MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 22 September 2018 00:18
Pedagang Pasar Kembali Ancam Pemkot

Lapak Liar Masih Menjamur di Trotoar, Sebut Penertiban Salah Fokus

PROKAL.CO, BONTANG – Nada protes kembali digaungkan oleh Asosiasi Pedagang Pasar Rawa Indah. Pasalnya tuntutan mereka saat dimediasi oleh DPRD belum terpenuhi. Disebabkan masih berjualannya pedagang ayam dan ikan di trotoar Jalan KS Tubun.

Baxkanetua Asosiasi Pedagang Pasar RIndah Muhammad Nurdin mengancam akan melakukan aktivitas jual beli di parkiran bangunan pasar dan pinggir jalan di lokasi tersebut. Hal ini tertuang dalam surat bernomor 12/APP/2018 tertuju Komisi II dan III DPRD untuk permintaan audiensi.

“Pedagang di dalam pasar sementara, mengancam akan keluar berjualan. Karena di dalam tidak laku barang dagangannya. Oleh karena itu, saya membuat surat kepada seluruh instansi terkait,” kata Nurdin saat ditemui Bontang Post di kediamannya, Jumat (21/9) kemarin.

Nurdin juga mempertanyakan mengenai upaya penertiban beberapa waktu lalu. Ia menilai saat itu pemerintah salah fokus dikarenakan aparat justru menyasar atap pedagang.

Ancaman ini akan dijalankan bilamana pemerintah tidak segera mengambil tindakan. Meskipun dikatakan Nurdin, tenggat waktu yang dipatok asosiasi tidak ditentukan. “Saya dengar sudah ditangani dewan untuk dijadwalkan pertemuan kedua kalinya nanti,” tuturnya.

Nurdin berujar pedagang di dalam bangunan pasar sementara selama ini rugi, padahal beban pengeluaran yang ditanggung banyak. Misalnya biaya listrik mencapai Rp 10 ribu tiap lima hari sedangkan pembayaran air Rp 15 ribu per harinya. Bukan itu saja, setiap lapak juga wajib membayar iuran kebersihan sekira Rp 15 ribu per hari, retribusi Rp 1.000 per dua hari, dan pajak Rp 30 ribu per bulan.

“Pedagang di dalam itu banyak pengeluarannya. Sangat menderita kalau masih ada yang berjualan di luar,” ujar dia.

Menurut pemaparannya, kebutuhan warga Bontang berkenaan ayam dan ikan tiap harinya sangat tinggi. Jika itu mampu ditertibkan, secara otomatis akan menata kembali beberapa pedagang sayur untuk masuk bangunan pasar sementara.

“Penyebab utama pedagang sayur keluar, karena pedagang ikan dan ayam duluan keluar. Jika mereka masuk, otomatis orang akan membeli sayur di dalam pasar juga,” ungkapnya.

Adapun dampak yang dirasakan dengan menjamurnya pedagang ayam dan ikan di trotoar ialah macetnya arus lalu lintas di kawasan tersebut. Selain itu, beberapa warga sekitar pun telah merasakan bau menyengat akibat limbah pembuangan dari pedagang dadakan itu.

Jika tidak segera ditangani, maka Nurdin pesimistis Pemkot Bontang mampu menertibkan pedagang di Kompi B, ketika pengerjaan bangunan baru pasar dimulai. Secara otomatis pedagang di area itu akan mengikuti pedagang lainnya, dengan menggelar lapak di sepanjang trotoar.

“Kalau tidak segera ditertibkan yang di trotoar, pedagang Kompi B akan mengikuti jejak. Ada alasannya kenapa ini tidak digusur. Padahal ini penjual dadakan, apa jadinya Kota Bontang akan tambah semrawut,” pungkasnya. (ak)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 20:33

Tambang Bukan Dalang Banjir

“Jadi tidak benar kalau ada yang bilang tanggul Indominco jebol. Karena kami tidak punya tanggul,”…

Selasa, 23 Oktober 2018 20:28

Pembangunan Kilang Minyak Diminta Dikebut

BONTANG – Pemkot Bontang meminta pembangunan kilang minyak dapat segera terealisasi untuk mewujudkan…

Selasa, 23 Oktober 2018 20:27

Ratusan Nelayan Beralih ke BBG

BONTANG – Sebanyak 113 nelayan di Bontang bakal beralih menggunakan mesin perahu berbahan bakar…

Selasa, 23 Oktober 2018 00:16

Simpan Sabu di Gundukan Pasir, Warga Berbas Pantai Diamankan

  BONTANG –  Pengguna dan pengedar narkoba selalu punya cara untuk menghindari pemeriksaan…

Selasa, 23 Oktober 2018 00:16

Berjuang Tuntaskan Masalah Kesejahteraan Tenaga Pengajar

Agus Haris, salah satu anggota DPRD Bontang, mempunyai latar belakang seorang tenaga pengajar. Meski…

Senin, 22 Oktober 2018 19:56
Pulau Segajah

Ingin Sulap Segajah Seperti Maladewa

KOTA Bontang harus segera dipersiapkan untuk menghadapi pasca minyak dan gas (migas). Maka dari itu,…

Senin, 22 Oktober 2018 19:55

Neni Tergiur Kerja Sama Pihak Ketiga

BONTANG - Destinasi wisata kota Bontang belum sepenuhnya dikembangkan maksimal. Karena itu Wali Kota…

Senin, 22 Oktober 2018 19:55

Andi Harun Bidik Kursi Bontang 1

“Apalagi masyarakat Bontang meminta saya untuk kembali ke Bontang dan ikut pilwali. Saya tidak…

Senin, 22 Oktober 2018 19:53

Berawal Pengusaha Studio Foto, Baktikan Diri untuk Daerah

Bukan kacang yang lupa pada kulitnya. Itulah Suwardi, pengusaha studio foto yang kini menjabat anggota…

Senin, 22 Oktober 2018 19:53

“Jangan Main-Main dengan Hoaks”

BONTANG – Berhati-hatilah dalam menginformasikan sesuatu, termasuk saat memberikan kabar adanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .