MANAGED BY:
KAMIS
21 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 20 September 2018 00:42
Kok Bisa Itu Nah, Lahan Obvitnas Diperebutkan

Awalnya Perusahaan Pinjam Lahan, Kini Berdiri Bangunan

GELAR AKSI: Keluarga pemilik lahan mendatangi lahan sengketa di area PT Pertamina Gas, Bontang Lestari, untuk menuntut ganti-rugi, Rabu (19/9) kemarin.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Seorang warga kompleks perumahan  PT Badak NGL, Hop IV, mengklaim memiliki lahan di area obyek vital nasional (obvitnas). Zahrah, mengaku memiliki lahan seluas 2 hektare di Bontang Lestari. Kini tanahnya telah dibangun oleh PT Pertamina Gas untuk kepentingan perusahaan.

Kondisi ini membuat Ahmad, kakak kandung dari Zahrah menggelar aksi, Rabu (19/9) kemarin. Dengan mendatangi lokasi yang diperebutkan, ia bersama keluarga besarnya meminta keputusan dari pihak manajemen perusahaan. “Saya capek selama 15 tahun selalu dizolimi. Selama tahun 2003 kami belum menikmati hasil, tetapi aktivitas perusahaan tetap berjalan,” keluh Ahmad.

Dijelaskannya, tahun 2003 PT Vico sebagai operator lama, berniat membeli luas tanah yang dipersoalkan. Namun pemilik tanah merasa keberatan dan meminta pembelian jangan hanya sepotong, melainkan seluruhnya. “Tetapi saat itu perusahaan tidak mau sehingga batal,” ucapnya.

Satu tahun berselang datang kembali perwakilan manajemen perusahaan. Tujuannya untuk meminjam lahan tersebut. Tujuannya untuk pembangunan jalan sehingga akses kendaraan lebih mudah. Dikatakan Ahmad, pemilik lahan pun memberikan pinjaman.

Namun ternyata di tahun 2005 beberapa bangunan mulai didirikan tanpa izin. Melihat ini keluarga pemilik lahan pun melakukan protes dengan mendatangi kantor perusahaan. “Saya dilempar ke sana-kemari saat itu. Pada tahun 2012 sedikit ada titik terang, saya datang ke Muara Badak dan diminta membuat rincian,” paparnya.

Setelah rincian dimasukkan, justru tidak ada respon dari perusahaan. Bahkan PT Pertamina Gas mengaku telah mengantongi surat kepemilikan dari pembelian tiga perusahaan yakni CV Gani Mulia, CV Harapan Baru Bakti, dan CV Rakyat.

Dikatakannya, pemilik tanah sempat melawan dengan melarang pengerjaan pemasangan pipa besar di lokasi tersebut. Tetapi setelah berunding, disepakati pengerjaan boleh dilanjutkan asalkan permasalahan ini diselesaikan dengan pembelian lahan tersebut.

“Sayangnya justru kami diadukan ke Pengadilan Negeri (PN) Bontang. Dasar mereka (perusahaan, Red.) ada bukti surat tetapi anehnya pembeliannya berupa kayu bukan lahan. Sejak kapan ada regulasi beli kayu dapat tanah,” herannya.

Putusan PN pun memenangkan perusahaan, lantas kasus ini dibawa ke Pengadilan Tinggi Kaltim. Dipaparkan Ahmad terdapat keganjalan dalam putusannya. “Mengingat ditulis Zahrah melawan PT Pertamina Gas, Nasibuan (suami Zahrah, Red.), dan Ahmad (kakak kandung Zahrah, Red.). Dalam sidang di Pengadilan Tinggi Kaltim pun Zahrah kembali kalah,” kata Ahmad.

Upaya terus dilakukan dengan mengajukan kasasi ke tingkat Mahkamah Agung. Berkenaan jika selama 14 hari tidak diajukan maka dinyatakan kalah. “Kami telah mengajukan di hari ketujuh. Tetapi PT Pertamina Gas sampai sekarang belum mengajukan. Padahal itu sudah sejak Maret silam,” ucapnya.

Dijelaskannya, sebenarnya polemik ini tidak seperti ini jika saat itu perusahaan membayar kepada pemilik tanah. Pemilik tanah pun di tahun 2012 sudah mematok harga untuk lahan dipakai sebesar Rp 2 juta. “Sebenarnya nominal itu terlalu kecil untuk PT Pertamina Gas tetapi mereka tidak mau membayar saat itu,” terang Ahmad.

Sementara, Kepala QC dan HSE PT Pertamina Gas, Feri Sinaga mengaku akan menjalin komunikasi dengan pihak terkait. Diyakininya, dalam waktu dekat akan ada pertemuan dengan pimpinan perusahaan dan Zahra.

“Saya mencoba memfasilitasi dan membuka komunikasi dengan pimpinan dalam waktu dekat. Saya jamin itu, karena saya di sini pun tidak bisa membuat keputusan,” pungkas Feri. (ak)


BACA JUGA

Rabu, 20 Februari 2019 10:23

PARAH NI ORANG..!! Demi Narkoba, Nekat Bobol Rumah

BONTANG – Demi memenuhi candunya akan barang haram narkoba, FH…

Rabu, 20 Februari 2019 10:21

Aroma Amonia Bikin Warga Gelisah, Desak DLH Cek Ulang

Aroma amonia yang tersebar di beberapa titik di Bontang membuat…

Rabu, 20 Februari 2019 10:18

Bau Amonia Dikeluhkan Warga, Ini Kata DLH dan PKT

BONTANG – Aroma amonia yang dikeluhkan warga dinilai masih di…

Rabu, 20 Februari 2019 10:18

Ada Bandara APT Pranoto, Rute Penerbangan Perintis Batal

BONTANG – Upaya membuka akses udara dari Bontang menuju daerah…

Selasa, 19 Februari 2019 10:53

Gaji Telat, Karyawan Mogok

BONTANG–Akibat gaji pada Februari belum terbayar, 53 karyawan PT PAN…

Selasa, 19 Februari 2019 10:52

Diduga Menganiaya, Dua ASN Diperiksa

BONTANG–Dugaan kasus penganiayaan yang melibatkan dua ASN Pemkot Bontang masih…

Selasa, 19 Februari 2019 10:51

Mencuri Karena Terjerat Utang Arisan Online

BONTANG–RM terpaksa mengaku sebagai sales diler sepeda motor saat kepergok…

Selasa, 19 Februari 2019 10:50

Bonus Kategori Beregu Sudah Disetujui

BONTANG–Bonus menjadi hal yang dinanti atlet penyumbang medali Porprov VI…

Selasa, 19 Februari 2019 10:49

Harga Tiket Mencekik, Agen Tiket Merugi

Mahalnya harga tiket pesawat berimbas pada omzet agen tiket. Pendapatan…

Selasa, 19 Februari 2019 10:47

Proyek Bandara Stagnan

BONTANG – Wacana pembangunan bandara Bontang tampaknya masih jauh panggang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*