MANAGED BY:
KAMIS
21 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Minggu, 07 Oktober 2018 00:03
Petani Terancam Gagal Panen

Kemarau, Tanaman Rentan Terserang Hama

RENTAN TERSERANG: Ansisipasi serangan hama, petani harus rutin menyemprotkan insektisida. Tampak petani dari Kelompok Sejahtera Telihan didampingi pegawai DKP3 saat mengecek kualitas tanaman cabai yang akan dipanen, Jumat (5/10) lalu. (BAMBANG/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Musim kemarau yang melanda Bontang ikut berdampak pada hasil produksi para petani, salah satunya petani cabai. Meski dampaknya tak signifikan, namun jika proses pengontrolannya tidak maksimal, maka tanaman mereka akan rentan terserang hama. Jika serangan hama tidak segera diatasi, maka akan berdampak pada gagal panen.

Salah satu yang mengalaminya adalah Alimin Yunus, Ketua Kelompok Tani Sejahtera yang berlokasi di Kelurahan Gunung Telihan. Petani cabai ini mengaku, musim kemarau yang terjadi di Bontang turut menyulitkan dirinya dan anggotanya. Selain terkendala pasokan air, serangan hama juga kerap mereka alami. Sehingga mereka harus rutin melakukan penyemprotan insektisida agar bisa menanggulangi serangan hama.

“Kalau pasokan air, alhamdulillah di kelompok kami ada bantuan sumur bor dari pusat melalui Dinas Pertanian. Sehingga cukup membantu ketika musim kemarau seperti ini,” ujarnya kepada Bontang Post, Jumat (5/10) lalu.

Terpisah, penyuluh pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bambang Tri Daryono membenarkan hal demikian. Dijelaskannya, kendala tersebut hampir dilaporkan semua kelompok tani binaanya. Sehingga dari DKP3 sudah mengantisipasinya dengan membuatkan sumur bor atau memberikan bantuan berupa pompa air untuk membantu pengairan di lahan mereka.

Adapun yang saat ini juga menjadi kendala adalah pemberian bantuan benih. Karena sifat pemberiannya adalah bergiliran, sehingga ketika sedang tidak mendapatkan giliran menerima bantuan, maka pengadaan benih  harus dilakukan secara mandiri. Yang menjadi kendala kata dia, karena biaya benih yang cukup mahal, sehingga cukup membebani para petani. “Kalau beli benih yang murah, tidak cocok dengan konstruksi tanah di Bontang, sehingga cepat mati,” tukasnya. (bbg)


BACA JUGA

Rabu, 20 Februari 2019 10:25

Terinspirasi AA Gym, Olahraga sembari Menjalankan Sunah

“Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah,” (HR Bukhari, Muslim).…

Rabu, 20 Februari 2019 10:23

PARAH NI ORANG..!! Demi Narkoba, Nekat Bobol Rumah

BONTANG – Demi memenuhi candunya akan barang haram narkoba, FH…

Rabu, 20 Februari 2019 10:21

Aroma Amonia Bikin Warga Gelisah, Desak DLH Cek Ulang

Aroma amonia yang tersebar di beberapa titik di Bontang membuat…

Rabu, 20 Februari 2019 10:18

Bau Amonia Dikeluhkan Warga, Ini Kata DLH dan PKT

BONTANG – Aroma amonia yang dikeluhkan warga dinilai masih di…

Rabu, 20 Februari 2019 10:18

Ada Bandara APT Pranoto, Rute Penerbangan Perintis Batal

BONTANG – Upaya membuka akses udara dari Bontang menuju daerah…

Selasa, 19 Februari 2019 10:53

Gaji Telat, Karyawan Mogok

BONTANG–Akibat gaji pada Februari belum terbayar, 53 karyawan PT PAN…

Selasa, 19 Februari 2019 10:52

Diduga Menganiaya, Dua ASN Diperiksa

BONTANG–Dugaan kasus penganiayaan yang melibatkan dua ASN Pemkot Bontang masih…

Selasa, 19 Februari 2019 10:51

Mencuri Karena Terjerat Utang Arisan Online

BONTANG–RM terpaksa mengaku sebagai sales diler sepeda motor saat kepergok…

Selasa, 19 Februari 2019 10:50

Bonus Kategori Beregu Sudah Disetujui

BONTANG–Bonus menjadi hal yang dinanti atlet penyumbang medali Porprov VI…

Selasa, 19 Februari 2019 10:49

Harga Tiket Mencekik, Agen Tiket Merugi

Mahalnya harga tiket pesawat berimbas pada omzet agen tiket. Pendapatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*