MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Minggu, 16 September 2018 00:01
Gaji Guru Honorer Tak Sesuai UMR

Klaim Bakal Dibahas di Tim Penyusunan RPJMD

Edy Rahmat(DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sejak Januari 2018, muncul tuntutan secara serentak dari seluruh guru honorer dari SMA/SMK Negeri di sepuluh kabupaten/kota di Kaltim. Pasalnya, sekira lima ribu orang guru honorer mendapatkan gaji di bawah standar Upah Minimum Regional (UMR).

Donny Michael Maukar, seorang guru di salah satu SMA Negeri di Mahakam Ulu (Mahulu), mengaku sangat kecewa dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Sebab janji penyesuaian gaji guru honorer telah muncul di awal tahun 2018.

“Kami dijanjikan oleh Dikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Red.). Tambahan gaji kami Rp 700 ribu akan dibayar tahun ini. Tetapi sampai sekarang belum cair,” katanya pada Metro Samarinda belum lama ini.

Dengan adanya penambahan Rp 700 ribu tersebut, gaji guru honorer dapat meningkat menjadi Rp 2,2 juta. Pasalnya saat ini, umumnya guru honorer di SMA/SMK Negeri hanya menerima gaji Rp 1,5 juta.  “Informasi terakhir waktu rapat dengan DPRD Kaltim kemarin, penambahan gaji guru Rp 700 ribu itu hanya dibayar empat bulan. Kami sangat kecewa. Karena janji awal kan mau dibayar penuh,” tuturnya.

Merespons keluhan guru tersebut, anggota Tim Penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Periode 2018-2022, Edy Rahmat mengatakan, pihaknya akan membahas masalah tersebut bersama tim yang dibentuk oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Isran Noor dan Hadi Mulyadi.

“Memang itu sudah ada dalam agenda kami. Saya harap sekarang bisa tenang dulu. Nanti kalau gubernur dan wakil gubernur sudah  dilantik, baru kita dialog baik-baik. Karena ini problem yang perlu dipecahkan,” ucapnya, Sabtu (15/9) kemarin.

Edy mengaku telah mendapatkan beragam laporan dari guru honorer di Benua Etam. Masalah itu tidak hanya terjadi di tingkat provinsi. Tetapi juga dialami pemerintah kabupaten/kota di Kaltim.

“Balikpapan juga kan bermasalah. Di Kutai Kartanegara lebih besar lagi jumlah guru honorer. Itu juga  problem. Hal sama terjadi di Samarinda. Jadi masalah ini terstruktur,” jelasnya.

Rendahnya gaji guru honorer, lanjut Edy, berakar pada rekrutmen yang tidak direncanakan secara matang. Apabila pemerintah daerah merencanakannya dengan baik, maka kebutuhan guru dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan.

Sejak pengalihan kewenangan penggajian guru honorer SMA/SMK Negeri di provinsi, Pemprov Kaltim menghadapi ledakan pengeluaran di bidang pendidikan. Hal itu diperparah dengan defisit keuangan yang melanda Kaltim beberapa tahun terakhir.

Edy menyarankan, kuota guru honorer harus dievaluasi secara total. “Supaya kebutuhan dan kemampuan keuangan bisa disesuaikan. Jangan sampai jumlah gurunya banyak, uangnya tidak cukup. Itu kan jadi masalah. Intinya masalah ada pada perencanaan,” bebernya. (*/um)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 00:13
Polemik Masjid Lapangan Kinibalu

Izin Masjid di Kinibalu, Warga Tuding Ada Rekayasa

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan tidak akan mengajukan banding terkait…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:12

MIRIS..!! Ribuan Anak Putus Sekolah di Lima Daerah

SAMARINDA – Sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam (SDA) nyatanya tak lantas membuat Kaltim…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:12

Gemar Berbagi Motivasi, Ingatkan Pentingnya Perencanaan Hidup

Selain dikenal sosok yang rendah hati, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi juga karib dengan…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:14
Polemik Kinibalu

Pengadilan Kabulkan Permohonan DPUPR

  SAMARINDA – Sengketa pembangunan masjid di lapangan Kinibalu akhirnya menemui titik terang.…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:13

Raperda RZWP3K Lindungi Nelayan!

SAMARINDA – Kritikan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:13

Masuk Musim Pancaroba, Mulai Waspada Wabah DBD!

SAMARINDA – Warga Kota Tepian patutnya mulai mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:12

Hibah dan Bansos Terancam Dikurangi

SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kaltim 2018 yang sebelumnya…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:11
Raperda LGBT

Raperda LGBT Tunggu Payung Hukum

SAMARINDA – Desakan publik agar dewan segera mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:10

Dewan Naikkan Target Pajak

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sepertinya harus mengencangkan ikat pinggang pada…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:10

Dulu Dikenal Sebagai Guru, Kini Dipercaya Jadi Wagub Kaltim

Di mana ada tekad, maka di situ aja jalan. Begitulah gambaran prinsip hidup dari seorang Hadi Mulyadi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .