MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Kamis, 11 Oktober 2018 00:01
Proyek MYC
Isran Ragu MYC Rampung Akhir Tahun

Gempa Sulteng Berdampak Pada Distribusi Batu Jalan Tol, Kelanjutan Masjid Kinibalu, DPUPR Tunggu Hasil Rapat Evaluasi

DIKEJAR WAKTU: Pembangunan Jembatan Mahkota IV maupun Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terus dikebut pemerintah. Sebab, akhir tahun ini sudah wajib selesai.(FOTO: DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO,  

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor menyimpan keraguan jika multiyears contract (MYC) yang ditinggalkan Awang Faroek Ishak bisa diselesaikan semua di akhir tahun ini. Hal itu tak lepas dari masih banyaknya sisa pekerjaan di lapangan yang belum rampung, lebih-lebih dengan waktu yang tersisa hanya tinggal tiga bulan lagi.

Pria yang pernah menjabat Bupati Kutim tersebut menuturkan, sejak resmi berkantor akhir pekan kemarin, dirinya terus melaksanakan rapat untuk mengevaluasi berbagai program pembangunan yang kini ada di bawah kendalinya.

“Setiap hari saya terus lakukan evaluasi,” ucap Isran ditemui usai memimpin rapat dengan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kantor Pemprov Kaltim, Rabu (10/10) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Isran mengaku, khusus untuk proyek pembangunan masjid di Kinibalu dan sengketa Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda sampai kemarin belum ada dia rapatkan. Untuk sementara ini, Isran masih ingin menghimpun data dan informasi dari semua pihak-pihak terkait.

“Itu (masjid dan RSI, Red.) masih belum saya evaluasi. Saya tunggu laporan dari masyarakat, dari kalian (wartawan, Red.) juga,” ujarnya.

Selain itu, kepada awak media, Isran menegaskan jika dirinya tidak akan membentuk tim khusus atau sejenisnya hanya untuk mengevaluasi berbagai program pembangunan di masa Awang Faroek. Begitupun dengan proyek tahun jamaknya.

“Kalau bentuk tim saya kira enggak perlu. Ya evaluasi yang dilakukan kalian (media massa, Red.) sudah cukup untuk saya menilainya,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Isran merasa bila dirinya belum perlu meninjau proyek yang saat ini tengah dikerjakan. Ia beralasan, tanpa dilakukan peninjauan, ia merasa sudah tahu seperti apa hasilnya.

“Ya enggak perlu ditinjau kok. Sudah ketahuan kok. Apakah bisa selesai atau tidak (akhir tahun ini, Red.),” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kaltim, Muhammad Taufik yang juga ditemui di kantor Pemprov Kaltim mengaku, khusus untuk kelanjutan proyek masjid di Kinibalu baru akan dirapatkan pihaknya, Kamis (11/10) hari ini.

“Kami rapat internal dulu, setelah itu kami akan laporkan ke beliau (Gubernur, Red.). Nanti akan kami sampaikan seperti apa prosedur pembangunannya,” katanya.

Salah satu poin penting yang dievaluasi dalam hari ini yakni perihal ketiadaan izin mendirikan bangunan (IMB) dalam proyek itu. Sebab, tidak terpenuhinya IMB itu menjadi salah satu alasan masyarakat menolak proyek yang bakal menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 71 miliar tersebut.

“Kami juga masih menunggu hasil persidangan di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara, Red.). Informasinya sih tanggal 17 Oktober ini baru ada hasilnya,” tuturnya.

Diakui Taufik, penghentian sementara proyek berdampak pada molornya waktu pengerjaan hingga 20 persen. Menurutnya, idealnya dengan terhentinya proyek selama dua pekan terakhir, progres yang bisa dicapai sekira 40 persen.

“Kekurangannya memang cukup besar. Sebelumnya ditunda tiga minggu. Sekarang nambah lagi dua minggu. Berapa memang sudah progres yang tertunda? Hampir 26 persen. Seharusnya kalau jalan bisa di atas 50 persen,” ucapnya.

Kendati demikian, dalam proyek itu sendiri disebutkan, penundaan pengerjaan itu tidak begitu menjadi masalah bagi kontraktor pelaksana. Karena molornya waktu pengerjaan itu bukan berasal dari kesalahan pihak kontraktor.

“Kalau kontraktor sih enggak begitu masalah. Kalau waktunya minta ditambah, ya mereka nambah. Bisa saja mereka mengerjakan siang maupun sampai malam hari,” imbuhnya.

Sementara terkait MYC yang wajib rampung akhir tahun, Taufik berkeyakinan bisa terselesaikan sebagaimana yang telah ditargetkan. Terutama proyek pembangunan Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) IV. Karena seperti halnya material pekerjaan rata-rata telah tersedia.

Adapun yang sedang dalam proses pengiriman yakni hanger jembatan. Sedangkan untuk crane jembatan, kata dia, sudah ada tiga yang tersedia. Tak hanya itu, dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) telah mengeluarkan surat agar di jalur sungai untuk sementara tidak dilalui kapal tongkang batu bara, terutama dari pukul 06.00 Wita-18.00 Wita.

Sebagaimana aturan pembangunan jembatan, disebutkan bahwa nantinya pengecekan dan evaluasi terhadap pembangunan jembatan akan dilakukan pihak KSOP. Dari situ akan dikeluarkan rekomendasi, apa yang perlu dibenahi dari jembatan sebelum dioperasikan.

Rencananya, KSOP akan turun meninjau pada Desember mendatang. “Kami yakin (jembatan, Red.) bisa selesai. Kami optimis. Kami terus meninjau progresnya di lapangan,” tegas Taufik.

Keyakinan Taufik tersebut pada dasarnya memang bukan tanpa alasan. Kepada awak media, Taufik menyebutkan, seperti jalur pendekat baik di sisi Samarinda Kota maupun Samarinda Seberang rata-rata progresnya sudah di atas 90 persen.

Namun untuk di sisi Samarinda Seberang, yang belum tersambung tinggal girback 9, 10, dan 11. Bila semua telah tersambung, maka akan langsung dilanjutkan dengan proses pengecoran dan pengaspalan.

Sedangkan di sisi Samarinda Seberang telah terpasang semua. Mulai dari gir back 14 sampai 23. Bahkan sekarang sudah masuk tahap pengecoran. Adapun untuk bentang tengah, disebutkan, progresnya telah mencapai 80 persen. Yang tersisa tinggal hanger jembatan.

Untuk hanger itu sendiri, kata dia, barangnya telah di pesan di Thailand. Jika tidak ada aral melintang, secara bertahap barang tersebut sudah mulai dikirimkan ke Kaltim awal pekan depan.

Merujuk pada semua progres itu, DPUPR menargetkan paling lambat pekan pertama bulan November kerangka bentang tengah jembatan sudah bisa terpasang. Sehingga akhir Desember mendatang semua sisi jembatan sudah selesai dikerjakan.

Atas alasan itu pula, Taufik mengusung optimis besar pembangunan Jembatan Mahkota IV bisa dirampung sesuai yang telah ditargetkan. “Saat ini saja, kalau digabung ketiga sisi jembatan, ya progresnya sudah sekira 85 persen,” sebutnya.

GEMPA SULTENG BERI DAMPAK PADA PROYEK JAL TOL

Bencana gempa dan tsunami yang menghantam Palu, Donggala, dan Sigi di Sulawesi Tengah (Sulteng) ternyata ikut memberi dampak pada pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Pasalnya, distribusi logistik proyek yang berasal dari daerah itu ikut terhambat.

Dikatakan M Taufik, dari semua kebutuhan bahan bangunan jalan tol, yang paling terasa stoknya menipis yakni batu. Menurut dia, selama ini distribusi utama batu didatangkan dari Palu.

Namun dari 5 segmen jalan tol yang saat ini tengah dikerjakan, diakui Taufik, yang paling terasa dampaknya yakni di segmen 4 dan 2. Karena pembangunan di kedua segmen itu sementara ini sedang membutuhkan batu sebagai pondasi utamanya.

“Ini yang sedang kami rapatkan terus dengan para kontraktor pelaksana. Karena kedua segmen itu yang perlu pengadaan batu dari Palu. Untuk di Samarinda yang membutuhkan batu yakni jembatan,” katanya.

Agar pengerjaan jalan tol tidak mandek, sementara ini batu akan diambil di Merak, Banten. Pasalnya, hanya batu yang berasal dari Palu dan Merak yang masuk dalam spesifikasi pembangunan jalan tol maupun Jembatan Mahkota IV.

“Karena yang dari Palu belum bisa melakukan pengiriman, maka kebutuhan batu diambil dari Merak,” tegasnya.

Ia menuturkan, untuk mendapatkan suplai batu, baik dari Palu maupun Merak terbilang susah-susah gampang saat ini. Karena tak jarang batu yang telah dipesan oleh para kontraktor batal didapatkan lantaran telah dibayar oleh kontraktor lain.

“Batu yang di tengah laut pun bisa berpindah tangan. Karena orang bisa bayar langsung (di tengah laut, Red.). Sebelumnya ada dipesan lima ponton, tapi dua ponton enggak tahu ke mana,” ujarnya.

Walau begitu, Taufik tetap berkeyakinan kuat bahwa pembangunan jalan tol bisa selesai akhir tahun ini. Seperti segmen 1, ditargetkan rampung pada November mendatang. Begitu juga dengan segmen 2 dan 3. Sedangkan segmen 4 dan 5 ditarget rampung Desember.

“Kalau semuanya sudah selesai, hasilnya nanti akan dilaporkan ke Menteri PUPR. Nanti akan ada tim yang turun melakukan pengujian secara teknis. Karena akan jadi kesatuan dengan yang dikerjakan BUJT (Badan Pengatur Jalan Tol, Red.) dan yang bersumber dari APBN,” tandasnya. (drh)

=PROGRES PROYEK MYC HINGGA SEPTEMBER 2018== 

=PEMBANGUNAN JALAN TOL BALIKPAPAN-SAMARINDA=

Proyek                                                                   Progres

Jalan tol Seksi I segmen I                                        100 persen

Segmen II                                                               94,42 persen

Segmen III                                                             94,90 persen

segmen IV                                                             81,99 persen

segmen V                                                               60,81 persen         

Jalan tol seksi II, II, III, IV                                      70,52 persen

Jalan tol seksi V                                                      54,49 persen

=PEMBANGUNAN JEMBATAN MAHKOTA IV=

Bentang Jembatan Mahakam IV                             74,81 persen

Jalan pendekat sisi Samarinda Kota                        90,03 persen

Jalan pendekat sisi Samarinda Seberang                  85,18 persen

 

=PEMBANGUNAN SPAM MALOY=

SPAM Maloy                                                              86,137 persen

Pembangunan   Pipa Transmisi Sistem Sekerat  92,26 persen

Sumber Data: Dihimpun Metro Samarinda dari berbagai sumber


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 19:07

UMK Banyak Diacuhkan, Dewan Diminta Susun Perda Perlindungan Upah

SAMARINDA - Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) mendesak DPRD Kaltim…

Selasa, 20 November 2018 19:03

KPK Pimpin Pos Pantau Kapal Batu Bara

SAMARINDA - Pos pantau kapal pengangkut batu bara di Kaltim…

Selasa, 20 November 2018 18:59

Jelang Akhir Tahun, Baru Enam Raperda Sah

    SAMARINDA – Menjelang akhir tahun, hanya enam yang…

Selasa, 20 November 2018 18:56

Pengesahan Tatib Wawali Ditunda

SAMARINDA – Warga Kota Tepian sepertinya harus lebih bersabar menanti…

Selasa, 20 November 2018 18:54

Dipecat karena Ikut Serikat Buruh?

SAMARINDA - Penghentian hubungan kerja (PHK) tanpa keputusan pengadilan hubungan…

Selasa, 20 November 2018 18:51

PAW, Abdul Kadir Resmi Dilantik

SAMARINDA – Drama panjang proses penggantian antar waktu (PAW) almarhum…

Senin, 19 November 2018 19:37

Lubang Tambang Kaltim Disorot KPK

SAMARINDA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut memberikan sorotan tajam…

Senin, 19 November 2018 19:32

Keputusan Timsel KPU Bakal Digugat

SAMARINDA – Keputusan Tim Seleksi (Timsel) Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Senin, 19 November 2018 19:27

Alphad “Dibui”, Gerindra Bakal Dirugikan

SAMARINDA - Penahanan Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif masih menjadi…

Senin, 19 November 2018 19:26

Dorong Keterbukaan dan Transparansi Informasi di Kaltim

Komisi Informasi (KI) Provinsi Kaltim menilai masih banyak organisasi perangkat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .