lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berjumlah 5,31 persen. “Dari data ini, justru orang yang lulus perguruan tinggi lebih banyak menganggur dibanding lulusan SD, SMP, dan SMA/SMK,” tuturnya.

Data yang dibeberkan Zaini memang beralasan. Sebab setiap tahun Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda saja menghasilkan lulusan sebanyak lima ribu orang.

Jumlah itu belum termasuk lulusan kampus Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Universitas Kutai Kartanegara, Universitas Widyagama Samarinda, Universitas Balikpapan, akademi, institut, dan perguruan tinggi lainnya yang tersebar di Kaltim.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Zairin Zain menuturkan, banyaknya TPT lulusan perguruan tinggi bukan semata karena belum tersedia lapangan pekerjaan. Sebab di Kaltim, pasar kerja sangat terbuka lebar.

“Pasar kerja di Kaltim ini membutuhkan tenaga kerja spesifik. Lapangan kerja yang sifatnya umum itu masih sedikit. Lapangan kerja yang membutuhkan keahlian khusus itu misalnya di tambang. Memang di situ memerlukan skill yang sesuai dengan kebutuhan,” sebut Zairin.

Begitu juga dengan lapangan kerja di bidang perkebunan. Umumnya pasar kerja di bidang tersebut membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus. “Kalau non-skill atau pekerja serampangan itu banyak. Artinya yang angkut buah sawit, bersihkan kebun, dan lainnya itu banyak,” ucapnya.

Karena itu, tenaga kerja yang dibutuhkan di Kaltim, pada umumnya belum terjawab oleh lulusan perguruan tinggi. Dia menyarankan, ke depan Balai Latihan Kerja (BLK) serta Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kaltim perlu meningkatkan intensitas pelatihan.

“Latihan yang dilaksanakan harus disesuaikan dengan lapangan kerja yang ada. Nah, kalau misalnya tambang membutuhkan skill tertentu, itu yang harus dilatih. Begitu juga dengan pertanian dan sektor lainnya,” imbuh Zairin. (*/um)

DATA ANGKA PENGANGGURAN DI KALTIM

PENCARI KERJA                                            2017                         2018
Angkatan kerja                                                  1.815.260                 1.678.913
Penduduk yang bekerja                                      1.690.093                 1.535.296
Tingkat Pengangguran Terbuka                           143.617                    125.167
Pengangguran tamatan SD ke bawah                  8,82 persen               4,24 persen
Pengangguran tamatan SMP                               7,67 persen               5,31 persen
Pengangguran tamatan 
SMA/SMK/Perguruan tinggi                              8,65 persen               8,65 persen
Total Tingkat Pengangguran Terbuka                  8,55 persen               6,90 persen
Sumber Data: BPS Kaltim 2018     

 


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 00:23
Persekusi

Anggota DPRD Samarinda dari PDIP Lakukan Persekusi, Partai Enggan Jatuhkan Sanksi

SAMARINDA – Dugaan penodaan khilafah dan persekusi yang diduga dilakukan tiga orang kader Partai…

Jumat, 21 September 2018 00:23
Polemik KINIBALU

Kejati Bantah Keluarkan Rekomendasi Terkait Pengawasan Pembangunan Proyek Masjid di Kinibalu

SAMARINDA – Pemasangan plang yang menyebut bahwa proyek pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu…

Jumat, 21 September 2018 00:22

Penataan Reklame Kota Tepian Semrawut

SAMARINDA – Sampai saat ini penataan reklame di Kota Samarinda masih terbilang semrawut. Hal ini…

Jumat, 21 September 2018 00:21

Dipaksa Berhenti dari Perusahaan, Buruh Ambil Langkah Hukum di MA

SAMARINDA – Empat tahun terakhir ratusan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa ketetapan…

Jumat, 21 September 2018 00:21

Kampung Long Isun Diusulkan sebagai Masyarakat Hukum Adat

SAMARINDA – Perjuangan dalam kurun waktu satu dekade terakhir untuk mendapatkan pengakuan dan…

Kamis, 20 September 2018 00:41
Persekusi

Anggota DPRD dari PDI Perjuangan Bilang Khilafah Layaknya Kotoran

DUGAAN persekusi pegiat hashtag atau tanda pagar ganti presiden yang melibatkan tiga kader Partai Demokrasi…

Kamis, 20 September 2018 00:41
Persekusi

Gara-Gara Ini, Tiga Legislator Samarinda Dituntut Mundur

SAMARINDA – Dugaan persekusi yang dilakukan oknum anggota DPRD Samarinda pada Sabtu (16/9) lalu…

Kamis, 20 September 2018 00:40

Terkait Pembayaran Gaji, Guru Honorer Merasa Kecewa

“Sebelumnya sudah ada MoU dengan Disdikbud Kaltim. Bilangnya insentif Rp 700 ribu per bulan itu…

Kamis, 20 September 2018 00:39
Info CPNS

Pembukaan CPNS Samarinda Diundur

“Sesuai arahan BKN, setiap kabupaten/kota diwajibkan mengumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat…

Kamis, 20 September 2018 00:38

Raperda Ketenagakerjaan Bakal Digodok

SAMARINDA – Tahun 2019, DPRD Kaltim berencana akan memasukkan dan mengusulkan Rancangan Peraturan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .