MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Rabu, 19 September 2018 00:18
Info CPNS
Lima Kursi untuk Lulusan SLTA

Paket C Bisa Tes CPNS, Ditempatkan di Satpol PP

BANYAK PEMINAT: Tes CPNS 2018 kali ini diminati oleh banyak kalangan, tak terkecuali lulusan SLTA ataupun Paket C.(Ilustrasi/asn.id)

PROKAL.CO, SANGATTA - Kesempatan atau peluang tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA)  sederajat maupun pemilik ijazah Paket C di Kutim hanya tersedia lima kursi.

Selain itu, posisi yang ditawarkan pun, hanya untuk menjadi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pasalnya, kali ini Kutim lebih membutuhkan tenaga kesehatan dan guru. Namun Pemkab masih menunggu formasi yang akan diteskan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, Zainuddin Aspan. Dirinya menuturkan penerimaan PNS kali ini disediakan untuk jurusan khusus. Tidak mengutamakan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D), namun terbuka untuk umum. Bahkan untuk warga yang tidak menduduki bangku perkuliahan pun diberi kesempatan.

"Minimal D3, hingga sarjana. Kalau SMA atau Paket C ada juga. Tapi hanya lima orang saja. Itupun di Satpol PP," ujarnya saat diwawancarai belum lama ini.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pihaknya saat ini sedang memasuki tahap penyelesaian komputerisasi dengan metode Computer Assisted Test (CAT). Sehingga sistemnya bisa langsung terhubung ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Kami sedang menyelesaikan pekerjaan komputerisasi. Insyaallah bisa selesai," katanya.

Zai—sapaan akrabnya- mengaku pelaksanaan tes CPNS tersebut optimistis dilaksanakan di Kutim pada 2018 ini. Adapun pelaksaannya dengan mekanisme mandiri untuk Kutim sendiri. "Tapi jumlahnya bervariasi, disesuaikan sama kebutuhan daerah," ungkapnya.

Mendengar informasi tersebut, salah satu pegawai TK2D, di salah satu instansi bernama Sri Devi mengaku kecewa saat mengetahui minimnya formasi bagi lulusan SMA. Pasalnya ia dan sejumlah kawannya mengaku telah menyiapkan diri sejak lama.

"Ya kesal, dulu bilang ada penerimaan 300 orang, saya rasa ada peluang. Ternyata tidak seperti yang saya tunggu," ungkapnya.

Dia berharap pemerintah dapat lebih mempertimbangkan kinerja TK2D yang telah mengabdi lama untuk pengangkatan. "Seharusnya diangkat juga lah, kami bekerja tidak sebentar," harapnya. (*/la)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .