MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Kamis, 11 Oktober 2018 00:01
Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Pengaruhi Inflasi

Masyarakat Diminta Tak Khawatir

FOTO WAJAH: Aji Sofyan Effendi(DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pemerintah pusat melalui PT Pertamina telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax series, dex series, dan biosolar non-public service obligation (PSO). Sementara itu, harga BBM jenis premium, biosolar PSO, dan pertalite tidak akan dinaikkan oleh pemerintah.

Pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Aji Sofyan Effendi mengatakan, kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut mengikuti tren kenaikan harga minyak di pasar global.

Sejak awal, pemerintah pusat telah mengambil kebijakan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi bergerak sesuai mekanisme pasar dunia. Jika harga minya dunia naik, maka harga di tingkat nasional juga akan ikut terkerek.

Karenanya, dia mengingatkan pada masyarakat agar tidak panik dengan perubahan harga BBM tersebut. Pasalnya, BBM nonsubsidi hanya digunakan kalangan menengah ke atas.

“Kalau benar ini akan naik, maka tentu BBM nonsubsidi hanya digunakan untuk kendaraan yang dimiliki kalangan menengah ke atas. Artinya, dampak secara ekonimi sih tidak terlalu berbahaya,” jelasnya, Rabu (10/10) kemarin.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut, lanjut dia, justru akan berefek positif bagi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena pemerintah pusat tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk menyubsidi BBM nonsubsidi.

“Tentu ini akan mengurangi defisit APBN. Akan mengurangi alokasi anggaran dengan dinilai ratusan triliun,” jelasnya.

Guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul itu berpendapat, efek buruk kenaikan harga BBM akan benar-benar terasa jika yang dinaikkan pemerintah adalah BBM subsidi.

Sebab pada umumnya, BBM jenis itu digunakan kalangan menengah ke bawah. Pergerakan harga BBM subsidi akan berimbas pada perekonomian di beragam sektor.

“Karena digunakan oleh gojek, kendaraan umum, termasuk orang-orang yang menggunakan premium,” ucapnya.

Sementara untuk perusahaan kecil, kenaikan harga BBM nonsubsidi masih dapat dijangkau. Sebab hanya 30 persen hingga 40 persen biaya produksi perusahaan, pada umumnya berasal dari biaya transportasi.

Ketika kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut diumumkan pemerintah pusat, pada awalnya para pengusaha akan meresponnya secara negatif. Namun seiring waktu, pengusaha akan dapat menyesuaikannya.

“Tetapi kalau premium dan solar yang naik, maka itu akan membahayakan perusahaan besar. Karena umumnya mereka menggunakan BBM jenis itu. Kalau BBM nonsubsidi, tidak akan ada dampak signifikan bagi perekonomian,” katanya.

Karena itu, kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut tidak akan berdampak pada inflasi. Terlebih perubahannya masih dapat dijangkau konsumen dari kalangan ekonomi menengah ke atas.

“Saya pastikan kenaikan harga BBM nonsubsidi itu tidak akan mengubah harga sembilan bahan pangan. Karena transportasi dan produksi kebutuhan pokok itu menggunakan premium,” tutupnya.

Diketahui, External Communication Manager PT Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, penyesuaian harga BBM jenis pertamax, pertamax turbo, dexlite, pertamina dex, dan biosolar non-PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik.

“Di mana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus 80 dolar per barel. Di mana penetapannya mengacu pada Permen ESDM nomor 34 tahun 2018 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM,” jelas Arya dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan penyesuaian harga. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga pertamax Rp 10.400 per liter, pertamax turbo Rp 12.250 per liter, pertamina dex Rp 11.850 per liter, dexlite Rp 10.500 per liter, dan biosolar non-PSO Rp.9.800 per liter. (*/um)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 00:12

Gemar Berbagi Motivasi, Ingatkan Pentingnya Perencanaan Hidup

Selain dikenal sosok yang rendah hati, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi juga karib dengan…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:14
Polemik Kinibalu

Pengadilan Kabulkan Permohonan DPUPR

  SAMARINDA – Sengketa pembangunan masjid di lapangan Kinibalu akhirnya menemui titik terang.…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:13

Raperda RZWP3K Lindungi Nelayan!

SAMARINDA – Kritikan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:13

Masuk Musim Pancaroba, Mulai Waspada Wabah DBD!

SAMARINDA – Warga Kota Tepian patutnya mulai mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:12

Hibah dan Bansos Terancam Dikurangi

SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kaltim 2018 yang sebelumnya…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:11
Raperda LGBT

Raperda LGBT Tunggu Payung Hukum

SAMARINDA – Desakan publik agar dewan segera mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:10

Dewan Naikkan Target Pajak

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sepertinya harus mengencangkan ikat pinggang pada…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:10

Dulu Dikenal Sebagai Guru, Kini Dipercaya Jadi Wagub Kaltim

Di mana ada tekad, maka di situ aja jalan. Begitulah gambaran prinsip hidup dari seorang Hadi Mulyadi.…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:09

Oknum Polisi Malaysia Selundupkan Miras

KRAYAN – Oknum polisi Malaysia diamankan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas)…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:24
Info CPNS

4.131 Berkas CPNS Sudah Masuk BKPPD

 SAMARINDA – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Samarinda resmi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .