MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 10 Oktober 2018 23:48
DPRD Bontang
Dewan Tolak Dua Poin Draf Revisi Perda

Terkait Regulasi Insentif bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS

TAK SEPAKAT: Pembahasan draf rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2015 oleh Komisi I DPRD dengan Tim Asistensi Pemkot Bontang berakhir deadlock.(FADLI/HUMAS DPRD)

PROKAL.CO, BONTANG – Komisi I DPRD menolak draf rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2015 yang diajukan Tim Asistensi Pemkot Bontang. Regulasi tersebut mengatur pemberian insentif bagi pendidik dan tenaga kependidikan sekolah swasta, serta pendidik non pegawai negeri sipil (PNS) pada sekolah negeri. Penolakan itu terjadi saat Komisi I menggelar rapat kerja, Selasa (9/10).

Anggota Komisi I Setiyoko Waluyo mengatakan, ada dua poin yang bertentangan yakni berkaitan persyaratan penerima insentif. Pertama, berkenaan syarat administrasi penerima. Pada draf tersebut berisi penerima wajib memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dan telah mengabdi selama dua tahun.

“Padahal bulan lalu telah disepakati poinnya ialah penerima insentif memiliki NUPTK dan atau telah mengabdi dua tahun. Kalau memakai kata ‘dan’ artinya wajib keduanya dipenuhi,” kata Setiyoko saat ditemui usai rapat.

Menurutnya, sejak 2010 pengurusan NUPTK mengalami kendala. Akibatnya banyak tenaga pendidik hingga kini belum mempunyai nomor induk tenaga pendidik tersebut. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini berujar jika pengurusan NUPTK tidak ada kendala, ia mengaku legawa jika syarat tersebut diterapkan.

“Kami ngotot bahwa persyaratan bukan mutlak NUPTK. Bayangkan ketika banyak tenaga pendidik yang sudah mengabdi di atas dua tahun, ketika diberlakukan perda ini, mereka secara otomatis tidak akan mendapat insentif kembali,” paparnya.

Dijelaskan Setiyoko, tiap tenaga pendidik mendapat satu juta rupiah per bulannya. Meskipun ada persyaratan lainnya yang wajib dipenuhi, meliputi memiliki ijazah sarjana dan tidak pernah absen mengajar. Jika itu tidak dipenuhi maka secara otomatis ada pengurangan besaran insentif yang diterima.

Ia menaksir sebanyak 500 tenaga pendidik yang belum memiliki NUPTK terancam tidak mendapat insentif. Mulai dari tingkat PAUD hingga SMP. Adapun total penerima insentif mencapai 1.200 orang. Setiyoko menduga Pemkot ingin menghemat anggaran sebesar Rp 6 miliar. Dari total anggaran untuk insentif sekira Rp 14 miliar lebih.

“Untuk apa menghemat anggaran, kan APBD Bontang sudah mulai meningkat. Ini justru sektor pendidikan yang harusnya menjadi prioritas malah dikurangi,” tutur Setiyoko.

Di samping itu, Komisi I menyatakan keberatan adanya poin draf yang berisi insentif guru swasta diberhentikan ketika bergabung dengan partai politik. Setiyoko menyebutkan mayoritas guru swasta itu menjadi pengurus parpol. Kecuali jika telah duduk sebagai anggota DPRD yang memperoleh pendapatan dari anggaran daerah atau nasional, dapat dilakukan penyetopan pemberian insentif.

“Ini membatasi kebebasan masyarakat dalam beroganisasi namanya. Apa bedanya dengan Ketua RT yang juga dapat insentif,” kata pria yang juga dulunya berprofesi sebagai guru ini.

Secara tegas, ia mengatakan jika draf ini dipaksakan lebih baik kembali ke perda lama. Pertemuan selanjutnya pun akan digelar kembali setelah tim asistensi melakukan koordinasi dengan wali kota Bontang. (ak)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 22:51
Dissos-P3M

Pengurus LK3 Dilatih Fire Walking

BONTANG – Pengurus Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Bontang yang berada di bawah…

Senin, 22 Oktober 2018 22:49
Dinkes-KB

Diskes-KB Buka Pelayanan Gratis

  BONTANG - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Bontang ikut meramaikan Pesta Rakyat…

Senin, 22 Oktober 2018 22:48
Pemkot Bontang

“Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan”

BONTANG – Guna memastikan kesiapan penyaluran mesin kapal dengan Bahan Bakar Gas (BBG) kepada…

Senin, 22 Oktober 2018 22:47
Pemkot Bontang

Wali Kota Hadiri Adat Budaya Bebalai

BONTANG - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni hadir pada acara Adat Budaya Bebalai yang digelar di Nyerakat…

Senin, 22 Oktober 2018 22:46
Pemkot Bontang

Neni Resmikan Klinik “Smart Kids” dan Ruang Operasi RSIB

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berkesempatan meresmikan perluasan Klinik Tumbuh Kembang…

Senin, 22 Oktober 2018 19:27
Pemkot Bontang

Tablig Akbar Warnai Peringatan Hari Santri Nasional

BONTANG - Tablig akbar dan selawat mewarnai Peringatan Hari Santri Nasional di Kota Taman, Sabtu (20/10).…

Senin, 22 Oktober 2018 18:53
Pemkot Bontang

Neni Buka Pesta Rakyat 2018

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moernaieni resmi membuka Pesta rakyat 2018 yang digelar di Lapangan…

Senin, 22 Oktober 2018 18:53
Pemkot Bontang

Wawali Lepas Goweser Pesona Nusantara

BONTANG - Wakil Wali Kota  Bontang Basri Rase menghadiri sekaligus melepas Gowes Pesona Nusantara…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:08
Pemkot Bontang

Pemkot Serius Kembangkan Pariwisata, Nih Buktinya...

JAKARTA – Keseriusan pemerintah menjadikan Bontang sebagai destinasi wisata tak perlu diragukan…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:07
Pemkot Bontang

Lagi, Bontang Raih Penghargaan dari Menteri Keuangan

BONTANG –Pemkot Bontang kembali memperoleh penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .