MANAGED BY:
SENIN
19 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Kamis, 18 Oktober 2018 00:13
Masuk Musim Pancaroba, Mulai Waspada Wabah DBD!

Warga Wajib Galakkan Program 3M

FOTO WAJAH: Osa Rafshodia(DEVI/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Warga Kota Tepian patutnya mulai mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab, selama sebulan terakhir telah ditemukan empat orang di Kecamatan Palaran yang dinyatakan positif mengidap penyakit DBD. Kondisi tersebut bahkan membuat pemerintah menetapkan Samarinda masuk kawasan DBD.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda, Osa Rafshodia mengatakan, saat ini penyakit tersebut memang sedang tren karena memasuki musim pancaroba.

"Kami imbau masyarakat selalu waspada dan melakukan pencegahan dengan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat, Red.) dan menggunakan losion atau penyemprot nyamuk. Itu lebih efektif. Sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan (Kepmenkes) nomor 82 tahun 2014 tentang Penanggulangan Penyakit Menular,” kata dia, Rabu (17/10).

Meski telah ditetapkan sebagai kawasan waspada, Osa menyebut, untuk saat ini pihaknya belum dapat melakukan tindakan fogging lantaran tindakan tersebut dinilai lebih banyak membawa efek negatif tanpa ada jaminan nyamuk penyebab DBD dapat dimusnahkan.

Fogging memiliki banyak efek samping. Bisa menyebabkan ISPA (Infeksi penyakit pernapasan atas, Red.) dan beberapa penyakit lainnya. Jika di kawasan tersebut ada bayi juga berbahaya, soalnya pernah ada kejadian walau bukan di Samarinda. Juga ada indikasi nyamuk dewasa yang lepas dari fogging bisa menjadi lebih kuat dan menyebarkan virus DBD. Itulah yang menjadi pertimbangan kami menghindari pilihan itu,” beber dia.

Selain itu, pihaknya memang tidak dapat sembarangan melakukan fogging. Ada beberapa aturan yang dipenuhi sebelum permintaan fogging disetujui. Selain karena harus mengikuti arah angin dan tergantung cuaca, namun juga harus sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Jadi pertimbangannya memang banyak. Kalau tidak memenuhi persyaratan tersebut tidak bisa kami kabulkan. Contoh, sebelumnya ada instansi yang minta fogging, namun karena belum ada kasus jadi tidak bisa kami kabulkan. Syaratnya harus ada tiga kasus orang demam tanpa alasan yang jelas dan pernah kontak dengan penderita DBD,” ujarnya.

Diakui Osa, untuk kasus DBD memang sulit terdeteksi, sebab gejalanya mirip demam biasa. Ketentuan sesorang positif menderita DBD baru bisa dikeluarkan ketika dia telah berobat ke rumah sakit. Sedangkan Puskesmas, mereka hanya bisa memberikan deteksi dini untuk kemudian dipastikan ke instansi yang lebih mumpuni.

“Bukan karena apa, karena cuma rumah sakit yang mampu mendeteksi. Kemungkinan itu juga yang menyebabkan seorang anak di Palaran kemarin meninggal. Karena terlambat deteksi dini,” ujarnya. (*/dev)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 19:11

Alphad Masuk Meja Kejari

  SAMARINDA – Kasus hukum yang menjerat Ketua DPRD Samarinda…

Sabtu, 17 November 2018 19:10

Pemda Diminta Segera Obati Agustania

“Kalau sudah seperti ini, ditangani dulu di rumah sakit. Karena…

Sabtu, 17 November 2018 19:07

Regulasi Lemah, Hak Buruh Dipertaruhkan

SAMARINDA – Perlindungan terhadap hak-hak para buruh dan pekerja di…

Sabtu, 17 November 2018 19:04

Harga Cabai Merangkak Naik

SAMARINDA – Masyarakat Samarinda harus rela merogoh kocek sedikit lebih…

Sabtu, 17 November 2018 19:03

Perbaikan Traffic Light Hanya Sasar Beberapa Titik

SAMARINDA – Rusaknya traffic light atau lampu lalu lintas di…

Jumat, 16 November 2018 20:46

Potensi Kerugian Rp 1,3 Triliun

SAMARINDA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama kementerian perhubungan dan…

Jumat, 16 November 2018 20:45

Diguyur Hujan, Jalan KS Tubun Amblas

SAMARINDA – Warga Jalan KS Tubun, Gang Jabal Noor 2,…

Jumat, 16 November 2018 20:44

Kukar Terancam Tak Bisa Kelola PI Blok Mahakam

SAMARINDA - Tahun 2019, Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) terancam tak…

Kamis, 15 November 2018 19:07

APT Pranoto Butuh Rp 20 Miliar

  SAMARINDA - Meski bakal melayani rute penerbangan nasional pada…

Kamis, 15 November 2018 19:04
Blok Mahakam

KRK Kecewa dengan Sikap Isran

  SAMARINDA - Koalisi Rakyat Kukar (KRK) yang berasal dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .