MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 20 September 2018 00:42
Sudah Luluskan Ratusan Orang, Tak Boleh Batasi Usia dan Ijazah

Mengintip BLKI Bontang Cetak Tenaga Kerja Kompeten

BERI BIMBINGAN: Zakki (kiri) tengah memeriksa hasil kerja salah seorang anak didiknya.(LUKMAN/BONTANG POST)

PROKAL.CO, Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bontang di Jalan Prestasi, Bontang Lestari telah beroperasi sejak 2013. Tak banyak yang tahu ratusan tenaga kerja terampil telah dididik UPTD di bawah binaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim ini.

LUKMAN MAULANA, Bontang

Ketika media ini memasuki kompleks BLKI Bontang, suasana kesunyian segera menyergap. Deretan rumah serta bangunan dalam kompleks ini begitu lengang, seakan tak ada aktivitas kegiatan pelatihan sebagaimana mestinya. Ditambah lagi rerumputan tampak terlihat tumbuh tinggi di berbagai sudut kompleks, seakan lingkungannya tak terawat dan lama ditinggalkan.

Hingga kemudian ketika media ini masuk lebih dalam ke lingkungan kompleks, bertemu dengan Zakki Anggara, instruktur jurusan teknik las/welder yang tengah duduk di samping sebuah bangunan kelas. Dia tengah menanti dua anak didiknya menyelesaikan tugas yang diberikan.

“Kemarin baru tutup dua paket pelatihan masing-masing jurusan listrik dan otomotif. Untuk yang ini (las) Rabu ini (kemarin, Red.) bakal tutup. Tapi kami sudah akan masuk lagi dua paket pelatihan untuk jurusan listrik dan las,” terang Zakki kepada Bontang Post.

Dalam kunjungan Bontang Post Senin (17/9) lalu, memang kelas las yang dilatih Zakki tinggal menyisakan dua peserta dari total 16 peserta yang mengikuti paket pelatihannya. Kata Zakki, dua peserta tersisa masih belum menguasai materi yang diajarkan, sehingga masih membutuhkan bimbingan.

“Kami latih sampai bisa, sampai kompeten menguasai bidangnya masing-masing,” tambah pria asal Samarinda yang baru bertugas di BLKI Bontang sejak 2015 ini.

Zakki mengamini ketika ditanya kondisi kompleks BLKI yang tampak tak terawat dengan banyaknya rerumputan tinggi. Hal ini lantaran pihaknya masih kekurangan staf dalam hal perawatan lingkungan kompleks. Zakki bersama para staf lainnya sejatinya telah berupaya membersihkan secara gotong royong.

Namun luasnya kompleks BLKI Bontang yang mencapai 34.106 meter persegi membuat upaya pembersihan lingkungannya tak bisa berjalan maksimal. “Ketika sudah kami bersihkan, beberapa hari kemudian sudah tinggi lagi rumputnya. Memang idealnya ada petugas kebersihan setidaknya tiga orang,” urai Zakki.

Keterbatasan anggaran memang menjadi kendala bagi BLKI Bontang dalam memaksimalkan perawatan lingkungan. Tetapi hal tersebut sejauh ini tak mengganggu proses pelatihan kerja yang dilakukan. Buktinya, sejak beroperasi lima tahun lalu, BLKI Bontang telah meluluskan ratusan lebih tenaga kerja terampil pada bidangnya masing-masing.

Malahan, 16 di antaranya telah bersertifikasi nasional sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI. “Untuk program sertifikasi BNSP ini baru kami mulai tahun ini. Kalau sertifikat dari BLKI berlaku seumur hidup, sementara sertifikasi BNSP memiliki masa kedaluwarsa tiga tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut Zakki memaparkan, di 2018 ini terdapat sebelas paket pelatihan yang dijalankan BLKI Bontang. Sepuluh paket merupakan bantuan dari APBN dengan rincian empat paket pelatihan teknik las, empat paket pelatihan teknik listrik, dan dua paket pelatihan otomotif. Sementara satu paket dari APBD Provinsi yaitu paket pelatihan teknik listrik.

“Lamanya paket pelatihan bergantung jurusannya masing-masing. Kami menghitungnya dengan jam pelatihan. Kalau teknik listrik dan otomotif itu bisa tujuh pekan, sementara kalau las bisa sembilan pekan. Pelatihannya hari kerja Senin sampai Jumat, dari pukul 07.30 sampai 15.00 Wita,” sebut Zakki.

Namun pekan pelatihan bisa bertambah bila didapati hari libur misalnya libur Idulfitri. Pasalnya, jadwal pelatihan yang bertepatan hari libur mesti diganti pada hari lainnya. “Misalnya libur Lebaran kemarin, paket pelatihannya bisa sampai 12 mingguan,” imbuhnya.

Kuota peserta didik pada masing-masing paket dipatok 16 orang. Dengan jumlah total sebelas paket yang dijalankan di 2018, maka peserta pelatihan yang akan diluluskan BLKI bisa mencapai 176 orang. Dikatakan Zakki, mayoritas peserta pelatihan berasal dari Bontang dan sekitarnya, termasuk dari Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim).

“Peserta paling jauh datang dari sekitar Teluk Pandan. Sebenarnya di Kutim juga ada BLKI, tapi karena jaraknya mungkin lebih dekat ke Bontang, maka mengikuti pelatihannya di BLKI Bontang,” urai Zakki.

Fasilitas asrama telah disediakan bagi peserta yang hendak menginap di kompleks BLKI Bontang. Khususnya bagi peserta yang kediamannya jauh dari BLKI Bontang. “Bagi yang jauh, bisa menginap di asrama. Ada fasilitas air dan listrik, tapi belum termasuk makanannya,” sambung instruktur berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini.

Terkait keseriusan peserta didik, Zakki mengungkap mayoritas peserta didik di BLKI Bontang benar-benar ingin belajar mendapatkan ilmu. Dari awal, BLKI selalu menekankan kepada para peserta didik untuk serius mengikuti pelatihan. Pasalnya, tujuan utama belajar di BLKI adalah untuk mencari pekerjaan melalui keterampilan yang dimiliki.

“Sayang kalau dibuat main-main. Karena banyak di luar sana yang ingin masuk belajar di sini tapi belum ada kesempatan. Untuk komitmen mereka, kami juga menggunakan materai. Kami tekankan kalau memang tidak mampu, mending berhenti dari sekarang,” jelas Zakki.

Namun dia juga tak memungkiri bila dalam perjalanan pelatihan, ada perusahaan yang merekrut peserta didik untuk bekerja. Hal ini tidak menjadi masalah bagi BLKI, malahan Zakki menyebut pihaknya bersyukur karena peserta didik telah mendapat pekerjaan sebelum pelatihan usai.

“Saya lihat mereka (peserta didik, Red.) serius (belajar). Setiap pagi mereka datang pukul 07.30 Wita, apel lalu senam pagi, baru masuk kelas,” tambahnya.

Lantas apa saja syarat-syarat untuk belajar di BLKI Bontang? Zakki menjawab, secara administrasi, persyaratannya meliputi fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), ijazah terakhir, kartu kuning, dan juga pasfoto. Tak ada batasan ijazah terakhir serta tak ada batasan usia, namun dikhususkan bagi para pencari kerja.

“Rata-rata di sini (peserta didik) yang belum bekerja atau lulus dari sekolah pengin cari skill lagi, ya ke BLKI. Kemenaker menegaskan tidak boleh ada batasan ijazah, semuanya harus tetap diterima. Pembatasan umur juga tidak boleh, tapi kami juga melihat kemampuan orangnya. Kalau untuk jurusan las dan listrik itu maksimal 45 tahun, tetap kami fasilitasi,” jabar Zakki.

Meski telah meluluskan ratusan lebih pencari kerja, namun diakui Zakki, pihaknya masih belum mengetahui pasti serapan dunia kerja atas alumni BLKI Bontang. Pasalnya baru di tahun ini BLKI Bontang melakukan program pelacakan serapan lulusannya.

“Tahun ini kami sudah punya database. Sehingga kami nanti bisa tahu berapa yang terserap (dunia kerja) dan berapa yang belum,” sebutnya.

Terkait program penciptaan lapangan kerja untuk proyek Kilang Pertamina di Balikpapan, sebagaimana digiatkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Zakki menyatakan BLKI Bontang baru akan berkontribusi di 2019 mendatang. Karena untuk tahun ini, tenaga kerja lokal untuk proyek tersebut dipasok dari jebolan BLKI Balikpapan dan juga BLKI Samarinda.

“Insyaallah tahun depan. Informasinya tahun depan sudah masuk ke BLKI Bontang untuk persiapan Kilang Pertamina di Balikpapan,” tutur Zakki.

Dia mengakui bila fasilitas dan peralatan di BLKI Bontang masih kurang memadai. Dalam hal ini, BLKI masih butuh banyak bantuan untuk melengkapi kekurangan tersebut. Pengajuan tambahan sarana dan prasarana sendiri sudah mulai dilakukan, namun masih sebatas diajukan ke pemerintah pusat. Lantaran untuk pengadaan dari Pemprov sedang sulit terealisasi.

“Tapi fasilitas yang ada sekarang bisa dioptimalkan. Untuk tenaga instruktur, sementara ini ada dua instruktur dari PNS dan satu mekanik dari LPK (Lembaga Pelatihan Kursus, Red.). Insyaallah kebutuhan instruktur akan terisi tahun depan, karena ada pembukaan CPNS, formasi instruktur untuk dua orang,” tandasnya. (***)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 00:23
Info CPNS

Jadwal Pengumuman Seleksi Berkas Belum Pasti

Meski tahapan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bontang 2018 baik secara online maupun pengumpulan…

Minggu, 21 Oktober 2018 00:22
Info CPNS

Ribuan Pelamar Daftar CPNS

BONTANG – Sejak diumumkannya informasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bontang 2018…

Minggu, 21 Oktober 2018 00:21

Harga Sayur Berangsur Turun

BONTANG – Pascagempa disertai tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah membuat harga komoditas…

Sabtu, 20 Oktober 2018 21:08

Dewan: Utamakan Disiplin Ilmu dan Pengalaman

“Pejabat yang mengisi OPD harus sesuai dengan disiplin ilmu jabatan yang akan ditempati,”…

Sabtu, 20 Oktober 2018 21:08

Berebut Kursi Kepala Dinas

BONTANG – Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama telah menerima puluhan berkas…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:09

Modus Pinjam Ponsel lalu Kabur

BONTANG – Pemuda warga Tanjung Laut berinisial MN (18) diduga terlibat tindak pidana penggelapan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Nekat Amat..!! Petani Curi Aset Obvitnas

BONTANG – Pencurian aset milik objek vital nasional (obvitnas) PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS)…

Jumat, 19 Oktober 2018 19:13

Toko Baju Nyaris Jadi Arang

BONTANG – Di tengah guyuran hujan deras, warga sekitar toko pakaian Celcius di Jalan Bhayangkara…

Jumat, 19 Oktober 2018 19:11

Hoaks Kabar Penculikan Anak

“Ibu Nursidah dalam kondisi takut dan curiga sehingga menuliskan imbauan hati-hati di medsos.…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:16

HAYUU..!! Pansus Banjir Jadwalkan Sidak

BONTANG – Panitia khusus (Pansus) Banjir DPRD dalam waktu dekat bakal menggelar inspeksi mendadak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .