MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Sabtu, 22 September 2018 00:12
Waspada Investasi Tanpa Risiko!

Masyarakat Wajib Melek Informasi Keuangan Agar Terhindar dari Investasi Bodong

Ilustrasi(Net)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Hukum sebab akibat wajib digenggam selalu oleh masyarakat. Terutama mereka yang hendak berinvestasi di sektor keuangan, jasa maupun barang. Sebab, tak ada investasi yang tak berisiko.

Di tahun ini saja, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mencatat, terdapat 108 entitas atau perusahaan investasi yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dan berpotensi merugikan masyarakat. Beberapa di antaranya disinyalir beroperasi di wilayah Kaltim.

Dari data itu, 39 di antaranya beroperasi di sektor Forex atau Future,19 di bidang Cryptocurency, 34 di sektor multi level marketing (MLM), dan 16 lainnya bergerak di beberapa bidang lainnya.

Bila berkaca data di tahun sebelumnya, Satgas Waspada Investasi mencatat ada 80 kegiatan yang masuk kategori investasi bodong. Satgas mencatat, sebanyak 30 entitas diketahui bergerak di investasi uang, 7 di investasi Forex, 7 di Cryptocurency, masing-masing 3 di investasi Broker dan properti.

Kemudian masing-masing 2 entitas bergerak di investasi aset manajemen, investasi saham, deposito berjangka, pelunasan utang, kredit mobil hingga di produk kecantikan.

Entitas lainnya yang patut diwaspadai yakni investasi alat kesehatan, arisan online, comemercial paper, distribusi sabun wajah, e-commerce marketplace, enterpreneurship, investasi emas, i~ves\si pulsa, travel umrah, hinggaestasi jasa teknologi.

Kewaspadaan Satgas Waspada Investasi tersebut tentunya bukan tanpa disertai alasan. Ya, berdasarkan data investasi bodong yang diungkap tim Satgas Waspada Investasi selama kurun waktu 2007-2017, tercatat kerugian masyarakat akibat investasi abal-abal mencapai 105,81 triliun.

Nilai tersebut diungkap di antaranya dari lembaga investasi Pandawa Group. Lembaga ini menjanjikan investasi 10 persen per bulannya. Investasi ini telah memakan korban hingga 549 ribu orang. Kerugiannya ditaksir hingga Rp 3,8 triliun.

Lembaga lainnya yakni PT Cakrabuana Sukses Indonesia. Lembaga ini menjanjikan investasi konsorsium mendulang emas sebesar 5 persen per bulannya. Sebanyak 170 orang menjadi korbannya dengan kerugian mencapai Rp 1,6 triliun.

Tak sampai di situ, investasi bodong lainnya yang juga banyak memakan korban yakni Dream Freedom. Setidaknya terdapat 700 ribu orang menjadi korban di investasi ini. Bukan hanya itu, kerugian material ditaksir mencapai Rp 3,5 triliun.

Di bidang jasa travel umrah juga tidak ketinggalan. Dari hasil ungkap kasus yang dilakukan Satgas Waspada Investasi terhadap empat jasa travel umrah, di antaranya First Travel, terdata ada 164.757 orang menjadi korban. Kerugiannya tak tanggung-tanggung yakni mencapai Rp 3,042 triliun.

Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing menyebutkan, alasan mengapa banyak masyarakat terjerumus investasi bodong, antara lain karena tergiur dengan janji keuntungan atau bunga tinggi, minimnya pemahaman tentang investasi, adanya keterlibatan tokoh agama, masyarakat maupun selebriti.

“Masyarakat kita inikan gampang tergiur ketika dijanjikan dengan keuntungan besar. Termasuk janji mendapatkan bonus dari perekrutan anggota baru. Begitupun ketika investasi itu diklaim tanpa resiko. Masyarakat biasanya langsung percaya,” kata dia belum lama ini.

Salah satu studi kasus investasi bodong yang disebutkan Tobing ialah UN Swissindo. Produk yang ditawarkan lembaga tersebut yakni memberikan surat lunas kepada debitur. Termasuk produk memberikan voucer kepada masyarakat untuk diambil di salah satu perbankan.

“Supaya tidak terjerat investasi bodong seperti itu, masyarakat perlu teliti terhadap legalitas lembaga dan produknya. Pahami proses bisnis yang ditawarkan. Pahami manfaat dan risikonya. Serta pahami apa yang menjadi hak dan kewajiban masyarakat dalam investasi itu,” tuturnya.

KALTIM RAWAN INVESTASI BODONG

Masyarakat Kaltim juga patut menaruh kewaspadaan saat berinvestasi, baik di sektor keuangan, jasa maupun barang. Pasalnya, wilayah Kaltim tergolong sebagai salah satu daerah yang rawan investasi bodong. Di tahun 2017 saja diketahui ada sekitar 10 pengaduan yang masuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Satgas Waspada Investasi.

Menurut Tobing, meski angka pengaduan tersebut tidak terbilang banyak, akan tetapi berbagai kegiatan yang dilaporkan masyarakat itu dinilai cukup meresahkan. Pasalnya, beberapa di antara kegiatan itu ada menjanjikan bisa melunasi utang debitur seperti halnya UN Swissyndoang telah dibekuk jajaran Barem di Cirebon.

“Kegiatan investasi di Kaltim banyak juga kami dapatkan pengaduan. Misalnya kegiatan MLM yang dilakukan dengan menawarkan produk, atau money games. Seperti money games, karena dilakukan melalui media online, seluruh Indonesia bisa mengaksesnya,” ungkapnya.

Yang terbaru yang diradar OJK yakni kegiatan perdagangan berjangka dan komoditi dengan berinvestasi. Contohnya, perusahaan menawarkan masyarakat menanamkan modal dengan memberikan bunga 10 persen selama 7 hari dan 13 persen selama 14 hari.

“Kegiatan seperti ini berkedok perdagangan tetapi berinvestasi dan berpotensi merugikan masyarakat. Karena cirinya itu memberikan keuntungan besar dan tanpa resiko, masyarakat patut waspada terhadap hal yang demikian,” serunya. (drh)

==Buatkan ilustrasi===

ANCAMAN PIDANA PELAKU INVESTASI ILEGAL

Perbuatan         Pasal Pidana     Ancaman

Penggelapan     Pasal 372 KUHP         Penjara 5 tahun

Penipuan          Pasal 378 KUHP         Penjara 4 tahun

Melakukan kegiatan usaha tanpa izin OJK         Pasal 103 (1) UU Pasar Modal Penjara 5 tahun dan denda Rp 5 miliar

Peghimpunan dana masyarakat dalam simpanan tanpa izin usaha dari OJK         Pasal 46 ayat (1) UU Perbankan                       Penjara 15 tahun dan Denda Rp 10-20 miliard

Skema piramida dalam distribusi barang            Pasal 105 UU Perdagangan      Penjara 10 tahun dan denda Rp 10 miliar

==Perusahaan Investasi Terdaftar dan Berizin==

Jenis     6nbsX     p;     Jumlah
Konvensional    65
Syariah 2
Total                67

Domisili            Jumlah
Jabodetabek     66
Bandung           1
Total                67

Status               Jumlah
Lokal               45
Penanaman modal asing            22
Total                67

==Proses Pengurusan Perizinan==


Tahapan                                                                       Jumlah
Perusahaan dalam proses pendaftaran               40                               

Permohonan pendaftaran yang dikembalikan                 57                   

Perusahaan berminat mendaftar                         38

Total                                                                            135
Sumber Data: Satgas Waspada Investasi

==PROFILE AND DEVELOPMENT OF FINTECH LENDING==
=Rekening Lender di Jawa=
Tahun   Pertumbuhan
2016                12.498 entitas
2017                75.769 entitas
Juli-2018          101.377 entitas

=Rekening Lender Luar Jawa=
Tahun               Pertumbuhan
2016                1.264 entitas
2017                24.028 entitas
2018                31.955 entitas

=Penyaluran Pinjaman=
PunyaTran Pinjaman di Jawa
Tahusp;              Pertumbuhan
2016                160,69 miliar
2017                2.185,63 miliar
Juli-2018          8.100,29 miliar

=Penyaluran Pinjaman=
Penyaluran Pinjaman Luar Jawa
Tahun               Pertumbuhan
2016                23,48 miliar
2017                378,32 miliar
Juli-2018          1.113,5 miliar

=Rekening Borrower=
Rekening Borrower di Jawa
Tahun   Pertumbuhan
2016                36.830 entitas
2017                237.319 entitas
Juli-2018          1.238.743 entitas

=Rekening Borrower Luar Jawa=
Tahun               Pertumbuhan
2016                1.275 entitas
2017                22.316 entitas
Juli-2018          191.614 entitas 

==CIRI INVESTASI ILEGAL==

-Menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat
-Menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru (member get member)
-Memanfaatkan tokoh agama, masyarakat, atau public figur untuk menarik minat investasi
-Klaim tanpa resiko (free risk)
-Legaligitas  tidak jelas seperti:
1.Tidak memiliki izin
2.Memiliki izin kelembagaan tapi tidak punya izin usaha
3.Memiliki izin kelembagaan dan izin usaha, namun tidak melakukan kegiatan yang sesuai dengan izinnya

Sumber Data: Otoritas Jasa Keuangan Kaltim


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 18:21

ESDM Janji Tindak IUP Melanggar

 “Nanti akan kita rilis setiap inspektur tambang yang memegang dan…

Selasa, 11 Desember 2018 18:20

Menanti Keseriusan Isran-Hadi

SAMARINDA – Tuntutan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai permasalahan tambang…

Senin, 10 Desember 2018 18:51

Pelajar Dominasi Pelanggaran Lalin

SAMARINDA – Angka pelanggaran lalu lintas (lalin) di Kota Samarinda…

Senin, 10 Desember 2018 18:50

Disperkim Siapkan Program RUMI

SAMARINDA – Berbagai program rumah murah atau rumah bersubsidi terus…

Senin, 10 Desember 2018 18:49

Ajak Umat Teladani Kehidupan Nabi, Ingatkan Pentingnya Jaga Persatuan

  Menjaga persatuan dan kesatuan di antara sesama muslim, maupun…

Sabtu, 08 Desember 2018 18:48

Pemkot Siap Beri Suntikan Dana

SAMARINDA – Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU) Samarinda…

Sabtu, 08 Desember 2018 18:46

Untuk Program Subsidi Pembangunan Rumah Rakyat, Samarinda Kebagian Rp 2 M

SAMARINDA – Pemkot Samarinda melalui APBN 2019 kembali mendapatkan gelontoran…

Sabtu, 08 Desember 2018 18:45

Kaltim Jadi Tuan Rumah Rakernas Forsesdasi 2019

Kaltim akan menjadi  tuan rumah  penyelenggara Rapat  Kerja Nasional (Rakernas)…

Jumat, 07 Desember 2018 19:01

Sabu Rp 1,3 Miliar Gagal Edar

  SAMARINDA – Kepolisian Resort (Polres) Kota Samarinda kembali berhasil…

Jumat, 07 Desember 2018 19:00

Beasiswa Kaltim Tuntas Belum Teranggarkan?

   “Saya selaku Ketua Komisi IV dan anggota Banggar, saya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .