MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Selasa, 18 September 2018 00:10
Rubela
Peminat Vaksin MR Semakin Merosot

Dinkes Minta Bupati Beri Edaran ke Sekolah-Sekolah

PEMINAT MENURUN: Seorang ibu sedang menenangkan anaknya yang menangis usai disuntik vaksin MR.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

PROKAL.CO, SANGATTA - Vaksin measles dan rubella (MR) yang mampu mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus measles (campak) dan rubella (campak jerman) tetap berjalan. Namun peminatnya semakin lama kian berkurang.

Padahal sebelumnya, Kutim menduduki peringkat keempat yang memiliki peminat tinggi se-Kaltim. Tapi penurunan semakin lama merosot di beberapa kecamatan, yang membuat peringkat tersebut ikut turun.

Dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kutim, Haryati. Imuniasi tersebut dinyatakan aman untuk anak. Hanya masih banyak warga yang enggan anaknya divaksinasi.

"Sebenarnya kan sudah dinyatakan aman, hanya masih banyak orang tua yang takut, kemudian tidak memberi izin pada anaknya. Sehingga peminat di Kutim dianggap berkurang," ujarnya saat menyampaikan laporan dalam rapat coffee morning, Senin (17/9).

Dia meminta pada bupati, untuk melayangkan surat edaran ke sekolah yang ada di 18 kecamatan, agar mau membawa anaknya untuk vaksin MR. Sebab banyak resiko buruk yang dapat menimpa anak jika tidak diberikan vaksin tersebut.

"Imunisasi MR sudah kami evaluasi, tapi beberapa hari ini malah menurun. Kami minta bupati untuk memberi imbauan agar kembali meningkat, demi kesehatan," pintanya.

Dia melakukan pemantauan atas bantuan puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan. Hal itu dianggap menjadi salah satu cara yang memudahkan kinerja.

"Kami sudah berupaya penuh, tiga hari ini malah turun. Padahal sudah bekerja sama dengan dinas pendidikan, agar mengimbau ke sekolah-sekolah. Kami mengontrol daerah yang menurun melalui data puskesmas," terangnya.

Ia juga menjelaskan, dalam pelaksanaan vaksin, tidak asal suntik. Tenaga medis memastikan kondisi kesehatan anak tidak sedang dalam keadaan demam. "Kami cek dulu, mereka panas atau tidak. Kalau memang demam kami tidak imunisasi. Hal ini juga dilakukan sesuai izin orang tuanya," katanya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan Vaksin MR (Measless Rubella) yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII) yang sudah digunakan di Indonesia boleh dilanjutkan penggunaannya. Sehingga ia menyarankan pada setiap orang tua untuk tidak ragu lagi pada vaksin ini. (*/la)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .