MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Selasa, 09 Oktober 2018 00:01
Gempa Palu
Mengungsi karena Trauma, Sementara Pilih Tinggal di Rumah Sanak Keluarga

Puluhan Korban Bencana Sulteng Tiba di Kota Tepian

BARU TIBA: Para pengungsi yang baru tiba di Pelabuhan Samarinda Jalan Yos Sudarso Senin (8/10) kemarin. Menggunakan kapal KM Adithya dari Pare-pare tujuan Samarinda.(DEVI/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, Senin (8/10) kemarin, sekira 21 korban bencana gempa dan tsunami asal Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) tiba di Kota Tepian. Menggunakan Kapal Motor (KM) Adithya, mereka merapat di Pelabuhan Samarinda Jalan Yos Sudarso sekira pukul 12.00 Wita.

DEVI NILA SARI, Samarinda

WACANA penampungan pengungsi asal Palu di Gor Segiri yang direncanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebelumnya, sepertinya tak jadi direalisasikan. Sebab, para pengungsi lebih memilih untuk tinggal di rumah sanak keluarga yang ada di Kota Tepian maupun Balikpapan.

Seperti yang diungkapkan oleh Ratnawati, salah satu pengungsi asal Palu ini. Ia mengatakan, ia akan tinggal di rumah keluarganya yang berada di Muara Kaman. “Saya ada keluarga di sana. Rencananya mau tinggal ke sana saja,” ujarnya.

Ia pun menceritakan, ketika awal kejadian tersebut ia bersama keluarga sedang menonton televisi. Sebelum kejadian pun, tidak ada tanda-tanda. Ketika gempa terjadi, semua keluarganya terpental ke segala penjuru rumah. Dalam keadaan ketakutan itulah mereka mencoba melarikan diri.

“Tapi suami kembali ke rumah, ambil motor. Kalau bukan karena motor mungkin kami tidak bisa selamat dari gempa,” ujarnya.

Setelah mengalami kejadian hebat itu, Ratnawati merasa trauma. Ia pun berkata, enggan untuk kembali ke kampung halamannya itu. “Kalau pun saya harus kembali, kemungkinannya kecil sekali,” ujarnya.

Terpisah, Perwakilan Tim Terpadu Pemkot Samarinda, Syahruddin memastikan, pemerintah akan memberikan bantuan berupa sembako dan sebagainya kepada para pengungsi yang datang ke Kota Tepian. “Untuk sementara akan kami bantu. Kami juga tidak tahu mereka akan tinggal sementara atau permanen,” kata dia.

Kendati demikian, ia memastikan pihak pemkot akan terus menyokong para pengungsi. Begitupun dalam hal pendidikan.

“Anak-anak nanti bisa sekolah di sini. Sesuai instruksi pusat juga, bahwa anak korban gempa harus dibantu dalam hal pendidikannya. Instruksi Pak Wali juga seperti itu,” ujarnya.

Ia mengaku, bahwa memang lebih baik jika pengungsi ditempatkan bersama keluarga masing-masing. Pasalnya, jika ditempatkan di Gor Segiri maka dikhawatirkan kebutuhannya yang lain akan sulit terpenuhi.

“Berdasarkan hasil rapat kami terakhir, para pengungsi yang datang kesini akan dijamin hidupnya. Makanya yang memiliki keluarga disini langsung diserahkan saja kepada keluarganya. Kalau mereka ditempatkan di pengungsian kasihan juga, belum dipikirkan kebutuhan MCK (mandi, cuci, dan kakus, Red.),” tutur dia.

Sebelumnya, Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang berkata, apabila ada korban gempa yang enggan pulang ke kampung halaman, bisa menetap di Samarinda. “Mereka bisa mengikuti program transmigrasi dan menetap di sini,” pungkasnya. (*/dev)

==Data Pengungsi Korban Gempa Palu di Samarinda==

No       Nama   Umur   

1.         Awing  38 th

2.         Zaitun   39 th

3.         Nurul Fadila     17 th

4.         Syaiful  37 th

5.         Hasnah 35 th

6.         Agim    15 th

7.         Aulia Nurhikmah           14 th

8.         Faiha    1 th

9.         Minhar 46 th

10.       Sunartin            38 th

11.       Salirul Ramada 20 th

12.       Mahla Zulaika   17 th

13        Imam Atful Hidayah      13 th

14.       Zahratul Gifa     10 th

15.       Abdul Gafar     38 th

16.       Hatati   33 th

17.       Rifkika 13 th

18.       Aura     8 th

19.       Arif      1 th

20.       Damiasah         70 th

21.       Kawatini           56 th

 


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 00:15

Beda Bersih Karena Baru Dibersihkan

Oleh: Dahlan Iskan   Saya kira hanya saya. Ternyata orang-orang asing juga berpikiran sama: Kota…

Minggu, 21 Oktober 2018 00:20

Jangan Sampai Meleng

Oleh: Lukman M, Redaktur Bontang Post  JAGAD media sosial dibuat gempar. Isu penculikan anak merajalela.…

Sabtu, 13 Oktober 2018 23:53
KOLOM MINGGU

Jaga Bontang Terus Berkembang

Lukman M, Redaktur Bontang Post  JUMAT (12/10) lalu merupakan hari yang berbahagia bagi kota kita…

Minggu, 07 Oktober 2018 00:02

Keadilan untuk Penyebar Hoaks

Oleh Lukman M, Redaktur Bontang Post  HOAKS alias kabar bohong semakin merajalela. Dalam sebulan…

Kamis, 04 Oktober 2018 00:31

Palu Ketika Tanpa Koran

Oleh: Dahlan Iskan   Saya kepikiran teman-teman saya di Radar Sulteng. Harian yang saya dirikan…

Minggu, 30 September 2018 00:05

Teguran dari Cincin Api

Oleh Lukman M, Redaktur Bontang Post  BENCANA kembali menerpa negeri ini. Kali ini di kawasan Sulawesi…

Jumat, 28 September 2018 00:42

Sepak Bola Layaknya Malaikat Pencabut Nyawa

EDITORIAL Oleh: Yusva Alam, Redaktur Bontang Post  Meninggalnya seorang suporter Persija Jakarta,…

Selasa, 25 September 2018 00:26

Menanti Media Sosial yang Damai

Oleh: Muhammad Zulfikar Akbar, Redaktur Pelaksana Bontang Post  PER 23 September 2018, kampanye…

Selasa, 25 September 2018 00:16

Herwan Legawa Tinggalkan Karang Paci

SAMARINDA – Silang sengkarut penggantian antar waktu (PAW) antara dua kubu yang sempat berseteru…

Jumat, 21 September 2018 00:25

Memetik Hikmah dari Cinderella Man

Yusva Alam Redaktur Bontang Post  Banyak pelajaran menarik bisa kita dapatkan dari lingkungan sekitar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .