MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 03 Oktober 2018 00:02
PTSL Kurang Direspon Masyarakat

Diminta Bayar BPHTB, 4 Ribu Sertifikat Tak Diambil

-

PROKAL.CO, BONTANG – Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) kurang mendapat respon dari masyarakat. Pasalnya, dari 7.800 sertifikat gratis yang sudah diterbitkan, masih terdapat 4.000 sertifikat yang tak diambil. Hal tersebut dikarenakan pemilik sertifikat harus melunasi pajak atau Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPH) Bontang Hardiyanto mengatakan, program PTSL di tahun 2017 tersebut awalnya akan dibagikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Namun, rencana tersebut batal dan masyarakat bisa mengambilnya sendiri ke BPN Bontang. “Baru sekira 3.000an yang sudah terbagi, sisanya masih belum diambil oleh masyarakat,” jelas Hardiyanto, Selasa (2/10) kemarin.

Dijelaskan bahwa untuk mengambil sertifikat tanah, masyarakat atau pemilik sertifikat memang harus melunasi BPHTB. Namun demikian, pembayaran BPHTB bisa dilakukan setelah sertifikat diterima. “Artinya bisa dibayarkan belakangan,” ujarnya.

Untuk jumlah bidang tanah yang wajib membayar BPHTB, Hardiyanto menyatakan luas tanah dengan harga Rp 60 juta ke atas. Sementara harga tanah di bawah Rp 60 juta tidak dikenakan biaya pajak atau BPHTB. “Besarannya juga tidak terlalu besar, karena setiap BPHTB dibayarkan 5 persen dari harga tanah tersebut,” terang dia.

Hardiyanto pun mengimbau agar masyarakat Bontang yang sudah mengajukan program sertifikat massal tahun 2017 lalu segera mengecek namanya di kelurahan masing-masing. Jyka Vmanya terdata, maka dapat segeengambil ke Kantor BPN yang berada di Jalan Pupuk Raya, Kelurahan Loktuan. “Masyarakat sekaligus membawa surat tanah asli dan bukti pembayaran pajak atau BPHTB,” ungkapnya.

Sementara itu untuk tahun 2018 ini, BPN Bontang ditarget oleh pemerintah pusat untuk dapat menerbitkan sertifikat terhadap 8.000 bidang tanah. Namun karena tidak bisa dipenuhi, akhirnya  2.000 dikembalikan ke kantor wilayah Kalimantan Timur untuk dapat diserahkan ke kabupaten/kota lainnya.

BPN pun, lanjut dia, telah melakukan pengukuran sekitar 6.971 bidang. 200 di antaranya sudah siap untuk diterbitkan sertifikatnya. Adapun beberapa kendala yang dialami pihaknya adalah  adanya tumpang tindih kepemilikan, serta lahan yang telah diukur merupakan bekas area hutan lindung. (mga)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 09:37

Sarana Pendidikan Masih Terbatas

BONTANG–Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sangat diperlukan. Fungsinya menunjang proses…

Rabu, 23 Januari 2019 09:25

Pemkot Bontang Bantah Banyak Pengangguran, Kata Wawali Cuma....

BONTANG–Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase membantah bahwa angka pengangguran…

Rabu, 23 Januari 2019 09:09

Tahap Kedua Dikucurkan Rp 12,5 Miliar

BONTANG–Pembangunan klinik rawat jalan RSUD Taman Husada bakal berlanjut tahun…

Rabu, 23 Januari 2019 09:07

KPU Coret Kasdi dari DCT

BONTANG–KPU Bontang mencoret caleg Partai NasDem Kasdi dari daftar calon…

Rabu, 23 Januari 2019 09:01

Demi Efisiensi dan Efektivitas Pelayanan

BONTANG–Dua Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Bontang yakni…

Selasa, 22 Januari 2019 10:15

Fenomena Supermoon, Nelayan Tetap Melaut

BONTANG–Fenomena supermoon (posisi perigee atau jarak terdekat bulan pada bumi)…

Selasa, 22 Januari 2019 10:12

Kantor Kelurahan Tergenang, Kontraktor Bakal Dipanggil

BONTANG–Bangunan Kantor Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, telah berdiri…

Selasa, 22 Januari 2019 09:09

Batasi Penggunaan Smartphone

BONTANG–Smartphone atau telepon pintar, saat ini menjadi kebutuhan setiap orang.…

Selasa, 22 Januari 2019 09:03

Proyek Molor, Kontraktor Ditarget 20 Hari

BONTANG–Pembangunan dua lantai klinik rawat jalan RSUD Taman Husada belum…

Senin, 21 Januari 2019 11:53

Pajak Restoran Melonjak

BONTANG – Pendapatan asli daerah (PAD) salah satunya bersumber dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*