MANAGED BY:
SENIN
19 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Selasa, 25 September 2018 00:16
Herwan Legawa Tinggalkan Karang Paci

Demi Penuhi Persyaratan Pencalegan Usai Pindah Partai

Herwan Susanto(DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Silang sengkarut penggantian antar waktu (PAW) antara dua kubu yang sempat berseteru di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kaltim, akhirnya menuai titik terang. Pasalnya, Herwan Susanto mengaku legawa diganti oleh Nixon Butarbutar di keanggotaan DPRD Kaltim.

Kata Herwan, setelah memilih bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), secara otomatis dirinya akan diganti dari Gedung Karang Paci. Selain merujuk pada Undang-Undang nomor 2 tahun 2018 tentang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), penggantian tersebut sebagai prasyarat untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif (caleg) di pemilu 2019.

“Secara ketentuan dan regulasi, saya pun harus menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota DPRD. Pada saat penetapan DCT (daftar calon tetap, Red.) kan saya sudah harus mundur dari DPRD. Dengan begitu, hak-hak saya sebagai anggota DPRD itu dicabut,” jelasnya, Senin (24/9) kemarin.

Politisi yang pernah memimpin DPD Partai Hanura Kaltim selama 10 tahun itu menyatakan, secara otomatis setelah dirinya mundur dari anggota DPRD, penggantinya di dewan yakni Nixon Butarbutar. Herwan mengaku, penggantian dirinya di alat kelengkapan dewan (AKD) juga sudah sesuai aturan.

“Saya bukan kayak orang lain harus menuntut lagi. Karena penggantian ini sudah sesuai aturan,” tutupnya.

Diwartakan, sejak awal Januari 2018, riak-riak perebutan kekuasaan di internal DPD Partai Hanura Kaltim mulai mencuat di publik. Kala itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Samarinda, Berau, dan Mahakam Ulu menyatakan mendukung Oesman Sapta Odang (OSO) dan Herry Lontung Siregar sebagai ketua umum dan sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura.

Sementara Herwan Susanto kekeh berada di kubu Daryatmo. Dia menilai, keduanya sah sebagai pimpinan partai berdasarkan mekanisme internal partai yang dibentuk Wiranto itu. Di sisi lain, kubu OSO mendapat legitimasi lewat SK kepengurusan dari Mendagri, Tjahjo Kumolo. Dengan begitu, pemerintah hanya kubu OSO sebagai pengurus yang sah.

OSO yang memiliki latar belakang pengusaha itu membuat beragam gebrakan pasca ditunjuk sebagai ketua umum dalam Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) pada Januari 2018. Salah satunya merombak pengurus DPD di seluruh daerah. Tidak terkecuali dengan pengurus DPD Kaltim.

Surpani yang awalnya disebut Herwan tidak aktif di partai, ditunjuk OSO sebagai Ketua DPD Partai Hanura Kaltim lewat SK nomor SKEP/431/DPP-HANURA/I/2018. Tentu saja penunjukan tersebut membuat Herwan meradang. “Tidak bisa begitu dong mengganti orang dengan secara tiba-tiba. Semua harus melalui mekanisme yang jelas,” katanya.

Meski mendapat perlawanan dari Herwan, Surpani tetap tak gentar. Dia mengambil beragam kebijakan internal. Salah satunya melakukan manuver penggantian terhadap kubu yang masih setia pada Herwan. Baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Upaya Surpani tidak berjalan mulus. Justru kepemimpinannya mendapat penolakan dari sebagian besar Ketua DPC di kabupaten/kota. Penolakan datang dari DPC Samarinda, Berau, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara, dan Paser.

Namun Surpani punya satu kekuatan, yakni kedekatan dengan OSO. Di tengah perlawanan pengurus di tingkat kabupaten/kota, dia mendampingi OSO untuk menyolidkan kader Partai Hanura di 34 provinsi.

Pelan tapi pasti, kepemimpinan Surpani mulai menguat di internal partai. Meski tidak mendapat dukungan dari kubu Herwan, dia memiliki sejumlah teman yang mendukung langkahnya mengambil alih kepemimpinan Hanura Kaltim.

Ide mengganti Herwan di keanggotaan DPRD Kaltim mencuat di publik. Langkah pertama yang dia ambil yakni mengusulkan pemecatan Herwan sebagai anggota partai yang didirkan pada 21 Desember 2006 itu. Belakangan, langkah tersebut diterima DPP Hanura.

“Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Hanura, yang bersangkutan pernah dipanggil Dewan Kehormatan partai. Tapi melawan. Atas dasar itu, dia (Herwan, Red.) kemudian dipecat sebagai anggota partai,” sebutnya. (*/um)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 00:20

Jangan Sampai Meleng

Oleh: Lukman M, Redaktur Bontang Post  JAGAD media sosial dibuat…

Sabtu, 13 Oktober 2018 23:53
KOLOM MINGGU

Jaga Bontang Terus Berkembang

Lukman M, Redaktur Bontang Post  JUMAT (12/10) lalu merupakan hari…

Selasa, 09 Oktober 2018 00:01
Gempa Palu

Mengungsi karena Trauma, Sementara Pilih Tinggal di Rumah Sanak Keluarga

Senin (8/10) kemarin, sekira 21 korban bencana gempa dan tsunami…

Minggu, 07 Oktober 2018 00:02

Keadilan untuk Penyebar Hoaks

Oleh Lukman M, Redaktur Bontang Post  HOAKS alias kabar bohong…

Kamis, 04 Oktober 2018 00:31

Palu Ketika Tanpa Koran

Oleh: Dahlan Iskan   Saya kepikiran teman-teman saya di Radar…

Minggu, 30 September 2018 00:05

Teguran dari Cincin Api

Oleh Lukman M, Redaktur Bontang Post  BENCANA kembali menerpa negeri…

Jumat, 28 September 2018 00:42

Sepak Bola Layaknya Malaikat Pencabut Nyawa

EDITORIAL Oleh: Yusva Alam, Redaktur Bontang Post  Meninggalnya seorang suporter…

Selasa, 25 September 2018 00:26

Menanti Media Sosial yang Damai

Oleh: Muhammad Zulfikar Akbar, Redaktur Pelaksana Bontang Post  PER 23…

Selasa, 25 September 2018 00:16

Herwan Legawa Tinggalkan Karang Paci

SAMARINDA – Silang sengkarut penggantian antar waktu (PAW) antara dua…

Jumat, 21 September 2018 00:25

Memetik Hikmah dari Cinderella Man

Yusva Alam Redaktur Bontang Post  Banyak pelajaran menarik bisa kita…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .