MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Selasa, 25 September 2018 00:14
Terkait Pencemaran Sungai Santan, Pemerintah Dinilai Tak Serius

Dewan Anggap Perlu Tim Pengkaji

Baharuddin Demmu(DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, pada Jumat (21/9) lalu, di sidang paripurna yang dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Meiliana, melayangkan protes pada pemerintah daerah. Terkait pencemaran Sungai Santan yang terletak di Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Menurut dia, sejak sungai tercemar, ikan yang ada di sungai tersebut banyak yang mati. Padahal, Sungai Santan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari warga Desa Santan Ilir, Santan Tengah, dan Santan Hulu.

“Saya minta ini ditindaklanjuti. Karena ini sudah kesekian kalinya ikan-ikan mati dan air berubah warna. Kalau bahasanya rakyat, air di sungai itu tinggal dikasih nasi. Sehingga berubah menjadi nasi kuning,” sebutnya.

Dia menduga pencemaran air tersebut terjadi karena adanya tambang batu bara yang beroperasi di hulu Sungai Santan. Diperlukan penelitian lebih lanjut dari pemerintah untuk memastikan dugaan tersebut.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Saya minta dibentuk tim untuk mengecek lokasi dan melakukan penelitian yang sesungguhnya. Sehingga nanti ditemukan penyebabnya. Kalau ditemukan penyebabnya, harus diberikan sanksi,” sarannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Metro Samarinda, Sungai Santan menjadi sumber air bersih serta mengaliri lahan dan tambak masyarakat di tiga desa di Kecamatan Marang Kayu. Belakangan ini, warga setempat tidak lagi menggunakan air di sungai itu karena kualitasnya yang buruk.

Efek jangka panjang dari pencemaran air sungai tersebut, masyarakat sekitar menghabiskan biaya sedikitnya Rp 400 ribu setiap bulan untuk membeli air. Bahkan air sungai tidak dapat lagi digunakan untuk mengairi kolam ikan.

Seorang warga sekitar, di akhir 2017 menunjukkan pada mahasiswa, terdapat kolam yang kering karena telah lama tidak diisi dengan air. Bahkan ada beberapa warga yang terpaksa membeli air untuk mengisi kolam. Alasannya, supaya ikan yang telah terlanjur dipelihara tidak mati.

Himpunan Mahasiswa Marang Kayu mencatat, sejak 2016 pencemaran telah terjadi di Sungai Santan. Catatan organisasi tersebut, di hulu sungai terdapat tambang batu bara yang dikelola PT Indominco Mandiri.

Pada 24 November 2015, KLHK menarik persetujuan untuk kegiatan pertambangan di Sungai Santan, Sungai Kare, dan Sungai Pelakan. Namun kebijakan tersebut masih meninggalkan sejumlah celah bagi pengusaha untuk melakukan aktivitas pertambangan di hulu Sungai Santan.

Nyatanya, tiga tahun terakhir, citra satelit menangkap terdapat aktivitas perusahaan batu bara di hulu sungai itu. Para mahasiswa sempat mendengungkan akan melakukan ekspedisi untuk menelusuri sungai itu. Sehingga dapat mendesak pemerintah untuk menghentikan aktivitas pertambangan di sungai yang menjadi nadi warga Marang Kayu itu. (*/um)


BACA JUGA

Kamis, 27 Desember 2018 19:19

2019, Kantong Plastik Dilarang

SAMARINDA – Upaya Pemkot Samarinda menata lingkungan dengan melarang penggunaan…

Kamis, 27 Desember 2018 19:17

Dari Anugerah Kencana Nasional untuk Wali Kota Samarinda

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima Anugerah Kencana Nasional 2018…

Minggu, 23 Desember 2018 17:27

Kontrak Penjualan LNG ke Jepang Bakal Habis, Begini Kata Gubernur...

SAMARINDA – Kontrak ekspor gas alam cair atau liquefied natural…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:44

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh

 “Kenaikan itu sudah cukup bagus. Karena di tahun-tahun sebelumnya, tingkat…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:43

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

SAMARINDA – Setiap pekerja berhak mendapat jaminan sosial. Hal ini…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:42

Gubernur dan Dubes Rusia Satu Meja

SAMARINDA - Untuk memastikan kelanjutan kerja sama proyek strategis di…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:41

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

Banyak cara dapat dilakukan untuk memperingati Hari Ibu Nasional yang…

Jumat, 21 Desember 2018 18:44

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar

SAMARINDA – Upaya antisipasi kelangkaan barang dan naiknya harga kebutuhan…

Jumat, 21 Desember 2018 18:43

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim belum berani mematok angka…

Jumat, 21 Desember 2018 18:42

2018, Asuransi Mobil Tumbuh Positif

SAMARINDA – Pertumbuhan jasa asuransi mobil di Kaltim pada 2018…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*