MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Kamis, 18 Oktober 2018 00:13
Masuk Musim Pancaroba, Mulai Waspada Wabah DBD!

Warga Wajib Galakkan Program 3M

FOTO WAJAH: Osa Rafshodia(DEVI/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Warga Kota Tepian patutnya mulai mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab, selama sebulan terakhir telah ditemukan empat orang di Kecamatan Palaran yang dinyatakan positif mengidap penyakit DBD. Kondisi tersebut bahkan membuat pemerintah menetapkan Samarinda masuk kawasan DBD.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda, Osa Rafshodia mengatakan, saat ini penyakit tersebut memang sedang tren karena memasuki musim pancaroba.

"Kami imbau masyarakat selalu waspada dan melakukan pencegahan dengan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat, Red.) dan menggunakan losion atau penyemprot nyamuk. Itu lebih efektif. Sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan (Kepmenkes) nomor 82 tahun 2014 tentang Penanggulangan Penyakit Menular,” kata dia, Rabu (17/10).

Meski telah ditetapkan sebagai kawasan waspada, Osa menyebut, untuk saat ini pihaknya belum dapat melakukan tindakan fogging lantaran tindakan tersebut dinilai lebih banyak membawa efek negatif tanpa ada jaminan nyamuk penyebab DBD dapat dimusnahkan.

Fogging memiliki banyak efek samping. Bisa menyebabkan ISPA (Infeksi penyakit pernapasan atas, Red.) dan beberapa penyakit lainnya. Jika di kawasan tersebut ada bayi juga berbahaya, soalnya pernah ada kejadian walau bukan di Samarinda. Juga ada indikasi nyamuk dewasa yang lepas dari fogging bisa menjadi lebih kuat dan menyebarkan virus DBD. Itulah yang menjadi pertimbangan kami menghindari pilihan itu,” beber dia.

Selain itu, pihaknya memang tidak dapat sembarangan melakukan fogging. Ada beberapa aturan yang dipenuhi sebelum permintaan fogging disetujui. Selain karena harus mengikuti arah angin dan tergantung cuaca, namun juga harus sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Jadi pertimbangannya memang banyak. Kalau tidak memenuhi persyaratan tersebut tidak bisa kami kabulkan. Contoh, sebelumnya ada instansi yang minta fogging, namun karena belum ada kasus jadi tidak bisa kami kabulkan. Syaratnya harus ada tiga kasus orang demam tanpa alasan yang jelas dan pernah kontak dengan penderita DBD,” ujarnya.

Diakui Osa, untuk kasus DBD memang sulit terdeteksi, sebab gejalanya mirip demam biasa. Ketentuan sesorang positif menderita DBD baru bisa dikeluarkan ketika dia telah berobat ke rumah sakit. Sedangkan Puskesmas, mereka hanya bisa memberikan deteksi dini untuk kemudian dipastikan ke instansi yang lebih mumpuni.

“Bukan karena apa, karena cuma rumah sakit yang mampu mendeteksi. Kemungkinan itu juga yang menyebabkan seorang anak di Palaran kemarin meninggal. Karena terlambat deteksi dini,” ujarnya. (*/dev)


BACA JUGA

Kamis, 27 Desember 2018 19:19

2019, Kantong Plastik Dilarang

SAMARINDA – Upaya Pemkot Samarinda menata lingkungan dengan melarang penggunaan…

Kamis, 27 Desember 2018 19:17

Dari Anugerah Kencana Nasional untuk Wali Kota Samarinda

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima Anugerah Kencana Nasional 2018…

Minggu, 23 Desember 2018 17:27

Kontrak Penjualan LNG ke Jepang Bakal Habis, Begini Kata Gubernur...

SAMARINDA – Kontrak ekspor gas alam cair atau liquefied natural…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:44

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh

 “Kenaikan itu sudah cukup bagus. Karena di tahun-tahun sebelumnya, tingkat…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:43

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

SAMARINDA – Setiap pekerja berhak mendapat jaminan sosial. Hal ini…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:42

Gubernur dan Dubes Rusia Satu Meja

SAMARINDA - Untuk memastikan kelanjutan kerja sama proyek strategis di…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:41

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

Banyak cara dapat dilakukan untuk memperingati Hari Ibu Nasional yang…

Jumat, 21 Desember 2018 18:44

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar

SAMARINDA – Upaya antisipasi kelangkaan barang dan naiknya harga kebutuhan…

Jumat, 21 Desember 2018 18:43

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim belum berani mematok angka…

Jumat, 21 Desember 2018 18:42

2018, Asuransi Mobil Tumbuh Positif

SAMARINDA – Pertumbuhan jasa asuransi mobil di Kaltim pada 2018…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*