MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Minggu, 07 Oktober 2018 00:03
Petani Terancam Gagal Panen

Kemarau, Tanaman Rentan Terserang Hama

RENTAN TERSERANG: Ansisipasi serangan hama, petani harus rutin menyemprotkan insektisida. Tampak petani dari Kelompok Sejahtera Telihan didampingi pegawai DKP3 saat mengecek kualitas tanaman cabai yang akan dipanen, Jumat (5/10) lalu. (BAMBANG/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Musim kemarau yang melanda Bontang ikut berdampak pada hasil produksi para petani, salah satunya petani cabai. Meski dampaknya tak signifikan, namun jika proses pengontrolannya tidak maksimal, maka tanaman mereka akan rentan terserang hama. Jika serangan hama tidak segera diatasi, maka akan berdampak pada gagal panen.

Salah satu yang mengalaminya adalah Alimin Yunus, Ketua Kelompok Tani Sejahtera yang berlokasi di Kelurahan Gunung Telihan. Petani cabai ini mengaku, musim kemarau yang terjadi di Bontang turut menyulitkan dirinya dan anggotanya. Selain terkendala pasokan air, serangan hama juga kerap mereka alami. Sehingga mereka harus rutin melakukan penyemprotan insektisida agar bisa menanggulangi serangan hama.

“Kalau pasokan air, alhamdulillah di kelompok kami ada bantuan sumur bor dari pusat melalui Dinas Pertanian. Sehingga cukup membantu ketika musim kemarau seperti ini,” ujarnya kepada Bontang Post, Jumat (5/10) lalu.

Terpisah, penyuluh pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bambang Tri Daryono membenarkan hal demikian. Dijelaskannya, kendala tersebut hampir dilaporkan semua kelompok tani binaanya. Sehingga dari DKP3 sudah mengantisipasinya dengan membuatkan sumur bor atau memberikan bantuan berupa pompa air untuk membantu pengairan di lahan mereka.

Adapun yang saat ini juga menjadi kendala adalah pemberian bantuan benih. Karena sifat pemberiannya adalah bergiliran, sehingga ketika sedang tidak mendapatkan giliran menerima bantuan, maka pengadaan benih  harus dilakukan secara mandiri. Yang menjadi kendala kata dia, karena biaya benih yang cukup mahal, sehingga cukup membebani para petani. “Kalau beli benih yang murah, tidak cocok dengan konstruksi tanah di Bontang, sehingga cepat mati,” tukasnya. (bbg)


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 19:18

Tiga Keberangkatan Sepi Penumpang

BONTANG – Libur natal dan tahun baru diidamkan oleh sebagaian…

Jumat, 14 Desember 2018 19:17

Oknum Polisi Terindikasi Narkoba

BONTANG – Ratusan anggota Polres Bontang menjalani tes urine dadakan…

Jumat, 14 Desember 2018 19:16

Dokumen Perda RTRW Diminta Dievaluasi

BONTANG – Dokumen Perda RTRW yang sedang diperbaiki oleh pemerintah…

Jumat, 14 Desember 2018 19:15
Porprov Kaltim 2018

Porprov VI Kaltim, Yang Tua yang Berprestasi

Meski sudah dipenuhi uban, Djoniman tak terlihat bergetar melangkah di…

Kamis, 13 Desember 2018 18:48

Siapkan 400 Ha untuk Lahan Kilang

  BONTANG – Usai perjanjian kerja sama antara Pertamina dengan…

Kamis, 13 Desember 2018 18:45

PENTING!!! Tak Rekam KTP-El, Data Kependudukan Diblokir

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil…

Kamis, 13 Desember 2018 18:43

Billboard Semrawut karena Gratis Pajak

BONTANG – Banyaknya papan iklan atau billboard yang terpasang di…

Kamis, 13 Desember 2018 18:41

Kawasan Tertib Lalu Lintas Diperluas

BONTANG – Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) diperluas melalui Peraturan…

Rabu, 12 Desember 2018 19:55

Jumlah DPT Berkurang 250 Suara

BONTANG – Daftar Pemilih Tetap (DPT) Bontang untuk Pemilu 2019…

Rabu, 12 Desember 2018 19:54

Pemkot Diminta Siapkan Lapangan Kerja

“Saat ini lapangan pekerjaan begitu sulit. Dengan memberikan lapangan pekerjaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .