MANAGED BY:
SENIN
19 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 03 Oktober 2018 00:02
PTSL Kurang Direspon Masyarakat

Diminta Bayar BPHTB, 4 Ribu Sertifikat Tak Diambil

-

PROKAL.CO, BONTANG – Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) kurang mendapat respon dari masyarakat. Pasalnya, dari 7.800 sertifikat gratis yang sudah diterbitkan, masih terdapat 4.000 sertifikat yang tak diambil. Hal tersebut dikarenakan pemilik sertifikat harus melunasi pajak atau Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPH) Bontang Hardiyanto mengatakan, program PTSL di tahun 2017 tersebut awalnya akan dibagikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Namun, rencana tersebut batal dan masyarakat bisa mengambilnya sendiri ke BPN Bontang. “Baru sekira 3.000an yang sudah terbagi, sisanya masih belum diambil oleh masyarakat,” jelas Hardiyanto, Selasa (2/10) kemarin.

Dijelaskan bahwa untuk mengambil sertifikat tanah, masyarakat atau pemilik sertifikat memang harus melunasi BPHTB. Namun demikian, pembayaran BPHTB bisa dilakukan setelah sertifikat diterima. “Artinya bisa dibayarkan belakangan,” ujarnya.

Untuk jumlah bidang tanah yang wajib membayar BPHTB, Hardiyanto menyatakan luas tanah dengan harga Rp 60 juta ke atas. Sementara harga tanah di bawah Rp 60 juta tidak dikenakan biaya pajak atau BPHTB. “Besarannya juga tidak terlalu besar, karena setiap BPHTB dibayarkan 5 persen dari harga tanah tersebut,” terang dia.

Hardiyanto pun mengimbau agar masyarakat Bontang yang sudah mengajukan program sertifikat massal tahun 2017 lalu segera mengecek namanya di kelurahan masing-masing. Jyka Vmanya terdata, maka dapat segeengambil ke Kantor BPN yang berada di Jalan Pupuk Raya, Kelurahan Loktuan. “Masyarakat sekaligus membawa surat tanah asli dan bukti pembayaran pajak atau BPHTB,” ungkapnya.

Sementara itu untuk tahun 2018 ini, BPN Bontang ditarget oleh pemerintah pusat untuk dapat menerbitkan sertifikat terhadap 8.000 bidang tanah. Namun karena tidak bisa dipenuhi, akhirnya  2.000 dikembalikan ke kantor wilayah Kalimantan Timur untuk dapat diserahkan ke kabupaten/kota lainnya.

BPN pun, lanjut dia, telah melakukan pengukuran sekitar 6.971 bidang. 200 di antaranya sudah siap untuk diterbitkan sertifikatnya. Adapun beberapa kendala yang dialami pihaknya adalah  adanya tumpang tindih kepemilikan, serta lahan yang telah diukur merupakan bekas area hutan lindung. (mga)


BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 08:59

Aeromodelling Dimainkan di Bontang

 BONTANG – Bontang  mendapat tambahan jatah lokasi venue untuk Pekan…

Sabtu, 17 November 2018 19:36
Info CPNS

Dewan Sebut Seleksi CPNS Gagal

BONTANG -  Hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS jauh dari…

Sabtu, 17 November 2018 19:35

Pesta Laut Diguyur Rp 120 Juta

BONTANG – Pesta Laut Bontang Kuala yang rutin digelar tiap…

Sabtu, 17 November 2018 19:34

Numpang Istirahat, Malah Mencuri

  BONTANG - Dua oknum pelajar harus ikhlas menghabiskan masa…

Sabtu, 17 November 2018 19:30

Besok, Jalan Sehat Bontang Post Digelar

  BONTANG – Puncak acara HUT ke-8 Bontang Post berlangsung…

Sabtu, 17 November 2018 19:22

Kampanye Imunisasi MR Diperpanjang

BONTANG – Kampanye imunisasi measles-rubela (MR) diperpanjang hingga akhir Desember.…

Jumat, 16 November 2018 20:50
Info CPNS

TKP Jadi Momok

BONTANG – Tes karakteristik pribadi (TKP) menjadi momok bagi peserta…

Jumat, 16 November 2018 20:49

HATI-HATI!! Tanjakan Jalan S Parman Rawan Kecelakaan

BONTANG – Tanjakan di Jalan S Parman dari arah RSUD…

Jumat, 16 November 2018 20:48

Rp 750 Juta untuk Penanganan Banjir Jalan Kol

BONTANG – Penyelesaian banjir di Jalan Kol diprediksi menelan dana…

Jumat, 16 November 2018 20:47

Warga Bontang Sambut Positif Rute Baru Bandara APT Pranoto

BONTANG – Rute penerbangan baru di Bandara Aji Pangeran Tumenggung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .