MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Jumat, 21 September 2018 00:15
Rubela
Tak Ada Laporan Satupun Terkait Dampak Negatif Vaksin Campak dan Rubella (MR) di Kutim
PELAJAR DIVAKSIN: Para pelajar sekolah saat melakukan vaksin MR beberapa waktu lalu.(Dok Sangatta Post)

PROKAL.CO, SANGATTA – Sampai saat ini di Kutim, belum ada satupun laporan terkait warga yang terkena dampak negatif vaksin campak dan rubella (MR). Artinya, vaksin MR terbilang aman. Adapun kabar yang menyatakan dapat menyebabkan autis, lumpuh, ataupun meninggal dunia, dapat  dipastikan tak berdasar alias hoaks.

Paling maksimal ialah demam. Namun, hal ini merupakan hal yang wajar. Itu merupakan efek dari suntik vaksin tersebut.

"Kalaupun ada, hanya kebetulan saja. Bertepatan dengan penyakit yang dideritanya," ujar Kadiskes Bahrani Hasanal.

Adanya kemungkinan salah suntik, dirinya pun menepis hal itu. Sebab, semua tenaga kesehatan yang bertugas sudah dibekali pelatihan. Terbilang profesional.

"Jadi kami tegaskan, tidak ada laporan sampai saat ini. Tenaga kami yang kerja juga sudah dilatih semua. Sehingga semua aman," katanya.

Sebenarnya kata dia, warga Kutim tak mempersoalkan dampak yang dihasilkan oleh vaksin MR, melainkan masalah keyakinan.

Masalah keyakinan inilah yang membuat sebagian warga enggan vaksin MR. Memang diketahui, vaksin ini haram. Akan tetapi, MUI sudah mengeluarkan fatwa mubah. Melihat, faktor kedaruratan.

"Ya masalah halal haram saja. Kalau masalah dampaknya, tidak ada laporan kepada kami. Karena memang, vaksin ini aman," katanya.

Meskipun begitu lanjut dia, pro kontra tersebut tak mengurangi semangat diskes untuk melakukan vaksin massal. Bagi mereka yang menolak tak dipermasalahkan.

"Kami terus melayani sekolah yang ingin vaksin. Terus disosialisasikan. Seperti Muara Wahau sudah 90 persen. Sedangkan kecamatan lainnya masih rata-rata 50 persen," katanya.

Jika dirangkum secara keseluruhan di Kutim, vaksin MR sudah mencapai 60 persen. Dirinya yakin dapat menembus 95 persen.

"Jika hal ini tercukupi, maka semua warga Kutim sudah terlindungi dari MR. Seperti halnya cacar. Sekarang sudah hilang," katanya. (dy)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 11:46

Kapal Penyeberangan Belum Gunakan Pelampung

SANGATTA–Sejumlah kawasan di Kutai Timur (Kutim) belum memiliki infrastruktur komplet.…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:43

WARNING..!! Nelayan Dilarang Melaut, Ini Sebabnya..

SANGATTA - Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang meminta pada masyarakat…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:42

Kadarkum di Kutim Masih Minim

SANGATTA - Masih minimnya praktik keluarga sadar hukum (Kadarkum), merupakan…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:42

Melanggar Aturan, APK Disapu Bersih

SANGATTA - Alat peraga kampanye (APK) para calon legislatif yang…

Kamis, 27 Desember 2018 19:15

Gelar Perekaman KTP-El Massal

SANGATTA- Kementerian Dalam Negeri menyampaikan jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan…

Minggu, 23 Desember 2018 17:25

AWAS!!! Pembalap Liar Terancam Penjara

SANGATTA-  Bagi Anda yang suka kebut-kebutan dan balap liar bersiap-siaplah…

Minggu, 23 Desember 2018 17:23

Harga Kebutuhan Pokok Terpantau Stabil

SANGATTA – Jelang Natal dan tahun baru, harga kebutuhan pokok…

Minggu, 23 Desember 2018 17:23

KEREN!!! Lulusan SMKN 2 Dibidik Korea

SANGATTA- Perusahaan Korea meminta sekira 20 siswa lulusan SMKN 2…

Minggu, 23 Desember 2018 17:21

Harga Jual Anjlok, Begini Hasil Kesepakatan Forum Sawit dan Perusahaan

SANGATTA- Harga Rp 900 rupiah untuk pembelian Tandan Buah Segar…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:36

Ratusan Aparat Amankan Natal dan Tahun Baru

Sebanyak ratusan personel gabungan antar Polres, Kodim, Lanal, Dishub, dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*