MANAGED BY:
KAMIS
22 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 27 September 2018 00:16
INGAT..!! Jangan Asal Sebar Info Bencana

Cegah Kepanikan, BPBD Minta Masyarakat Bijak

Ahmad Yani(LUKMAN/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Maraknya penyebaran berita bohong alias hoaks membuat gerah berbagai pihak. Termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang. Khususnya terkait kabar-kabar adanya bencana yang bisa meresahkan masyarakat. Dalam hal ini masyarakat Kota Taman diminta bijak menanggapi kabar-kabar yang beredar di media sosial.

Hal ini diungkapkan Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani. Dia mengimbau masyarakat untuk tidak menerima mentah-mentah informasi terjadinya bencana yang beredar melalui media sosial atau aplikasi pesan seperti Facebook dan WhatsApp (WA). Dalam hal ini, masyarakat diminta menanyakannya kepada pihak berwenang untuk memastikan kevalidan informasi yang beredar.

“Saya sampaikan begini, ketika mendengar seperti itu (kabar bencana, Red.) jangan langsung disampaikan (disebarkan, Red.). Saya sendiri walaupun dikirimi kabar seperti itu tidak langsung percaya,” kata Ahmad Yani saat ditemui Bontang Post beberapa waktu lalu.

Pasalnya, bisa saja kabar yang beredar tersebut merupakan hoaks yang bisa membuat panik dan meresahkan masyarakat. “Kadang-kadang hoaks, jangan disebarkan karena itu membahayakan, itu bikin panik,” imbuhnya.

Di satu sisi, kabar bencana yang sudah dipastikan kebenarannya pun tidak juga berarti aman untuk disebarkan. Dalam hal ini, ada kabar-kabar bencana tertentu yang memang terjadi, namun tidak boleh diungkap ke masyarakat. Hal ini lantaran bencana yang dimaksud tidak membahayakan, namun justru bisa menciptakan kepanikan di masyarakat apabila informasinya disebarluaskan.

“Ada juga memang kejadian, tapi tidak terlalu diekspos. Kejadian itu sebenarnya tidak terlalu besar dampaknya. Tetapi ketika informasinya disebarkan dari ponsel ke ponsel, justru bisa bikin banyak orang panik,” tegas Yani.

Contohnya kejadian gempa dan getaran yang berada di perairan Bontang beberapa waktu lalu. Kejadian tersebut sempat beredar dan viral di media sosial. Padahal menurut Yani, gempa dan getaran yang dimaksud tergolong kejadian yang tidak membahayakan masyarakat. Namun akibat informasi yang terlanjur tersebar luas, sempat menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

“Beberapa orang telepon menanyakan kabar yang sudah beredar di WA. Katanya Bontang terkena gempa dan getaran. Orang-orang jadi ribut,” ungkapnya.

BPBD lantas diminta mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut. Yani menyatakan, memang gempa dan getaran itu benar terjadi. Namun lokasinya berada sejauh 120 kilometer dari Kota Bontang. Dengan kedalaman 10 kilometer di bawah laut. Sehingga dianggap tidak membahayakan.

“Saya bilang jangan disebarkan. Kalaupun disebarkan, harus ada penjelasan bahwa kejadian itu tidak membahayakan. Tapi kadang-kadang malah disebarkan dengan ditambahi informasi kalau getaran ini ada kaitannya dengan gempa Lombok. Kan kacau itu,” tambahnya.

BPBD sendiri, sebut Yani, selalu menginformasikan kondisi kerawanan Bontang berikut potensi bencana yang mungkin terjadi kepada masyarakat. Salah satunya melalui penggunaan aplikasi pesan WA. Dalam hal ini, dia selalu melaporkan kondisi Bontang terkait potensi bencana melalui grup WA yang beranggotakan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Bontang.

“Kami dapat informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Red.) yang lantas diteruskan ke dalam grup. Sehingga seluruh kepala dinas dan lurah di Bontang tahu. Misalnya ketika ada gelombang tinggi, lurah bisa mengingatkan warganya melalui ketua RT masing-masing. Tapi tergantung lurahnya juga apakah meneruskan informasi itu kepada para ketua RT atau tidak,” beber Yani. (luk)


BACA JUGA

Rabu, 21 November 2018 19:43

Penanganan “Orang Gila” Rumit

BONTANG – Birokrasi penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) cukup…

Rabu, 21 November 2018 19:36
Bontang City Carnival

Untuk Sukseskan BCC dan Antisipasi Kemacetan, Sat Lantas Lakukan Pengalihan Arus

BONTANG – Selama Bontang City Carnaval (BCC) 2018, rencananya Satuan…

Rabu, 21 November 2018 19:35
Pesta Laut

Sambut Pimpinan Daerah di Pesta Laut, Siapkan 12 Jenis Kue Khas Kutai

BONTANG – Sebanyak 12 jenis kue khas Kutai bakal disajikan…

Rabu, 21 November 2018 19:34

Pemkot Diminta Siapkan Perencanaan Matang

BONTANG – Potensi kenaikan harga jelang Natal dan tahun baru…

Selasa, 20 November 2018 19:32

Tegakkan Aturan, Bongkar Reklame Ilegal

  BONTANG – Pemkot Bontang tak henti menertibkan reklame yang…

Selasa, 20 November 2018 19:27

Pengidap HIV dan AIDS Menurun

BONTANG – Jumlah pengidap HIV/AIDS atau ODHA selama setahun terakhir…

Selasa, 20 November 2018 19:24

Ini 16 Rekomendasi Bebas Banjir

BONTANG – Pansus Banjir DPRD menyelesaikan masa tugasnya. Pasalnya, Senin…

Senin, 19 November 2018 19:51

Gemetar Dapat Sepeda Motor

  GEMETAR dan terharu. Itulah ekspresi Fillia Afrida saat nomor…

Senin, 19 November 2018 19:49

Jalan Sehat Bontang Post Bertabur Hadiah

BONTANG – Ribuan masyarakat Kota Taman antusias mengikuti kegiatan Jalan…

Senin, 19 November 2018 19:47

Empat Tenaga Kerja Asing Ilegal Dipulangkan, Sebelumnya Kerja di PLTU di Bontang

BONTANG – Sebanyak empat tenaga kerja asing (TKA) ilegal di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .